Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Saintek

Amerika Potensial Terkena Radiasi Nuklir Jepang

Bagikan:

Hidayatullah.com–Meledaknya instalasi nuklir Jepang tidak lama setelah gempa besar menguncang negeri sakura itu telah menimbulkan ketakutan akan terjadinya kebocoran radiasi, yang sangat mungkin akan berdampak luas, tergantung dari keadaan cuaca. Apakah akan terjadi radiasi besar sehingga menimbulkan bencana lain, hal ini menjadi bagian dari masalah meteorologi.

Jepang terletak pada pertengahan lintang bumi belahan utara, seperti halnya Amerika Serikat. Dengan demikian cuacanya didominasi oleh angin barat, namun dengan variasi signifikan di dekat permukaan bumi.

Kemana perginya ‘awan radiasi’ dari Fukushima Daiichi atau Onagawa, sangat tergantung pada pola cuaca saat radiasi di instalasi nuklir tersebut bocor.

Selain itu, kondisi tersebut tergantung pada seberapa tinggi awan bisa mencapai atmosfer. Oleh karena, angin biasanya sangat bervariasi di daerah antara dekat permukaan bumi dan atmosfer, tempat aliran yang mengarah ke timur.

Secara umum, awan radioaktif bisa naik tinggi ke atmosfer, lalu terbang ke arah timur dan timur laut menyeberangi Samudera Pasifik hingga mencapai wilayah Amerika Utara, atau sekitar Alaska  sampai California. Penyebaran awan yang mengandung radioaktif itu juga tergantung pada kondisi atmosfer saat kebocoran radiasi terjadi.

Meskipun awan semacam itu kelihatan tidak berbahaya saat berada di atas atmosfer, namun jatuhnya partikel radioaktif dari awan-awan tersebut harus menjadi perhatian pihak berwenang.

Jika terjadi kebocoran radiasi di dekat permukaan tanah, maka kebocoran itu bisa dipengaruhi oleh angin yang bertiup rendah, yang mudah berubah.

Umumnya selama musim dingin, angin di dekat permukaan bumi di kawasan timur laut Honshu bertiup ke arah lepas pantai atau dari arah barat ke timur. Dalam kondisi seperti itu, radiasi yang terjadi di lapisan atmosfer rendah akan terdorong ke laut. Namun demikian, adakalanya angin bertiup ke arah pantai, dan jika ini terjadi maka tidak diragukan lagi hal itu akan menjadi masalah besar yang harus dihadapi pihak berwenang Jepang.*

Dalam artikelnya di AccuWeather (16/3), meteorolog senior Jim Andrews membuat tabel perkiraan waktu tempuh penyebaran radiasi dari instalasi nuklir Jepang ke kota-kota di pesisir barat Amerika Serikat dengan kecepatan angin 20 mil per jam.

Radiasi nuklir diperkirakan mencapai kota Anchorage, yang berjarak 3.457 mil dari Jepang, dalam waktu 7 hari. Mencapai kota Honolulu (3.847 mil) dalam waktu 8 hari. Tiba di Seattle (4.792 mil) dalam waktu 10 hari, dan di Los Angeles (5.477 mil) dalam waktu 11 hari.*

Rep: Dija
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Lapan: Crop Circle di Sleman Buatan Manusia

Lapan: Crop Circle di Sleman Buatan Manusia

Bayi Menangis Berisiko Gangguan Otak

Bayi Menangis Berisiko Gangguan Otak

Buku Pelajaran Kritis Biologi Evolusi Terbit di AS

Buku Pelajaran Kritis Biologi Evolusi Terbit di AS

Tidur Membantu Ingatan

Tidur Membantu Ingatan

Berpuasa Membangun Sistem Kekebalan Tubuh

Berpuasa Membangun Sistem Kekebalan Tubuh

Baca Juga

Berita Lainnya