Sabtu, 16 Januari 2021 / 2 Jumadil Akhir 1442 H

Hikmah

Ketika Para Ulama Sufi berada di Tengah-Tengah Pertempuran

Bagikan:

SUATU saat Syaqiq Al Balkhi, Hatim bin Al Asham beserta sejumlah sahabat mereka tengah berada di wilayah pertempuran tentara Turki yang saat itu belum dikuasai oleh Muslim. Suasana sangat mencekam, tidak ada pemandangan di sekitar mereka kecuali kepala-kepala manusia yang terpotong serta pedang- pedang serta busur-busur yang patah.

Saat itu, Syaqiq Al Balkhi bertanya kepada Hatim Al Asham,”Bagaimana suasana hatimu saat ini? Apakah seperti malam dimana engkau menikahi istrimu?” Hatim Al Asham pun menjawab,”Demi Allah tidak”. Syaqiq Al Balkhi pun mengatakan,”Akan tetapi, demi Allah, aku merasakan malam ini seperti malam aku menikahi istriku”. Di suasana yang cukup menakutkan itu, Syaqiq Al Balkhi akhirnya tidur pulas hingga suara dengkurannya terdengar.

Setelah itu datanglah salah satu sahabat mereka yang menangis karena saudaranya ditangkap pasukan Turki dan dibunuh. Hatim Al Asham pun menyampaikan,”Tidak perlu ditangisi, saudaramu telah memperoleh bagiannya. Ia kembali kepada Allah dan memperoleh keridhaa-Nya”. Si sahabat pun menjawab,”Aku menangis bukan bersedih karena kehilangannya, namun karena melihat kesabaarannya karena Allah ketika pedang menebasnya”.

Di malam itu tentara Turki juga berhasil menangkap Hatim Al Asham, dan si tentara sudah membaringkan tubuh Hatim Al Asham untuk siap-siap disembelih. Hatim Al Asham pun mengisahkan,”Pada waktu itu hatiku sibuk dengan mengingat Allah. Aku menunggu yang Allah telah takdirkan selanjutnya. Namun di saat tentara itu mencari pisaunya di sarungnya, sebuah anak panah dari seorang tentara penyerang membununya, kemudian ia menyembelihnya dan melempar tubuhnya jauh dariku”. (Hilyah Al Auliya, 8/ 64)

Rep: Sholah Salim
Editor: Thoriq

Bagikan:

Berita Terkait

Pencuri Mesir yang Berakhlak

Pencuri Mesir yang Berakhlak

Kehalalan Makanan Permudah Masuknya Ilmu

Kehalalan Makanan Permudah Masuknya Ilmu

Saat Imam Thawus Tinggalkan Majelis Hadits

Saat Imam Thawus Tinggalkan Majelis Hadits

Perampok pun Tidak Bisa Mencuri Ilmu Lagi

Perampok pun Tidak Bisa Mencuri Ilmu Lagi

Menyiapkan Kubur Sendiri

Menyiapkan Kubur Sendiri

Baca Juga

Berita Lainnya