Gubernur Khofifah Luncurkan Program ‘One Pesantren One Product’

Dengan program One Pesantren One Product, diharapkan bisa meningkatkan kemandirian para santri selepas dari pesantren.

Gubernur Khofifah Luncurkan Program ‘One Pesantren One Product’
Tribun
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Terkait

Hidayatullah.com– Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan terobosan baru untuk program keumatan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meluncurkan One Pesantren One Product (OPOP) bersamaan dengan puncak acara Hari Koperasi (Harkop) ke-72 Provinsi Jatim Tahun 2019.

Tiga program lainnya juga bertemakan ekonomi kerakyatan, yakni Sistem Informasi Pembelajaran dan Peningkatan Wawasan Perkoperasian (Sijawara), JATIM ISO, dan TOMIKO.

Keempat program tersebut diluncurkan bertepatan juga di acara Koperasi dan UMKM (KUKM) Expo ke-7 Tahun 201 yang digelar di Convex Grand City Surabaya, Jatim, semalam, Rabu (07/08/2019).

“Semua aplikasi dikembangkan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim,” ujar Gubernur Khofifah kutip INI-Net, Kamis (08/08/2019).

Sijawara adalah aplikasi berbasis android sebagai media pembelajaran Koperasi dan UKM. Adapun OPOP, suatu program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan masyarakat sekitar pesantren.

Sementara JATIM ISO, adalah wadah bagi para pelaku Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bertransformasi menjadi produk e-commerce lewat berbagai pelatihan pengemasan dan pemasaran.

Adapun TOMIKO, sebuah aplikasi Toko Online Milik Koperasi berbasis android sebagai marketplace yang mempertemukan produk antar-koperasi yang dikelola oleh koperasi sekunder.

Khofifah menilai bahwa peringatan Hari Koperasi tahun ini kaya dengan kegiatan. Sebab, selain ada MoU dengan perguruan tiinggi, MoU dengan pelaku bisnis e-commerce, juga meluncurkan empat aplikasi.

Khofifah memberikan contoh mengenai JATIM ISO. Aplikasi ini sebetulnya berasal dari bahasa Jawa. ISO dalam bahasa Indonesia berarti ‘bisa”. Berarti JATIM ISO adalah JATIM BISA.

“Ini bersemangat sekali. Jatim ISO menunjukkan bahwa kita itu sebetulnya bisa dan mampu. Aplikasi Jatim ISO ini sangat simpel,” ungkapnya.

Dengan program One Pesantren One Product, diharapkan bisa meningkatkan kemandirian para santri selepas dari pesantren.

Khofifah menambahkan, sebenarnya sudah lama aplikasi tersebut digagas. “Saya dan Pak Wagub (Emil Elestianto Dardak) sebetulnya sudah sering menyampaikan harapan mewujudkan One Pesantren One Product,” ujar mantan Menteri Sosial ini.

“Proses ekosistemnya disiapkan Unusa. Finalisasinya cukup banyak dibantu ITS,” tambahnya.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !