Sabtu, 13 Februari 2021 / 30 Jumadil Akhir 1442 H

Saintek

Polusi Udara Hambat Perkembangan Otak pada Janin

Bagikan:

PENGARUH paparan polusi udara terhadap rahim, bisa menimbulkan dampak buruk bagi otak anak-anak dan berkontribusi terhadap kelambatan proses dan masalah perilaku, kata satu penelitian.

Penelitian ini difokuskan pada hidrokarbon aromatik polisiklik (polycyclic aromatic hydrocarbons, PAH), polusi udara beracun yang disebabkan oleh emisi kendaraan, pembakaran batu bara, dan merokok, lapor kantor berita Xinhua.

PAH dapat melewati plasenta dan mempengaruhi anak dan otak hewan percobaan yang belum lahir, sebagai paparan pralahir yang dapat mengganggu perilaku dan pembelajaran, kata peneliti dari Rumah Sakit Anak Los Angeles (CHLA) dan Columbia University.

Untuk menguji efek dari paparan PAH pada struktur otak, para peneliti melakukan studi pencitraan yang melibatkan 40 anak usia sekolah perkotaan di New York City. Anak-anak itu keturunan Latin atau Afrika Amerika.

Anak-anak diamati dari sebelum lahir sampai tujuh sampai sembilan tahun dan ibu mereka dilakukan pemantauan PAH pranatal (saat kehamilan) dan menjawab kuesioner pranatal.

“Temuan kami menunjukkan bahwa PAH adalah kontributor bagi penyimpangan hiperaktif dan kurangnya kemampuan perhatian (attention deficit hyperactivity disorder, ADHD) dan masalah perilaku lainnya karena efek mengganggu polutan pada perkembangan otak awal,” kata peneliti utama Bradley Peterson, Direktur Institute untuk Pengembangan Pemikiran di CHLA.

Penelitian ini menemukan hubungan yang kuat antara peningkatan paparan PAH pranatal dan pengurangan hampir seluruh permukaan materi putih otak kiri.

Berkurangnya permukaan materi putih di sisi kiri otak dikaitkan dengan proses yang lebih lambat dari kecerdasan untuk pemrosesan informasi dan masalah perilaku lain yang lebih parah, termasuk ADHD dan agresi.

Peterson mencatat bahwa temuan penelitian ini terbatas pada populasi minoritas dengan tingkat kemiskinan yang tinggi dan pencapaian pendidikan yang rendah, dan mungkin tidak menggeneralisasi untuk populasi lain, meskipun populasi minoritas miskin di perkotaan tidak seluruhnya terkena polusi udara.

Sebagai awal penelitian ini masih terbatas, para peneliti sedang melakukan studi yang jauh lebih besar untuk mengkonfirmasi dan memperluas temuan mereka.

“Temuan kami meningkatkan kekhawatiran penting tentang efek polusi udara pada perkembangan otak pada anak-anak, dan konsekuensi dari efek-efek otak pada kognisi dan perilaku,” kata Peterson.

“Jika dikonfirmasi, temuan kami memiliki implikasi kesehatan publik yang penting mengingat dampak polusi udara PAH pada masyarakat umum.”

Para peneliti Columbia sebelumnya melaporkan bahwa paparan udara PAH selama kehamilan dalam kelompok ini dikaitkan dengan beberapa gangguan perkembangan saraf, termasuk pelambatan perkembangan anak usia tiga tahun, berkurangnya IQ lisan pada usia lima tahun, dan gejala kecemasan dan depresi pada usia tujuh tahun.

Studi ini dipublikasikan dalam jurnal JAMA Psychiatry AS, kemudian dilansir New Straits Times, Kamis (26/3/2015).*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Islandia Ingin Lindungi Anak dari Pornografi

Islandia Ingin Lindungi Anak dari Pornografi

Ini Dia Wajah Orang Mesir Kuno

Ini Dia Wajah Orang Mesir Kuno

Remaja Gemar SMS Lakukan Seks Lebih Dini

Remaja Gemar SMS Lakukan Seks Lebih Dini

UGM Temukan 100 Molekul Baru Kurkumin Kunyit

UGM Temukan 100 Molekul Baru Kurkumin Kunyit

Ratusan Ribu Akses Situs Porno Dilakukan dari Parlemen Inggris

Ratusan Ribu Akses Situs Porno Dilakukan dari Parlemen Inggris

Baca Juga

Berita Lainnya