Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Saintek

Penelitian: Mengkonsumsi Garam Dapat Memberi Manfaat Melindungi

Bagikan:

DIET garam bisa mempertahankan tubuh dari serangan mikroba, menurut penelitian baru.

Berlebihan garam telah lama diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, para peneliti di Jerman mengatakan, garam dapat mencegah parasit kulit yang menginfeksi tikus.

“Sampai sekarang, garam dianggap sebagai faktor diet merugikan,” kata peneliti utama Jonathan Jantsch, ahli mikrobiologi di Universitätsklinikum Regensburg dan Universität Regensburg.

“Penelitian kami saat ini melawan pandangan sepihak ini, dengan menunjukkan peningkatan akumulasi garam di lokasi infeksi mungkin menjadi strategi kuno untuk menangkal infeksi, jauh sebelum antibiotik ditemukan.”

Bagaimana ilmu pengetahuan bisa membuat kesalahan seperti itu, Jantsch mengatakan, hal ini masih menjadi teka-teki karena sejumlah besar natrium dapat disimpan di kulit, namun sering menyebabkan tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mengapa hal itu dapat berevolusi?

Jantsch dan timnya punya petunjuk pertama. Mereka melihat, tikus yang telah digigit oleh pasangannya di sangkar, terdapat sejumlah besar natrium dalam kulitnya. Peneliti juga menemukan akumulasi yang sama pada manusia di daerah kulit yang terinfeksi.

Untuk itu para peneliti melakukan lebih banyak percobaan, yang menunjukkan bahwa diet tinggi garam meningkatkan aktivitas makrofag, jenis sel kekebalan yang mampu menangkal berbagai patogen.

Eksperimen mendatang akan melakukan penggalian lebih mendalam terhadap garam yang terakumulasi pada kulit orang dewasa. Eksperimen ini untuk merancang obat yang dapat membantu melokalisasi pengendapan.

“Pemahaman yang lebih lanjut dari penelitian yang berkelanjutan ini tidak hanya membantu merancang obat yang secara khusus meningkatkan pengendapan garam pada suatu tempat, sekaligus untuk membantu memerangi penyakit infeksi. Juga untuk merancang strategi baru memobilisasi penyimpanan natrium pada orang-orang tua, serta mencegah penyakit kardiovaskular,” kata Jantsch.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Cell Press, dapat memanfaatkan balutan yang mengandung garam dan terapi antimikroba.

Para peneliti meminta masyarakat untuk menahan dulu dietnya sampai penelitian lebih lanjut selesai.

“Karena studi klinis umumnya menunjukkan bahwa diet garam tinggi dianggap dapat menyebabkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular, sehingga kita merasa bahwa saat ini data kami belum merekomendasikan diet garam tinggi pada seluruh orang,” kata Jantsch, sebagaimana dilaporkan AFP.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Penelitian: Tsunami Besar Bisa Hantam Israel Sewaktu-waktu

Penelitian: Tsunami Besar Bisa Hantam Israel Sewaktu-waktu

WHO: Junk Food Tak Boleh Dijual di Sekolah

WHO: Junk Food Tak Boleh Dijual di Sekolah

Tahu Kelainan Seksual dan Homoseksual Seseorang Melalui Mata

Tahu Kelainan Seksual dan Homoseksual Seseorang Melalui Mata

Perusahaan Google, FB dan Twitter Imbau Media Kristen Proaktif

Perusahaan Google, FB dan Twitter Imbau Media Kristen Proaktif

WhatsApp Merusak Keluarga Yahudi

WhatsApp Merusak Keluarga Yahudi

Baca Juga

Berita Lainnya