Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Saintek

“Electronic Jihad” Ancaman Serius Barat

Bagikan:

Hidayatullah.com–Dalam sepuluh tahun belakangan internet berkembang menjadi “sarang jihadis”, demikian tercantum dalam laporan Dinas Intelijen dan Keamanan Belanda AIVD, seperti dikutip RNW, Rabu (16/02/2012). Menurut AIVD, di seluruh dunia sekitar 25 ribu jihadis aktif di forum-forum Islam, yang sulit sekali ditemukan di internet.

AIVD memperingatkan, lewat internet, semakin banyak orang di semakin banyak negara berhubungan dengan jihadis dari misalnya Afghanistan dan Yaman. Mereka menjadi ancaman nyata bagi Barat.

Menurutnya, forum-forum yang disebutnya radikal tidak bisa dilacak mesin pencari seperti Google. Hanya 0,2 persen “kelihatan” di internet. Situs web jihadis sulit sekali ditemukan.

Nama Palsu Situs

Sementara itu,  pakar terorisme Glenn Schoen mengatakan, situs-situs jihad sangat sulit dilacak dan hanya bisa diakses dengan kode-kode tertentu.

“Anda harus membuka alamat http tertentu, chatroom tertentu, dengan nama palsu tertentu atau pada waktu tertentu. Banyak sekali dipakai kode yang dirancang teroris di luar negeri. Jadi Anda belum pernah bertemu orang-orang tersebut.”

Kassim Mohammed, laki-laki Kenya yang pakar jaringan teror Afrika mengatakan, Al-Shabaab salah satu organisasi Muslim yang melalui internet berusaha merekrut orang, terutama pemuda Amerika dan Inggris, kata. Juga hubungan antara al-Shabaab dan al-Qaida berlangsung lewat internet.

Al-Shabaab tampaknya belum begitu populer di Belanda. Menurut Kassim Mohammed, hingga sekarang belum ada orang Somalia yang “mendaftarkan diri” untuk ikut perang suci.

Jumlah warga Muslim Belanda yang aktif di forum-forum radikal sangat terbatas, kata AIVD. Hanya segelintir orang saja yang mewujudkan apa yang dikatakan.

“Jika melihat berapa orang di Belanda yang berdiskusi atau bertukar informasi di forum, dan setelah itu benar-benar turun ke lapangan untuk bergabung dengan radikal di Somalia atau Afghanistan, maka jumlah mereka hanya sedikit saja,” kata Edwin Bakker.

Bakker memperkirakan dinas intel akan berinvestasi lebih banyak sehingga bisa menyusup masuk seluk beluk internet. “Itu akan bisa mempersulit kegiatan teroris. Saya bisa membayangkan, jika Anda bertukar informasi dengan orang-orang yang tidak dikenal, maka Anda pasti ragu karena ada kemungkinan orang tersebut adalah orang AIVD.”*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Kepala Marketing Raib, Google Timur Tengah Tutup

Kepala Marketing Raib, Google Timur Tengah Tutup

Antibiotik Merusak Pencernaan

Antibiotik Merusak Pencernaan

Riset: Pensiun Bikin 10 Tahun Lebih Muda

Riset: Pensiun Bikin 10 Tahun Lebih Muda

Remaja Stres Mudah Terserang Depresi

Remaja Stres Mudah Terserang Depresi

Antibiotik Berkaitan dengan Risiko Kematian Jantung, Kata Peneliti

Antibiotik Berkaitan dengan Risiko Kematian Jantung, Kata Peneliti

Baca Juga

Berita Lainnya