Selasa, 2 Maret 2021 / 19 Rajab 1442 H

Saintek

Penderita Obesitas Rawan Diabetes Tipe 2

Bagikan:

Hidayatullah.com — Hasil kajian yang diterbitkan pada jurnal Cell Metabolism, mengutip ilmuwan yang mengatakan, mereka sepertinya sudah menyingkap rahasia kunci mengapa penderita obesitas beresiko tinggi terkena penyakit diabetes tipe 2.

Sebuah tim yang dipimpin oleh Matthew Watt, associate professor di Universitas Monash Sydney, menyingkap bahwa sel lemak mengeluarkan protein yang disebut PEDF (pigment epithelium-derived factor), yang memicu serangkaian proses interaksi yang menuju pada pembentukan penyakit diabetes tipe 2.

“Ketika PEDF dikeluarkan dan masuk ke aliran darah, hal itu menyebabkan otot dan liver tidak sensitif atau tidak mengenali adanya insulin dalam darah. Pankreas kemudian memproduksi lebih banyak insulin untuk mengatasi ‘ketidakadaan’ insulin tersebut.”

Pembuatan insulin yang terus menerus ini menyebabkan pankreas itu sendiri kelebihan beban kerja, atau lebih tepatnya kemampuannya menurun hingga tak berproduksi lagi, yang mana hal itu menjadi penyebab terjadnya diabetes tipe 2.

Sepertinya semakin tebal lapisan lemak seseorang, maka tubuh akan semakin tidak sensitif terhadap insulin. Hal itu menyebabkan lebih banyak lagi insulin yang diminta untuk menjaga kadar glukosa dalam darah,” kata Watt.

“Penelitian kami menujukkan tidak hanya PEDF yang meningkat ,bisa menyebakan diabetes tipe 2, namun juga jika PEDF dihalangi, bisa meyebabkan terjadinya proses yang sebaliknya. Tubuh seseorang akan kembali sensitif terhadap insulin, yang berarti tidak memerlukan insulin yang berlebih agar tubuh tetap seimbang.”

Watt mengatakan bahwa penelitian terdahulu membuktikan bahwa PEDF juga mencegah terjadinya penyempitan arteri dan pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan, serta menjaga sistem saraf tetap sehat. Namun katanya juga, obat-obatan baru paling tidak lima tahun lagi baru bisa diproduksi.

Percobaan itu sendiri dilakukan terhadap tikus. Namun dari penelitian lain diketahui bahwa protein PEDF dalam jumlah tinggi ini banyak ditemukan pada orang pengidap diabetes tipe 2. Ini berarti, proses yang ditemukan pada tikus, bisa jadi menunjukkan adanya proses serupa pada manusia. [di/an/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Administrator

Bagikan:

Berita Terkait

WHO: Setiap 40 Detik Satu Orang Lakukan Bunuh Diri

WHO: Setiap 40 Detik Satu Orang Lakukan Bunuh Diri

Berhenti Merokok Bisa Mengurangi Stres

Berhenti Merokok Bisa Mengurangi Stres

Pekerja Keras? Waspadai Jantung Anda

Pekerja Keras? Waspadai Jantung Anda

Otak Orangtua Berfungsi Optimal di Pagi Hari

Otak Orangtua Berfungsi Optimal di Pagi Hari

Obat Flu Babi, Berbahaya!

Obat Flu Babi, Berbahaya!

Baca Juga

Berita Lainnya