Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Tekno

Afghanistan Blokir Layanan WhatsApp dan Telegram

Bagikan:

Hidayatullah.com–Otoritas telekomunikasi Afghanistan telah memerintahkan operator internet di negara tersebut memblokir layanan aplikasi WhatsApp dan Telegram tanpa menjelaskan tujuannya.

Menurut beberapa laporan, tindakan tersebut merupakan arahan dari Direktorat Keamanan Nasional Afghanistan yang bertujuan untuk membatasi penggunaan layanan pesan yang diduga digunakan oleh milisi pejuang Taliban dan kelompok milisi lainnya.

Sayangnya laporan tersebut tidak dapat diverifikasi.

Baca: Menolak Serahkan Data WhatsApp, Petinggi Brazil Diciduk

Menteri Telekomunikasi, Shahzad Aryobee via Facebook menulis bahwa pihak berwenang memerintahkan WhatsApp dan Telegram untuk diblokir arena ada keluhan  ketidakpuasan mengenai layanan WhatsApp dan Telegram.

“Pemerintah berkomitmen untuk kebebasan berekspresi dan mengakui bahwa itu adalah hak rakyat,” katanya dikutip Reuters.

Melalui surat yang dikeluarkan oleh Otoritas Regulasi Telekomunikasi Afghanistan (ATRA)  tertanggal 1 November tahun ini mendesak semua perusahaan Internet untuk memblokir Telegram dan Whatsapp segera dalam waktu 20 hari.

Namun, layanan perpesanan masih bekerja minggu ini melalui perusahaan internet Afghanistan Salaam dan beberapa perusahaan lainnya.

Kemarin, WhatsApp menghadapi gangguan terbesar yang menyebabkan jutaan pengguna di seluruh dunia menyebabkan mereka tidak mengirim atau menerima pesan.

Baca: Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam”

Para politisi di negeri ini dan Taliban sering menggunakan WhatsApp karena lebih mudah dan cepat dalam menyebarkan informasi apapun.

Pengumuman ini kontan mendapat respon negatif warganet Afganistan. Mereka berpendapat pemerintah tengah membatasi kebebasan berpendapat.

“Dua aplikasi yang paling sering digunakan negara ini diblokir. Pemerintah ini sangat menyebalkan,” kecam akun Facebook bernama Abdulraouf Sharifi dikutip AFP.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

X-Ray 3D Pertama Dipelopori Ilmuwan New Zealand

X-Ray 3D Pertama Dipelopori Ilmuwan New Zealand

Untuk Berdayakan Umat, Kopnus Syariah Luncurkan Aplikasi ‘MySyariah’

Untuk Berdayakan Umat, Kopnus Syariah Luncurkan Aplikasi ‘MySyariah’

Indonesia Tetap jadi Pasar Ekonomi Internet Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Tetap jadi Pasar Ekonomi Internet Terbesar di Asia Tenggara

Facebook Melarang Empat Kelompok Pemberontak Myanmar

Facebook Melarang Empat Kelompok Pemberontak Myanmar

Aplikasi Masjeed Mungkinkan Terbangunnya Jaringan Masjid Seluruh Indonesia

Aplikasi Masjeed Mungkinkan Terbangunnya Jaringan Masjid Seluruh Indonesia

Baca Juga

Berita Lainnya