Dompet Dakwah Media

Sehatkan Ragamu Kuatkan Ruhiyahmu!

“Menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian,” ujar Ibnu Qoyyim

Sehatkan Ragamu Kuatkan Ruhiyahmu!

Terkait

SEBAGAI ajaran yang sempurna, Islam tidak melewatkan satu aspek pun dalam kehidupan kecuali telah diberikan acuan atau ketentuan agar umat Islam bisa hidup dengan sebaik-baiknya. Satu di antaranya adalah aspek jasadiah dan ruhaniyah sekaligus. Islam memang tidak menghendaki umatnya hidup secara timpang (QS. 28 : 77).

Islam menghendaki umatnya tampil secara prima dalam dua aspek sekaligus. Yaitu jasmani dan juga rohani.

Dalam beberapa ayat atau pun hadis terdapat anjuran ataupun perintah (baik langsung maupun tidak langsung) dari Allah dan rasul-Nya agar umat Islam memelihara kesehatan jasmani dan ruhani secara bersamaan. Dengan hal tersebut setiap umat Islam bisa berjihad dengan segenap potensi yang dimiliki.

Misalnya seperti yang Allah firmankan dalam surah al-Anfal ayat 60;

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu”.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa, “Dari Uqbah bin Amir, berkata dia: saya mendengar Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) di atas mimbar membaca: Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka apa saja yang kamu sanggupi dari kuda-kuda yang di tambat. Al Ayat, ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu pandai memanah. Ketahuilah sesungguhnya kekuatan itu pandai memanah.” (Hadis Riwayat Muslim).

Olahraga dan Cerdas Mengolah Waktu

Tentu kekuatan yang paling pertama harus disiapkan adalah kekuatan fisik. Hari ini karena beragam kesibukan banyak sebagian kita yang abai terhadap kondisi fisik. Akhirnya otot-otot tubuh tidak mendapat ruang untuk bergerak dan menjadikan tubuh kian hari kian lemah. Ditambah dengan pola makan yang kurang sehat (makanan instant atau cepat saji) menjadikan sebagian umat Islam rentan terserang penyakit.

Islam menegaskan pentingnya olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda, dll jenis olah raga yang mbermanfaat untuk kesehatan individu.

Olahraga akan menjadikan otot lebih aktif yang bisa membuat tubuh kita semakin kuat. Olah raga juga menyebabkan terpenuhinya kebutuhan terhadap obat yang dibutuhkan dan sangat diperlukan bagi orang yang tidak pernah olah raga.

Sebenarnya sejauh umat Islam taat menjalankan syariat tentu dia telah melakukan olahraga sekalipun sedang dalam menjalankan ibadah mahdhah. Sholat misalnya, di dalamnya terdapat unsur gerak yang kalau kita melakukan sholat dengan benar juga bisa mendatangkan kesehatan yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Demikian pula halnya dengan ibadah haji yang di dalamnya ada sa’i dan thawaf.

Adalah satu kebaikan jika umat Islam mengatur jadwal pekanannya untuk berolahraga secara teratur dan terus-menerus. Sebab hal itu akan menjadikannya lebih gesti dan lincah dalam bergerak dan bekerja atau pun dalam menyelesaikan perkara-perkara fisik bahkan ibadah.

Namun demikian seorang hamba tidak seharusnya menjadikan olahraga badan sebagai tujuannya dan maksud utama, sehingga menyita waktu yang menjadikan hilangnya tujuan yang bermanfaat baik bagi agama dan dunianya. Apalagi seperti kebanyakan hari ini, banyak sekali orang yang gemar melihat pertandingan olahraga namun malas berolahraga.

Sepak bola misalnya, ada banyak orang yang rela bangun tengah malam sekedar untuk menonton pertandingan sepak bola. Sementara esok harinya sedikit di antara mereka yang benar-benar mengisi waktu dengan baik, bahkan sebagian besar terdampar di atas tidur karena tak kuasa menahan rasa kantuk.

Apabila seperti itu kondisinya maka kita akan termasuk kelompok orang yang suka menyia-nyiakan waktu alias tidak pandai mensyukuri waktu yang itu berarti secara perlahan akan mengikis kualitas ke-Islam-an kita sendiri.

Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) bersabda, Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Tirmidzi).

Perlu digarisbawahi juga bahwa membuang-buang waktu itu hampir sama dengan kematian yaitu sama-sama memiliki sesuatu yang hilang.

Ibnul Qoyyim dalam kitab al-Fawaa’idnya berpendapat, “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”

Ibadah

Tujuan kita berolahraga adalah untuk menjaga stamina tubuh agar tetap sehat yang dengannya kita bisa menjalankan perintah Allah sebagai hamba dengan sebaik-baiknya. Maka sangat aneh jika ada seorang Muslim rajin berolahraga tapi malas beribadah, menuntut ilmu, dan bekerja keras.

Di sini cukup banyak orang keliru. Merasa bahwa dalam hidup ini yang penting adalah menjaga kesehatan badan semata. Padahal manusia yang baik itu adalah manusia yang sehat jiwa dan raganya. Oleh karena itu sudah seharusnya setiap umat Islam yang rajin berolahraga juga harus rajin beribadah, menuntut ilmu dan amal sholeh.

Akibatnya waktu olahraga pun banyak dilakukan diwaktu yang kurang tepat. Misalnya bermain futsal setelah sholat Isya. Hal itu tentu kurang bisa dibenarkan. Sebab syariat Islam menghendaki kita tidur lebih awal jika tidak ada kepentingan mendesak untuk begadang.

Selain itu olahraga di malam hari juga berpotensi menjadikan tubuh mengalami kelelahan yang berat. Sebab siang hari tubuh telah beraktivitas cukup lama. Akibatnya bisa enggan bangun di sepertiga malam, di mana Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya yang sholat tahajjud, bahkan ada yang sampai terlambat bangun sholat Shubuh.

Dengan demikian sebagai pribadi Muslim mari kita atur hidup kita agar bisa mendapatkan kehidupan yang baik. Sehat jasmani kuat rohani. Mulai sekarang, hendaklah setiap kita berusaha menjadi Muslim seutuhnya.

Gemar olahraga ya juga aktif mentadabburi al-Qur’an atau pun memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam. Insya Alalh dengan seperti itu kita akan menjadi Muslim yang sempurna. Yaitu Muslim yang sehat jasmaninya dan kuat ruhaninya. Amin.*/Imam Nawawi

Rep: Cholis Akbar

Editor: Cholis Akbar

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !