Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Hikmah

Dinar dan Kantongnya

Bagikan:

Seorang laki-laki memberikan kepada sahabatnya sebuah kantong yang ada di dalamnya 1000 dinar. Laki-laki itu pun berkata kepada sahabatnya,”Jagalah ini sampai putraku besar dan menjadi dewasa. Lalu berikan kepadanya apa yang engkau sukai”.

Ketika si anak menjadi dewasa, laki-laki itu pun memberikan kantong itu setelah ia mengambil uang dinar yang ada di dalamnya. “Beginilah ayahmu mewashiyatkan kepadaku”. Kata si lelaki.

Si pemuda pun marah dengan perlakukan seperti itu lalu ia pun pergi kepada Imam Abu Hanifah dan mengabarkan kepadanya tentang washiyat itu.

Imam Abu Hanifah pun mendatangkan laki-laki itu dan berkata,”Wahai kisanak, apa yang engkau sukai uang dinar ataukah kantong?”

“Uang dinar”, jawab lelaki itu.

“Jika demikian, berikan kepadanya seribu dinar berdasarkan atas isi washiyat. Sesungguhnya ayahnya telah berkata kepadamu,’Berikan kepadanya apa yang engkau sukai, dan engkau menyukai dinar’”.

Akhirnya si pemuda mengambil 1000 dinar dan meninggalkan kantong untuk si lelaki. (Manaqib Imam Abi Hanifah lil Al Qurdi, 1/175)

Rep: Sholah Salim
Editor: -

Bagikan:

Berita Terkait

Ulama Dulu Berjasa terhadap Ulama Kini

Ulama Dulu Berjasa terhadap Ulama Kini

Jangan Tanya Saudaramu Makan atau Tidak

Jangan Tanya Saudaramu Makan atau Tidak

Faqir Minta Satu Dirham, Namun Menolak 20 Dinar

Faqir Minta Satu Dirham, Namun Menolak 20 Dinar

Sayidah Nafisah, Ahli Ibadah yang Menggali Kubur Sendiri

Sayidah Nafisah, Ahli Ibadah yang Menggali Kubur Sendiri

Imam Abu Yusuf Dulu Bebal

Imam Abu Yusuf Dulu Bebal

Baca Juga

Berita Lainnya