Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Saintek

Penggunaan Ganja Tingkatkan Risiko Psikosis

Bagikan:

DI INDONESIA ganja tergolong jenis narkotika yang penggunanya akan menghadapi jeratan hukum. Sementara di Amerika Serikat sejumlah negara bagian telah melegalkan penggunaan ganja bagi masyarakatnya.

Namun apakah penggunaan ganja mengandung nilai manfaat? Ternyata dari hasil penelitian yang dilakukan King’s College London, mengisap ganja dikaitkan dengan peningkatan 24% kasus-kasus psikosis.

Riset menunjukkan risiko psikosis naik tiga kali lebih tinggi bagi pengguna ganja dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Psikosis, menurut kamus kesehatan, adalah delusi atau halusinasi sehingga penderita tidak bisa menilai antara realita dan fantasi. Psikosis bisa muncul dalam kondisi psikiatris tertentu, seperti schizophrenia dan gangguan bipolar.

Studi yang melibatkan 780 orang dilakukan oleh Institut Psikiatri, Psikologi, dan Neurosains.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Inggris mengatakan, laporan itu menggarisbawahi mengapa ganja ilegal untuk digunakan.

“Narkotika seperti ganja ilegal karena bukti sains dan medis menunjukkan bahwa ganja berbahaya.

“Laporan ini menekankan bagaimana ganja bisa menghancurkan hidup seseorang dan juga masyarakat,” katanya, dilansir BBC.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Kini, Pasangan Menikah Jadi Minoritas di Amerika!

Kini, Pasangan Menikah Jadi Minoritas di Amerika!

Studi: Depresi Lebih Tinggi pada Orang Obesitas

Studi: Depresi Lebih Tinggi pada Orang Obesitas

Merokok Rusak Sel dalam Hitungan Menit

Merokok Rusak Sel dalam Hitungan Menit

Amerika Potensial Terkena Radiasi Nuklir Jepang

Amerika Potensial Terkena Radiasi Nuklir Jepang

Studi: Rokok Elektronik Sama Bahayanya dengan Rokok Tembakau

Studi: Rokok Elektronik Sama Bahayanya dengan Rokok Tembakau

Baca Juga

Berita Lainnya