Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Saintek

Saat Resesi Ekonomi Obesitas Justru Meningkat

PA
Ilustrasi.
Bagikan:

ORGANISASI untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) hari Selasa (27/5/2014) menyebutkan, kelompok-kelompok tertentu, seperti perempuan dan orang miskin, di Australia, Prancis, Meksiko, dan Swiss mengalami kenaikan tingkat obesitas sebesar 3 persen. Kenaikan obesitas tersebut justru terjadi saat resesi global yang menghantam pada tahun 2008.

Resesi memaksa banyak keluarga di negara-negara yang terkena resesi untuk mengurangi biaya makan, khususnya makanan yang lebih sehat tapi mahal seperti buah-buahan dan sayuran, dan menggantinya dengan makanan lebih murah dan kurang sehat.

Bahkan di negara-negara yang tidak terlalu terkena dampak resesi ekonomi, beberapa kelompok orang, khususnya perempuan dan mereka yang tidak terlalu berpendidikan dan mempunyai penghasilan lebih rendah, juga rentan menjadi gemuk.

“Krisis ekonomi tampaknya berkontribusi terhadap pertumbuhan obesitas,” tulis para peneliti OECD. Negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Kanada, Korea, dan Italia, tingkat obesitas cenderung stabil.

Laporan baru tersebut berdasarkan ulasan data dari 10 negara anggota OECD, yang dipresentasikan hari Rabu di Kongres Obesitas Eropa di Bulgaria. Sebagian besar dari 34 anggota OECD adalah negara-negara kaya, seperti Amerika Serikat dan Eropa. Kelompok kekuatan ekonomi baru semacam Meksiko dan Turki juga termasuk di dalamnya. Kelompok ini tidak termasuk China, India, atau negara-negara berkembang besar lainnya.

Tingkat obesitas yang meningkat bisa menambah beban ekonomi karena pemerintah bergulat dengan biaya yang dikaitkan dengan obesitas, seperti diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Upaya-upaya terbaru dilakukan untuk mencegah kenaikan berat badan lebih lanjut, termasuk menggunakan insentif keuangan untuk meningkatkan kesehatan atau meningkatkan tes kesehatan dasar, kata OECD.

“Krisis ekonomi mungkin berkontribusi pada peningkatan obesitas, tapi sebagian besar pemerintah harus melakukan upaya lebih untuk menghentikan arus ini,” kata analis kebijakan kesehatan OECD Michele Cecchini, dilansir VOA, Rabu (28/5/2017).

Upaya-upaya kebijakan lainnya, seperti peraturan lebih ketat untuk iklan makanan tidak sehat bagi anak-anak, label makanan yang lebih baik, dan pajak makanan dan minuman yang diatur dengan berhati-hati, mungkin bisa memberikan dampak baik, kata organisasi yang berbasis di Paris ini.

Satu titik terang dalam ulasan OECD, walaupun rata-rata satu dari lima anak di negara-negara berkembang kegemukan, lebih banyak negara telah berhasil menstabilisasi atau bahkan mengurangi tingkat obesitas anak daripada tingkat obesitas pada orang dewasa.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar ke Tubuh Kita!

Boleh Jadi, Kandungan Babi Sudah Menjalar ke Tubuh Kita!

Banyak Insiden, Menkominfo Ingatkan Tak Gunakan HP di Pesawat

Banyak Insiden, Menkominfo Ingatkan Tak Gunakan HP di Pesawat

Puasa Terbukti Bantu Perangi Kanker

Puasa Terbukti Bantu Perangi Kanker

Permainan Bola Bisa Beri Semangat dan Kesehatan Anak

Permainan Bola Bisa Beri Semangat dan Kesehatan Anak

Riset: Abu Vulkanik Kelud hasilkan Kekuatan sampai 150 kg Persatuan Beban

Riset: Abu Vulkanik Kelud hasilkan Kekuatan sampai 150 kg Persatuan Beban

Baca Juga

Berita Lainnya