Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Saintek

Ilmuwan Dapat Tingkatkan Komputasi dan Pengindraan dengan Kemajuan Teknologi Kuantum

Bagikan:

Hidayatullah.com– Sebuah tim interdisipliner yang terdiri dari ahli kimia dan fisikawan di Northwestern University (NU) dan University of Chicago (Uchicago) mengembangkan metode baru untuk membuat bit kuantum (quantum bit) yang dirancang khusus dengan cara menyintesis secara kimia molekul yang menyandikan informasi kuantum ke dalam keadaan magnetik atau “spin” mereka.

Qubit bekerja dengan memanfaatkan fenomena yang disebut superposisi. Sementara bit klasik yang digunakan komputer konvensional berukuran 1 atau 0, qubit dapat berupa 1 dan 0 pada saat bersamaan.  Tim ingin menemukan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up) baru untuk mengembangkan molekul dengan keadaan spin yang dapat digunakan sebagai qubit dan dapat dengan mudah dihubungkan dengan dunia luar.

Untuk melakukannya, mereka menggunakan molekul kromium organologam (organometallic chromium) untuk membuat keadaan spin yang dapat mereka kendalikan dengan cahaya dan gelombang mikro. Dengan menarik molekul menggunakan pulsa laser (laser pulse) yang dikontrol secara tepat dan mengukur cahaya yang dipancarkan, tim dapat “membaca” keadaan spin molekul setelah ditempatkan dalam superposisi, yang merupakan persyaratan utama untuk menggunakannya dalam teknologi kuantum, kutip Xinhua.

Dengan memvariasikan sebagian kecil atom yang berbeda dalam molekul ini melalui kimia sintetik, mereka juga dapat memodifikasi baik sifat optik dan magnetnya, menyoroti kemajuan untuk qubit molekuler yang dirancang khusus.  Salah satu aplikasi potensial untuk molekul ini adalah sensor kuantum yang dirancang untuk menargetkan molekul tertentu. Sensor semacam itu dapat menemukan sel tertentu di dalam tubuh, mendeteksi kapan makanan membusuk, atau bahkan mendeteksi bahan kimia berbahaya.

Pendekatan bottom-up ini juga dapat membantu mengintegrasikan teknologi kuantum dengan teknologi klasik yang sudah ada. Hasil penelitian yang diunggah di situs web NU pada Selasa (8/12) ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science.*

 

 

 

Rep: Ahmad
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Indonesia Dinilai Indonesia Rugi Ratusan Miliar Tak Raih Dana dari Facebook

Indonesia Dinilai Indonesia Rugi Ratusan Miliar Tak Raih Dana dari Facebook

45 Persen Wilayah Kalimantan akan Jadi Paru-Paru Dunia

45 Persen Wilayah Kalimantan akan Jadi Paru-Paru Dunia

Minumlah Air Panas di Saat Udara Panas!

Minumlah Air Panas di Saat Udara Panas!

Virus Flu Burung Bisa Jadi Senjata Biologis

Virus Flu Burung Bisa Jadi Senjata Biologis

Otak Orangtua Berfungsi Optimal di Pagi Hari

Otak Orangtua Berfungsi Optimal di Pagi Hari

Baca Juga

Berita Lainnya