Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Tekno

Diduga Bocor, Data 4 Juta Pelanggan Unicorn ini Dijual Online

google
[Ilustrasi]
Bagikan:

Hidayatullah.com– Platform unicorn yang satu ini tersandung masalah dugaan kebocoran data. Belakangan ini di Twitter beredar tangkapan layar sebanyak empat juta daftar data pengguna Tokopedia, dijual di laman selly.gg.

Data tersebut di antaranya memuat informasi tentang nama, nomor ponsel, email, dan alamat pengguna. Bahkan tercantum pula penawaran jika hanya ingin membeli data nomor ponsel saja. Dikutip Viva, Jumat (22/02/2019), lmaman selly.gg adalah platform yang menjual produk digital.

Dalam tangkapan layar yang diduga menjual data pengguna Tokopedia itu, tertulis dalam Bahasa Inggris: “Kami menjual data Tokopedia berbasis email pelanggan.”

Lebih dari itu, ada pula tangkapan layar yang menunjukkan deretan nomor telepon dan alamat email.

Sejumlah warganet yang kemungkinan pengguna Tokopedia mencuitkan keresahan isu dugaan kebocoran data itu. Salah satunya The Lone Star, yang ketika berita ini dibuat telah men-tweet hal tersebut baru-baru ini.

“Kebocoran Tokopedia memang meresahkan juga. Ada email dan nomor telepon yang disebar.” tulis The Lone Star.

Baca: Tiga Risiko Unicorn di Indonesia Dikuasai Asing

Sebelumnya, akun Twitter Tokopedia telah menanggapi cuitan akun @penjagakijang yang meminta keterangan terkait dugaan kebocoran data itu. Disebutkan, pihak Tokopedia akan melakukan investigasi terkait masalah tersebut.

Pasca kasus tersebut, pihak unicorn tersebut menyampaikan keterangannya. Tokopedia mengaku tak menemukan adanya kebocoran atau pembobolan data penggunanya. Platform e-commerce Indonesia itu menyebut data yang tersebar merupakan data penjual yang memang dipublikasikan.

“Tokopedia tidak menemukan adanya kebocoran atau pembobolan data oleh pihak ketiga terhadap data rahasia pengguna kami. Data yang ditampilkan di situs terkait adalah data penjual yang memang mempublikasikan email, nomor HP dan alamat di laman tokonya untuk lebih mudah berkomunikasi dengan calon pembeli,” kata Vice President of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak, dalam keterangannya, Jumat (22/02/2019).

Dia juga mengatakan informasi publik yang berkaitan telah dinonaktifkan. Ini sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan data.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Menkominfo Jelaskan 4 Cara Tangkis Serangan Virus Malware Ransomware Petya

Menkominfo Jelaskan 4 Cara Tangkis Serangan Virus Malware Ransomware Petya

Netizen: Wahai Rakyatku & Saudara, #BerSATUPilihNo1, atau #Pilih3JakartaDamai

Netizen: Wahai Rakyatku & Saudara, #BerSATUPilihNo1, atau #Pilih3JakartaDamai

Cara Mudah  Temukan Tempat Shalat di Prancis dengan Shalatsurfing

Cara Mudah Temukan Tempat Shalat di Prancis dengan Shalatsurfing

Perusahaan Israel Bantu FBI Buka Enkripsi iPhone

Perusahaan Israel Bantu FBI Buka Enkripsi iPhone

Skandal Cambridge Analytica: Facebook Didenda Rp 8,4 Milyar

Skandal Cambridge Analytica: Facebook Didenda Rp 8,4 Milyar

Baca Juga

Berita Lainnya