Waspadai 3 Arus Hedonisme di Sekitar Kita [2]

Memilih gaya hidup hedonisme tentu tidak pernah memberi kepuasan dan kebahagiaan hakiki. Ibarat meminum asin semakin diminum rasa haus itu justru kian terasa

Waspadai 3 Arus Hedonisme di Sekitar Kita [2]
Ilustrasi

Terkait

Sambungan artikel PERTAMA

 

Boros

Contoh lain berlebih-lebihan adalah dalam hal penampilan. Menutup aurat adalah wajib hukumnya bagi seorang muslim.

Namun ia tak mesti hingga membeli pakaian seharga dua juta rupiah, misalnya.

Allah tak mempersulit keadaan hamba-Nya. Sebab perintah itu sebatas menutup aurat dengan pakaian sepantasnya.

Tanpa perlu berlebihan dengan pakaian seharga gila-gilaan sekadar mengikuti mode atau trendy.

Seiring waktu, alat komunikasi atau hand phone menjadi hal yang penting. Meski demikian adalah hal berkebihan jika membeli hand phone seharga sepuluh juta rupiahmasih ada kebutuhan mendesak lainnya atau dipakai bersedekah.

Gaya hidup hedonisme yang mengajarkan kesenangan dan kemewahan semata telah menyeret manusia bersikap boros.

Orang itu seolah buta dalam mengeluarkan harta demi berfoya-foya. Membeli sesuatu bukan lagi berdasar kebutuhan tapi menuruti keinginan dan nafsu semata.

Dalam ayat yang lain, Allah juga melarang seorang Muslim untuk boros atau membelanjakan harta bukan di jalan Allah dan tak memberi manfaat.

Allah berfirman:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 26-27)

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Furqan: 67).

Mufassir Abdurrahman as-Sa’di berkata: Orang yang boros disebut temannya setan karena setan tidaklah mengajak selain pada sesuatu yang tercela. Setan mengajak manusia untuk pelit dan hidup boros atau berlebih-lebihan.

Padahal Allah memerintahkan kita untuk bersikap sederhana dan pertengahan (tidak boros dan tidak terlalu pelit).

Hendaknya setiap Muslim menjauhi perbuatan israf dan tabzir ini. Tanpa sadar keduanya menggerogoti keimanan dan menjadikan seseorang kufur nikmat.

Sedang di saat yang sama seluruh rezeki dan nikmat tersebut kelak dimintai pertanggung jawaban di hari Akhirat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Al-Ghazali mengatakan, setan selamanya akan memalingkan pandangan manusia pada orang yang berada di atasnya dalam masalah dunia.

Memilih gaya hidup hedonisme tentu tidak pernah memberi kepuasan dan kebahagiaan hakiki. Ibarat meminum asin semakin diminum rasa haus itu justru kian terasa.

Makin ia mencari ketenangan dan kesenangan, maka semakin ia tak menemukannya.

Penyakit kronis ini justru membuat seseorang lupa pada tanggungjawabnya. Setiap waktu dilewati hanya untuk mengejar kesenangan, membuatnya lupa tugas dan kewajiban selama hidup di dunia.

Hidup sederhana, qanaah, sabar dan pandai bersyukur adalah di antara tuntunan Islam dalam mengobati serta melawan budaya hedonisme.

Belajar berempati dalam hal-hal sederhana juga bisa meredam keinginan manusia dalam menuruti gejolak hawa nafsu.

Sebab ajaran Islam tak hanya bicara urusan akhirat tapi juga memikirkan kepentingan dunia. Ia diturunkan untuk maslahat pribadi dan kepentingan sosial dan masyarakat (kaffatan lin nas wa rahmatan lil alamin).*/Arsyis Musyahadah, seorang pengajar

Rep: Admin Hidcom

Editor:

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !