Dompet Dakwah Media

Singapura Tolak Situs Kencan dan Perselingkuhan

Singapura Tolak Situs Kencan dan Perselingkuhan
ilustrasi
“Saya tidak menyambut baik situs semacam itu masuk ke Singapura. Saya menentang semua perusahaan atau website yang bisa merusak pernikahan,” kata Chan Chun Sing, Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura

Terkait

Hidayatullah.com–Rencana ekspansi sebuah perusahaan jasa kencan internasional di Singapura menuai kecaman karena dituduh mengkampanyekan perselingkuhan dan memicu protes di jejaring sosial.

Media Singapura pekan ini mengumumkan bahwa Ashley Madison, yang menawarkan pelayanan kencan rahasia bagi mereka yang ingin selingkuh, berencana akan meluncurkan jasa pelayanan itu mulai tahun depan di negara kota tersebut. Tapi berita itu kemudian memicu munculnya petisi di Facebook yang menentang kehadiran perusahaan tersebut.

Situs yang berbasis di Kanada, yang memiliki lebih dari 20 juta pengguna di lebih dari 15 negara dunia, terkenal dengan slogan mereka “Hidup itu singkat. Selingkuhlah”, beberapa tahun terakhir melakukan ekspansi yang cukup agresif di Asia, dengan meluncurkan situs itu di Jepang, India dan Hongkong.

“Saya tidak menyambut baik situs semacam itu masuk ke Singapura. Saya menentang semua perusahaan atau website yang bisa merusak pernikahan,” kata Chan Chun Sing, Menteri Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura, melalui akun Fecebooknya dikutip DW.DE.

“Mempromosikan perselingkuhan merusak kepercayaan dan komitmen antara suami dan istri, yang merupakan inti pernikahan,” kata dia dalam sebuah pesan di jejaring sosial sebagai respon atas laporan media massa setempat mengenai rencana peluncuran website tersebut di Singapura.

”Janji pernikahan itu jelas, bahwa perkawinan adalah sebuah komitmen seumur hidup antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Termasuk tetap setia satu sama lain.”

Ancam pernikahan

Sementara itu, di jejaring sosial, lebih dari 11.000 orang membubuhkan tanda ‘suka’ pada sebuah laman Facebook “Block Ashley Madison – Singapore” sejak diluncurkan pada hari Rabu yang lalu.

Keterangan pada laman Facebook mengatakan bahwa itu adalah sebuah “petisi yang bertujuan untuk mengumpulkan pikiran dan suara orang-orang yang mengekspresikan keberatan mereka atas pendirian perusahaan yang memalukan — Ashley Madison, yang akan tumbuh subur di atas pernikahan yang hancur di Singapura.

“Kami perlu mengirimkan sebuah pesan kepada komunitas bisnis internasional bahwa kami senang jika ada investor asing yang membangun bisnis di sini, tapi perusahaan-perusahaan yang mempromosikan nilai-nilai yang anti keluarga tidak diterima di sini,” kata seorang pengguna Facebook bernama Joelle Kong.

Survei menunjukkan, Singapura dikenal sebagai negara dengan penduduk yang paling kurang aktif secara seksual di seluruh dunia. Demikian hasil penelitian reguler mengenai frekuensi seksual masyarakat dunia yang dilakukan perusahaan kondom asal Inggris Durex.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

Dukung Kami, Agar kami dapat terus mengabarkan kebaikan. Lebih lanjut, Klik Dompet Dakwah Media Sekarang!

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !