Dinilai Memicu Kontroversi, Pakar Tak Setuju Facebook Rilis Tombol Dislike

Menurut Anthony, secara tidak langsung Facebook akan menjadi antisosial karena semakin memisahkan sesama pengguna dengan adanya tombol Dislike.

Dinilai Memicu Kontroversi, Pakar Tak Setuju Facebook Rilis Tombol Dislike

Terkait

Hidayatullah.com– Facebook batal merilis tombol “dislike” untuk menunjukkan ketidaksukaan pada sebuah postingan. Sebagai penggantinya, Facebook merilis emotion.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg, pada Jumat (09/10/2015) memperkenalkan tombol empati tersebut, yang diberi nama “Reactions”.

“Hari ini, kami memperkenalkan Reactions, tombol yang lebih ekspresif dari tombol Like,” tulis Zuckerberg di halaman Facebook resminya, Kamis (08/10/2015) pagi waktu Palo Alto, California, AS.

Padahal sebelumnya, Facebook menyatakan akan mengeluarkan tombol dislike yang memicu kontroversi, salah satunya datang dari Pakar Digital Marketing Indonesia, Anthony Leong.

“Lihat dari sisi sosialnya saja. Di media sosial bisa mengutarakan apa saja, tidak ada batasan. Bagaimana jika tombol dislike digunakan untuk memberikan feedback dari postingan status yang baik. Status pengguna baik tapi malah direspons dengan ‘dislike’,” ujar Anthony dalam rilisnya kepada hidayatullah.com, Ahad (11/10/2015).

Pengusaha muda itu tidak setuju dengan adanya penambahan tombol Dislike karena dikhawatirkan itu akan menimbulkan kericuhan di dunia maya.

Menurut Anthony, secara tidak langsung Facebook akan menjadi antisosial karena semakin memisahkan sesama pengguna dengan adanya tombol Dislike.

“Suka atau tidak suka, kedatangan Facebook sudah menjadi platform antisosial karena terlalu banyak interaksi di dunia maya. Dengan adanya fitur ‘dislike’ ini bisa membuat kondisi sosial semakin tidak baik,” ujar Komisaris PT Indo Menara Digital.

Secara terpisah, Pakar media sosial, William Liu juga sependapat. Ia justru menyarankan Facebook supaya memunculkan fitur ekspresi (emotikon). Sebab, hal itu dianggap tak akan berdampak buruk secara langsung ke dunia nyata.

“Lebih baik meluncurkan fitur seperti senyum standard, senyum cemberut, senyum heboh, sedih atau senyum ekspresi lainnya yang secara langsung juga tidak berdampak buruk di dunia nyata,” kata William.

Saat dikonfirmasi, Anthony mengatakan jika ia tidak tahu apakah saran yang dikeluarkannya itu didengar oleh Facebook atau tidak.

“Ini menjadi rahasia umum jika sisi aspek sosialnya , jika memang muncul dislike kontroversi di facebook tidak pernah henti, dengan adanya fitur reaction akan lebih baik dari sisi sosial, dan dari segi engagement juga lebih interaktif ke depannya,” pungkas Anthony yang juga Alumni Universitas Indonesia.*

Rep: Achmad Fazeri

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !