Ahad, 14 Februari 2021 / 2 Rajab 1442 H

Saintek

Guru Inggris: Ajarkan Penciptaan Disamping Evolusi

Bagikan:

Tokoh evolusionis Inggris semakin gundah dan khawatir. Ini karena semakin membesarnya dukungan agar teori evolusi tidak diajarkan sebagai dogma tunggalHidayatullah.com–Jajak pendapat baru-baru ini tampaknya membuat kalangan evolusionis, khususnya di Inggris, semakin tidak bisa tidur nyenyak. Pasalnya terungkap dalam jajak pendapat bahwa para siswa di hampir sepertiga dari seluruh sekolah di Inggris telah belajar tentang penjelasan asal-usul alam semesta menurut penjelasan Penciptaan. Bahkan guru-guru pelajaran ilmu pengetahuan alam berpendapat bahwa hal itu perlu diajarkan selama pelajaran di sekolah.Sebagaimana dilaporkan www.telegraph.co.uk, 7 November 2008, dengan judul “One in three teachers says teach creationism alongside evolution” (Satu dari tiga guru berkata: ajarkan Penciptaan beriringan dengan evolusi), temuan ini mendukung pandangan Prof. Michael Reiss. Sebelumnya dilaporkan bahwa akibat tekanan kuat kalangan evolusionis, Prof. Reiss dipaksa mengundurkan diri sebagai direktur pendidikan di Royal Society, lembaga ilmiah bergengsi di Inggris, setelah dalam pidatonya ia menganjurkan agar Penciptaan dimasukkan dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam di sekolah.Jajak pendapat ini melibatkan 1.200 pemirsa Teachers TV, www.teachers.tv. Mengulas hasil yang tidak menyenangkan evolusionis ini, kepala pelaksana Teachers TV berkata: “Hasil jajak pendapat ini membenarkan bahwa perdebatan apakah ada tempat bagi pengajaran Penciptaan di ruang kelas masih sengit.”Ajarkan juga Penciptaan dan Perancangan CerdasDari jajak pendapat itu 31% guru setuju bahwa Penciptaan atau Perancangan Cerdas hendaknya diberi kedudukan yang sama sebagaimana teori evolusi dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Termasuk dalam angka ini, sekitar seperlimanya adalah para guru ilmu pengetahuan alam.Separuh dari mereka yang dilibatkan dalam jajak pendapat itu setuju dengan pandangan Prof. Reiss bahwa melarang penjelasan selain evolusi justru berdampak menghambat tercapainya tujuan kegiatan belajar-mengajar. Jika pelarangan itu dilakukan maka akan menjadikan para murid yang agamis merasa terasingkan, imbuh mereka sebagaimana dilaporkan Alexandra Frean, editor kolom pendidikan di Times Online 7 November 2008 dengan judul “Put creationism on a par with evolution, say third of teachers” (Tempatkan Penciptaan setara dengan evolusi, kata sepertiga guru).Sementara itu sekitar 9 dari 10 peserta jajak pendapat yakin bahwa para guru hendaknya diijinkan memperbincangkan Penciptaan jika para murid memunculkan bahasan tersebut. Demikian papar koran The Guardian 7 November 2008 di bawah tajuk “Creationism should be taught as science, say 29% of teachers” (Penciptaan sepatutnya diajarkan sebagai ilmu pengetahuan, kata 29% guru).Diperkirakan sekitar 10% siswa sekolah negeri di Inggris meyakini pandangan Penciptaan. Rupanya angka yang serendah 10% ini sudah cukup membuat gelisah evolusionis Inggris. Dengan perkembangan ini, sampai-sampai profesor ateis evolusionis, Richard Dawkins, pernah mengecam pemerintah Inggris dan para guru atas sikapnya yang menurut Dawkins tidak patut dengan menghargai para murid dan orang tua yang tidak meyakini teori evolusi.Evolusionis Takut dan CemasSelain kalangan ilmuwan, pendukung teori evolusi lain seperti Terry Sanderson, presiden “National Secular Society” (Perkumpulan Sekuler Kebangsaan), pun merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Ia berkata, “Temuan dalam jajak pendapat itu sungguh sangat mengkhawatirkan. Kini saatnya bagi pemerintah untuk mengeluarkan perintah ke sekolah-sekolah agar Penciptaan tidak diberikan pengakuan dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam. Tempat untuk memperbincangkannya adalah di kelas pendidikan agama.”Rupanya, kedzaliman diktator evolusionis yang telah memaksa pemecatan Prof. Reiss menghasilkan pengaruh yang malah sebaliknya, dan sangat tidak mereka inginkan. Yang terjadi di Inggris malah semakin membesarnya dukungan agar teori evolusi tidak diajarkan sebagai satu-satunya penjelasan asal-usul kehidupan, tanpa ada pembanding lain seperti Penciptaan dan Perancangan Cerdas.Ketakutan evolusionis akan adanya pembanding teori evolusi sebenarnya tidaklah perlu, jika teori evolusi memang ilmiah. Ketakutan itu hanya menjadikan semakin banyak orang penasaran, ada apa gerangan yang disembunyikan di balik teori evolusi sesungguhnya?Mengapa perlu ada seruan agar teori evolusi dilindungi pemerintah melalui undang-undang, bukankah fakta dan bukti ilmiah cukup untuk menegakkan teori evolusi, jika memang ilmiah? Jika menurut evolusionis Penciptaan dan Perancangan Cerdas tidaklah ilmiah, mengapa perlu takut diajarkan bersama-sama dengan teori evolusi? Bukankah teori evolusi tidak perlu dipaksakan agar wajib diyakini siswa melalui undang-undang negara, karena teori evolusi bukanlah dogma dan agama? Bukankah para murid perlu dididik kritis dan cerdas, sehingga bisa membedakan sendiri mana yang ilmiah dan mana yang palsu?Segala perkembangan yang terjadi seputar teori evolusi ini merupakan isyarat bahwa publik sudah semakin cerdas. Serapat apa pun aib ketidakilmiahan teori evolusi disembunyikan, suatu saat pasti masyarakat akan melihatnya. [ah/timesonline/guardian/telegraph/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Riset: Makin Bersyukur, Makin Sehat!

Riset: Makin Bersyukur, Makin Sehat!

Mangkuk Cina Bantah Dongeng Evolusi Manusia

Mangkuk Cina Bantah Dongeng Evolusi Manusia

Remaja Gemar SMS Lakukan Seks Lebih Dini

Remaja Gemar SMS Lakukan Seks Lebih Dini

Delapan Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Delapan Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Kepala OIF UMSU: Gerhana Matahari Cincin Besok Langka

Kepala OIF UMSU: Gerhana Matahari Cincin Besok Langka

Baca Juga

Berita Lainnya