Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Saintek

Kepala Marketing Raib, Google Timur Tengah Tutup

Bagikan:

Hidayatullah.com—Konflik politik Mesir rupanya berdampak pada Google. Berita terbaru diumumkan, Wael Ghonim, Head of Marketing Google untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara, raib di tengah gejolak politik Mesir.

“Kami bisa konfirmasikan bahwa  seorang karyawan Google, Wael Ghonim, masih hilang di Mesir,” ujar juru bicara Google melalui pernyataan tertulis yang dikutip oleh situs Wired.

Menurut Google, Ghonim tiba di Mesir pada awal pekan lalu untuk menghadiri sebuah konferensi. Ia sempat memposting tweet dalam bahasa Inggris di Twitter yang cukup kritis terhadap pemerintah Mesir.

Lewat salah satu tweetnya, ia sempat menyindir pemerintah Mesir yang melakukan pemblokiran Facebook dan Twitter. “Sebuah pemerintahan yang takut dengan Facebook dan Twitter semestinya mengurus saja sebuah kota di Farmville, tapi tidak usah mengurus negara seperti Mesir,” ujar Ghonim.

Belakangan, ia menyatakan hendak turut dalam aksi unjuk rasa, walaupun sempat dicegah oleh keluarganya. Ghonim juga sempat memposting tweet berbunyi “Doakan #Mesir. Saya sangat khawatir dengan rencana pemerintah menggelar kejahatan perang terhadap rakyat. Kami semua sudah mati.”

Setelah itu, Ghonim tidak terlihat lagi sejak Kamis malam. Sebuah percakapan di Twitter memperkirakan Ghonim telah ditahan oleh polisi Mesir, namun laporan itu belum dikonfirmasi.

Upaya pencarian terhadap Ghonim juga dilakukan secara bersama-sama, dengan membuat dokumen spreadsheet kolaboratif di Google Docs, untuk mengumpulkan informasi orang-orang hilang dengan metode crowd source.

Google juga meluncurkan sistem tweet melalui sambungan telepon landline untuk memudahkan masyarakat Mesir bisa berkomunikasi dengan dunia.
Demonstrasi di Mesir sendiri pecah sejak 25 Januari saat masyarakat Mesir ramai-ramai turun ke jalan meminta Presiden Hosni Mubarak yang telah berkasa selama 30 tahun, mundur karena dianggap gagal memajukan ekonomi serta memberantas korupsi.

Sedikitnya 140 orang tewas saat bentrok dengan polisi sejak aksi unjuk rasa digelar pekan lalu. Google Mesir sendiri, kini telah menutup kantornya demi keselamatan karyawan.

Tekanan AS

Sementara itu, hari Ahad, Amerika meminta PM Mesir Ahmed Shafiq  tak mengganggu aktivis HAM dan pers.

Permintaan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton kepada PM Shafiq dalam pembicaraan melalui telepon. Shafiq mengatakan pada jaringan televisi Amerika CNN bahwa para pejabat telah diberi tahu supaya jangan mengganggu aktivis HAM dan wartawan yang meliput aksi-aksi protes anti-pemerintah.

Sebelumnya, seorang wartawan Prancis terluka  akibat serangan dari pendukung Presiden Mubarak. Mereka menilai, para wartawan asing penyulut berbagai demonstrasi anti-pemerintah. *

Rep: Imam Nawawi
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Banyak Remaja Indonesia jadi Korban “Kejahatan” Facebook

Banyak Remaja Indonesia jadi Korban “Kejahatan” Facebook

Aplikasi Kytephone Bantu Orangtua Awasi Anak Gunakan Internet

Aplikasi Kytephone Bantu Orangtua Awasi Anak Gunakan Internet

Obat Flu Babi, Berbahaya!

Obat Flu Babi, Berbahaya!

Pekan ini Terjadi Badai Matahari Besar

Pekan ini Terjadi Badai Matahari Besar

Pemalsuan Heboh Bukti Evolusi Jepang [Bagian 1]

Pemalsuan Heboh Bukti Evolusi Jepang [Bagian 1]

Baca Juga

Berita Lainnya