Beras Ketan Tembok China

Kekuatan tembok besar China yang membentang 6.700 KM konon berasal dari "beras ketan"

Terkait

Hidayatullah.com–Tembok China merupakan simbol perlindungan, benteng pertahanan saat Dinasti Yan, Zhao, dan Qin, yang konon disebut satu-satunya bangunan di bumi yang bisa dilihat dari bulan –meski banyak ilmuwan tidak setuju. Seperti halnya naga raksasa, tembok China membentang menelusuri pegunungan, gurun, dan padang rumput, yang membentang dari timur ke barat China.

Dengan tinggi 8 meter, lebar bagian atas 5 meter, dan lebar bagian bawah 8 meter, setiap 180-270 meter dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 meter.

Lebih dari 2000 tahun, bangunan tersebut hingga kini masih berdiri kokoh. Tembok ini juga merupakan tembok terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia.

Kabarnya, untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin. Tepatnya dibangun pertama kali pada zaman negara-negara berperang.

Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya. Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui. Terakhir dilanjutkan lagi di zaman Dinasti Ming. Bentuk tembok yang sekarang terlihat adalah hasil pembangunan dari Dinasti Ming. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok

Campuran ketan

Nah, menariknya, rahasia dari kekuatan dan umur panjang Tembok China terletak pada ketan yang digunakan sebagai perekat campuran semen, demikian menurut penemuan sejumlah ilmuwan China.

Dr. Zhang mengatakan, penggunaan ketan merupakan salah satu inovasi teknis terbesar pada zaman tersebut.

Para pekerja membangun Tembok Besar pada zaman Dinasti Ming, sekitar 600 tahun silam dengan mencampurkan tepung ketan dengan kapur, sebagai bahan standar campuran perekat, ujar Dr. Zhang Bingjian.

Campuran ketan mengikat batu bata begitu erat, sehingga banyak rumput liar tidak bisa tumbuh. Namun, penolakan luas terjadi di selatan China terhadap pembangunan Tembok tersebut  karena kaisar Ming meminta panen ketan di selatan untuk makanan pekerja dan sebagai campuran semen.

“Campuran perekat semen kuno tersebut, terdiri dari semacam campuran khusus organik dan anorganik,” ujar Dr. Zhang, pakar kimia dari Universitas Zhejiang, kota Hangzhou, China Timur, seperti dilansir Telegraph.

“Komponen organik, amilopektin, berasal dari bubur ketan yang ditambahkan ke dalam campuran semen,” imbuhnya.

“Komponen anorganiknya adalah kalsium karbonat dan komponen organiknya adalah amilopektin yang berasal dari ketan. Amilopektin membantu menciptakan mikrostruktur padat, menjadikan Tembok Besar lebih stabil serta memiliki kekuatan mekanis yang lebih besar,” menurut laporannya dalam jurnal American Chemical Society.

Dr. Zhang mengatakan, penggunaan ketan, bahan makanan pokok Asia Timur, merupakan salah satu inovasi teknis terbesar pada saat itu, yang membantu berbagai pusara, pagoda dan tembok pada zaman Dinasti Ming dari hantaman cuaca, gempa bumi serta bencana alam lainnya. [erb/telagraph/hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom

Editor: Administrator

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik:

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !