Senin, 29 Maret 2021 / 15 Sya'ban 1442 H

Saintek

Akibat Perang, Anak Iraq Lebih Pendek

Bagikan:

Hidayatullah.com–Pertumbuhan anak-anak di Iraq menjadi terhambat akibat perang. Peneliti menemukan, dalam tiga tahun terakhir anak-anak yang lahir di Irak menjadi lebih pendek 0,8 cm dibanding anak-anak yang lahir di daerah aman.

Peneliti Inggris menemukan hasil itu berdasarkan data dari kantor statistik Iraq. Peneliti melakukan kajian terhadap perkembangan anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Lebih pendeknya anak-anak yang lahir di Iraq ini diyakni karena pola makan dan sanitasi yang buruk. Konflik perang juga semakin merusak kesehatan anak-anak.

Hasil penelitian dari University of London dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Royal Economic Society, seperti dilansir dari BBCNews, Senin (29/3).

Peneliti menilai, ini merupakan masalah serius karena anak-anak yang terlahir di daerah perang terutama di bagian selatan dan tengah Iraq mengalami masalah kesehatan.

Meski anak-anak itu terlahir menjadi lebih pendek, namun peneliti tidak menemukan adanya berat badan yang kurang. Ini menunjukkan bahwa bukan kuantitas makanan yang menjadi masalah tapi kualitasnya.

Anak-anak diberi makan seadanya yang penting kenyang tanpa memperhatikan nilai gizinya. Lebih pendeknya anak-anak Irak saat ini juga ditengarai karena kualitas ibu hamil yang juga menurun.

“Ketinggian anak-anak ini mencerminkan kualitas makanan yang buruk dan seringnya terjangkit penyakit, seperti diare karena tidak adanya pasokan air bersih,” kata Gabriela Guerrero-Serdan bagian ekonomi Royal Holloway, University of London.

Anak-anak perlu diberi gizi cukup agar menjadi menjadi lebih sehat, produktif, dan mampu belajar untuk masa depannya. Anak usia emas hingga 5 tahun menjadi penentu pertumbuhannya ke depan.

Masalah gizi ini juga sebelumnya telah menjadi sorotan Unicef. Asupan nutrisi di bawah normal telah mencuri kekuatan anak dan membuat tubuhnya tidak bisa melawan penyakit yang berbahaya.

Sampai saat ini masalah gizi buruk pada anak-anak di beberapa negara berkembang masih menjadi masalah kesehatan besar yang belum dapat ditangani dengan maksimal.

Laporan Unicef mengungkapkan bahwa masih banyak kematian yang terjadi pada anak-anak terkait dengan pola makan yang buruk. Selain kematian, kerugian lain yang mungkin didapatkan anak adalah memiliki pertumbuhan yang terhambat. [dth/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

Virus Flu Burung Bisa Jadi Senjata Biologis

Virus Flu Burung Bisa Jadi Senjata Biologis

Minum Kopi Kurangi  Risiko Stroke pada Perempuan

Minum Kopi Kurangi Risiko Stroke pada Perempuan

75 Persen Spesies Bumi Bisa Punah akibat Ulah Manusia

75 Persen Spesies Bumi Bisa Punah akibat Ulah Manusia

Menikah Ikut Kurangi Risiko Serangan Jantung?

Menikah Ikut Kurangi Risiko Serangan Jantung?

Ilmuwan Muslim Asal Turki Raih Hadiah Nobel Bidang Kimia 2015

Ilmuwan Muslim Asal Turki Raih Hadiah Nobel Bidang Kimia 2015

Baca Juga

Berita Lainnya