Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Saintek

Lagi-lagi Penindasan Evolusionis di AS

Bagikan:

Hidayatullah.com–Kisah berbagai penindasan terhadap ilmuwan dan akademisi yang berani menyatakan keraguan, ketidaksetujuan, dan ketidakyakinannya terhadap teori evolusi, telah dipaparkan sebelumnya. Ini termasuk yang menimpa Profesor Robert Marks di Amerika Serikat (AS) dan Profesor Michael Reiss di Inggris. Bahkan untuk membongkar banyaknya perbuatan jahat ini, sampai ada yang menulis buku kumpulan korban penindasan evolusionis.

Ada pula yang membuat film dokumenter kisah nyata korban kezaliman evolusionis yang sempat menjadi perbincangan ramai di media massa AS, yakni Expelled: No Intelligence Allowed. Kampanye pun dilakukan untuk menyadarkan dan mengajak warga AS untuk menghapuskan tindakan zalim itu melalui petisi kebebasan akademis. Namun evolusionis tetap saja tidak malu-malu melanjutkan perbuatan tidak terhormat dan tidak ilmiah itu. Kisah pilu kali ini giliran menimpa pakar proyek angkasa luar AS, David Coppedge.

Pimpinan di Laboratorium Propulsi Jet NASA (NASA’s Jet Propulsion Laboratory, JPL), AS, dilaporkan ke meja hijau karena dianggap melanggar hukum atas tindakan melecehkan, merendahkan, dan menurunkan jabatan seorang karyawannya, David Coppedge. Coppedge adalah seorang pakar komputer dan administrator sistem dengan jabatan tinggi di lembaga bergengsi itu.

Dia diperlakukan sedemikian buruk lantaran mendukung perancangan cerdas (intelligent design), yang berseberangan dengan teori evolusi. Demikian bunyi tuntutan hukum yang diajukan di Pengadilan Tinggi California.

David Coppedge adalah pakar teknologi informasi dan administrator sistem pada misi internasional Cassini JPL ke planet Saturnus, sebuah penjelajahan antarplanet paling ambisius yang pernah diluncurkan. Sebagai bagian dari California Institute of Technology, JPL melaksanakan kegiatan di bawah kontrak dengan Badan Antariksa Federal. Coppedge memegang jabatan Ketua Administrator Sistem ‘pimpinan tim’ pada misi tersebut. Namun jabatannya diturunkan oleh atasannya dan dia dilecehkan lantaran mengemukakan gagasan-gagasan yang dianggap “tak diterima” dan “mengganggu.” Gagasan itu adalah “perancangan cerdas”, yang membantah secara ilmiah teori evolusi.

Tertarik dengan penelitian ilmiah yang mempertanyakan penjelasan Darwin mengenai sejarah kehidupan, Coppedge menawarkan film dokumenter dalam bentuk DVD kepada rekan sekerjanya. Film yang juga dapat dinikmati gratis di video.google.com itu membahas tentang perancangan cerdas di jagat raya dan di dunia kehidupan. Namun atasan Coppedge malah menuduh bahwa ia menerima keluhan seputar DVD itu dari rekan sekerja Coppedge, tapi tidak dibeberkan siapa yang mengadukan keluhan itu.

Pada tahun 2009, atasan tersebut awalnya sambil marah melecehkan Coppedge dan mengatakan bahwa “perancangan cerdas adalah agama” dan bahwa membagi-bagikan DVD tersebut kepada rekan sekerja sama saja dengan “memaksakan agama”. Setelah Coppedge mengeluhkan pelecehan ini, sang atasan malah membalas dengan mengerahkan pihak JPL untuk melancarkan penyidikan terhadap Coppedge. Tindakan ini mengakibatkan Coppedge malah dituduh balik bahwa dialah yang sebenarnya melakukan pelecehan. Coppedge lalu diberi sanksi pembatasan berat atas hak-hak kebebasannya untuk memperbincangkan bahasan seputar perancangan cerdas.

Coppedge lantas dikenai penyidikan dan hukuman , meskipun karyawan JPL lainnya diberi kebebasan untuk mengungkapkan berbagai pandangan di tempat kerja mereka itu. Ini adalah perlakuan berat-sebelah alias diskriminasi. Uniknya, sebelum penyidikan, para atasan lain mengakui bahwa mereka belum pernah menerima keluhan apa pun mengenai percakapan Coppedge seputar perancangan cerdas.

Pelanggaran prosedur

Ini adalah pelanggaran berat prosedur internal dan prinsip-prinsip yang ada di JPL. Coppedge tidak diberitahu seluk beluk penyidikan JPL yang dilakukan terhadapnya. Ia hanya mendapat informasi setelah fakta tuduhan yang diarahkan terhadap dirinya, prosedur investigasi, dan putusan pada pertemuan akhir dilakukan. Di pertemuan itu ia diturunkan jabatannya dan diancam akan kehilangan pekerjaan jika ia bertahan memperbincangkan gagasan yang “tidak disukai” dan “mengganggu”.

Gagasan yang dipaparkan Coppedge itu tidak lain adalah perancangan cerdas, yang membantah ilmiah ketidak-absahan teori evolusi. Perancangan cerdas mengemukakan bahwa suatu wujud mahacerdas telah menciptakan kehidupan dan alam semesta berdasarkan bukti ilmiah, dan tanpa menyentuh ajaran agama atau mengutip sumber kitab suci agama mana pun. Pandangan ini menentang teori evolusi yang meyakini tidak ada kecerdasan di balik keberadaan jagat raya dan kemunculan makhluk hidup, tapi proses yang acak tanpa ada perancangan sengaja.

Namun Coppedge menyatakan bahwa ia tidak pernah memaksa dan tidak pernah membahas perancangan cerdas jika rekan kerjanya menunjukkan ketidak-tertarikan. Putusan dari atasan yang ditimpakan kepada Coppedge ini telah membungkam hak-haknya untuk bebas membahas perancangan cerdas di tempat kerja.

Hingga kini, Coppedge belum diberitahu tentang siapa yang telah mengadukan tuduhan itu kepadanya, tidak juga secara jelas apa keluhan mereka. Ketidakjelasan ini menjadikan Coppedge belum bisa membantah balik apa yang mereka tuduhkan. Anehnya, ketidakjelasan ini sudah terlanjur mezalimi Coppedge dengan penurunan jabatan dan ancaman pemecatan.

Terlibat aktif dalam kegiatan perancangan cerdas, Coppedge duduk di dewan Illustra Media, lembaga yang memproduksi video seperti DVD Unlocking the Mystery of Life and The Privileged Planet. DVD inilah yang membuat atasannya terdorong untuk menindas Coppedge di JPL.

Pembunuhan karakter

“Saya pikir adalah hal yang disayangkan bahwa JPL yang berkepentingan dengan pengkajian asal usul jagat raya bersikap memusuhi penjelasan perancangan cerdas. Jika pun tidak sependapat, JPL ada rujukan terkemuka pengkajian jagat raya di dunia, sehingga sepatutnya bersikap terbuka terhadap teori [perancangan cerdas] ini,” kata pengacara hukum Coppedge, William Becker, Jr.

Namun bukannya bantahan ilmiah balik terhadap perancangan cerdas yang dikemukakan pendukung teori evolusi, tapi malah pembunuhan karakter. Jika evolusionis jujur dan berpendirian kokoh bahwa teori evolusi adalah ilmiah, maka mereka mestinya akan mudah membantah bukti-bukti dan penjelasan ilmiah yang disampaikan oleh pihak pendukung perancangan cerdas. Namun alih-alih membantah secara ilmiah dan obyektif apa yang disampaikan pendukung perancangan cerdas, mereka malah marah dan melakukan penindasan terhadap orangnya, dengan kata lain secara subyektif.

Tokoh dan media massa evolusionis menghindar dari menanggapi balik pokok pembicaraan secara ilmiah, tapi malah keluar dari pokok bahasan dan membelokkan kepada isu agama sebagaimana yang dituduhkan atasan Coppedge. Contoh lagi adalah apa yang diberitakan oleh AFP dengan tajuk “JPL worker sues over intelligent design demotion” yang tidak sama sekali menyentuh sisi ilmiah dari isi yang disampaikan Coppedge. Tapi malah mengatakan bahwa DVD yang dibagikan Coppedge adalah ‘relijius’ dan bahwa Coppedge adalah seorang Nasrani.

Jika teori evolusi adalah ilmiah, sepatutnya pihak evolusionis menanggapi balik secara tenang dan jujur DVD perancangan cerdas tersebut secara baik-baik, intelektual, dan ilmiah. Semestinya mereka dapat dengan mudah menunjukkan, mana baris-baris pernyataan perancangan cerdas, serta di menit ke berapa dalam DVD film Unlocking the Mystery of Life and The Privileged Planet yang berisi bahasan relijius. Anehnya, bantahan ilmiah seperti itu tidak dilakukan, tapi evolusionis malah menempuh jalan pembunuhan karakter, memojokkan dengan cara menonjolkan agama orang yang tidak sependapat dengan teori evolusi, melakukan ancaman pemecatan, dan memfitnah bahwa DVD itu bersifat relijius.

Ini adalah muslihat licik evolusionis dalam menghindari perbincangan yang jujur dan adil mengenai isi ilmiah yang disampaikan. Ini adalah muslihat mereka dalam mengalihkan perhatian masyarakat kepada hal-hal yang berbau subyektif, dan bukan inti permasalahan yang dibicarakan.

Menariknya, sikap evolusionis itu justru menjadi senjata makan tuan bagi mareka. Muslihat evolusionis malah semakin membuka masyarakat: ada apa sebenarnya di balik teori evolusi sehingga evolusionis berbuat seburuk itu? Jika ilmiah, teori evolusi sudah pasti dipaparkan dan diajarkan kepada masyarakat umum maupun di lembaga ilmiah dan pendidikan secara seimbang dengan pandangan-pandangan lain yang menentangnya. Jika tidak demikian, maka teori evolusi sejatinya bukan lagi sesuatu yang ilmiah, tapi sekedar dogma asas tunggal yang diyakini buta dengan cara menindas kebebasan diajarkannya pendapat-pendapat ilmiah lain yang berseberangan. [ah/ap/di/sgvt/hidayatullah.com]

Referensi:

Discovery staff (2010) Background on David Coppedge and the Lawsuit Against NASA’s Jet Propulsion Laboratory. Discovery institute, 19 April 2010 (http://www.discovery.org/a/14511#similar, terkunjungi pada 23 April 2010)

Associated Press (2010) JPL worker sues over intelligent design demotion. 19 April 2010 (http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/n/a/2010/04/19/national/a09…, terkunjungi 23 April 2010)

Gallegos E (2010) Intelligent Design proponent who works at JPL says he experienced religious discrimination. San Gabriel Valley Tribune, 18 April 2010 (http://www.sgvtribune.com/news/ci_14909557, terkunjungi 23 April 2010)

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Uap Khas pada Kulit Penyebab Nyamuk Datangi Manusia

Uap Khas pada Kulit Penyebab Nyamuk Datangi Manusia

Bernyanyi Saja Dapat Cegah Kepikunan, Apalagi Ngaji!

Bernyanyi Saja Dapat Cegah Kepikunan, Apalagi Ngaji!

Kosakata Anak Tercemar Lagu Dewasa

Kosakata Anak Tercemar Lagu Dewasa

Berjalan-jalanlah, Kreativitas yang Macet Kembali Lancar

Berjalan-jalanlah, Kreativitas yang Macet Kembali Lancar

Al-Biruni, ‘Jenius Dunia’ dari Masa Emas Islam

Al-Biruni, ‘Jenius Dunia’ dari Masa Emas Islam

Baca Juga

Berita Lainnya