Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Saintek

Kedzaliman Evolusionis Di Inggris

Bagikan:

Di LIVERPOOL, 6-8 September 2008 lalu diselenggarakan pagelaran iptek, British Association Festival of Science. Dalam kesempatan itu, profesor Michael Reiss, Direktur Pendidikan di lembaga ilmiah bergengsi Inggris the Royal Society, berpidato dengan judul Should creationism be a part of the science curriculum? (Haruskah paham penciptaan menjadi bagian kurikulum ilmu pengetahuan?).

Ia memaparkan hasil penelitiannya bahwa jumlah mereka yang meyakini penciptaan dan perancangan cerdas semakin bertambah di Inggris dan di negara lain.

“Saya berpendapat bahwa kita mesti menyikapi sungguh-sungguh dan penuh hormat terhadap perhatian para siswa yang tidak menerima teori evolusi sembari tetap mengajarkan mereka teori evolusi,” kata prof. Reiss.

Bersikap lunak

Prof. Reiss adalah evolusionis dan menganjurkan teori evolusi sebagai satu-satunya teori yang diajarkan di sekolah. Ia sama sekali tidak setuju diajarkannya penciptaan dan perancangan cerdas karena dianggapnya bukan bagian ilmu pengetahuan.

Namun dalam pidato itu, prof. Reiss sekedar menganjurkan agar para guru bersikap lunak jika ketika mengajar teori evolusi ada siswa yang tiba-tiba berkeberatan dan tidak percaya teori evolusi. Guru hendaknya memberi kesempatan untuk bertukar pendapat.

“Jika pertanyaan atau permasalahan seputar penciptaan dan perancangan cerdas muncul selama pelajaran ilmu pengetahuan, ini dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan sejumlah sisi tentang bagaimana ilmu pengetahuan bekerja misalnya ‘bagaimana penafsiran data, melalui pemikiran kreatif, menyediakan bukti untuk menguji gagasan dan membangun teori,” imbuhnya.

Pidatonya diplintir

Beberapa hari kemudian, prof. Reiss mundur dari jabatannya di The Royal Society. Kebijakan ini mendapat kecaman luas, tak terkecuali media massa yang mengendus adanya tekanan kuat kalangan tertentu yang tidak menyukainya. Siapakah mereka?

Koran The Times 18 September 2008 menurunkan kritikan Tom Whipple berjudul The Royal Society has treated Michael Reiss badly (Royal Society telah memperlakukan Michael Reiss dengan buruk). Menurutnya, kalimat pidato Reiss telah disalahtafsirkan, dikeluarkan dari kerangka utuhnya. Ia menjadi korban hasutan pihak tertentu sehingga nampak seolah mendukung penciptaan.

Kenyataan ini diakui The Royal Society dalam pernyataan resminya, 12 September 2008, yang berbunyi, “The Royal Society menentang penciptaan diajarkan sebagai ilmu pengetahuan. Sejumlah laporan media telah menyalahtafsirkan pandangan prof. Michael Reiss, direktur pendidikan di [Royal] Society yang terucap dalam pidatonya kemarin…”

Kekuatan terselubung

Anehnya, meskipun mengakui bahwa itu adalah kesalahan media massa, empat hari setelah itu, 16 September 2008, The Royal Society memutuskan:

“Sebagian pendapat prof. Michael Reiss baru-baru ini, mengenai masalah penciptaan di sekolah, ketika berbicara sebagai direktur pendidikan the Royal Society, berpeluang untuk disalahtafsirkan. Meskipun itu bukan kehendaknya, ini telah menyebabkan rusaknya citra The [Royal] Society. Alhasil. Prof. Reiss dan the Royal Society telah sepakat bahwa, demi kebaikan The [Royal] Society, ia akan mundur secepatnya dari jabatan Direktur Pendidikan…”

Prof. Reis tidak bersalah, tapi tetap dipaksa mundur. Ini bukti ada dikator minoritas di balik pemecatan ini.

“The Royal Society, yang diharapkan mewakili penelitian terbaik dalam ilmu pengetahuan, tunduk terhadap tekanan sejumlah kecil anggotanya,” tulis Miriam David dari University of London di koran The Guardian, 17 September 2008.

Robin McKie mengulas para evolusionis diktator yang menghendaki pemecatan prof. Reiss ini di koran The Observer 14 September 2008. Mereka adalah Harry Kroto, Richard Roberts, dan Richard Dawkins.

Sebagaimana perilaku evolusionis dogmatis umumnya, mereka tidak membahas secara obyektif dan intelek mengenai isi pidato prof. Reiss, yang merupakan hasil penelitian ilmiahnya di lapangan. Di koran itu mereka cenderung membidik secara subyetif pribadi prof. Reiss dan melakukan pembunuhan karakter dengan menonjolkan status kependetaan prof. Reiss dan kedekatannya dengan Gereja Inggris.

Ini bukti terbaru penindasan evolusionis, yang baru-baru ini difilmkan kisah nyatanya melalui Expelled, www.expelledthemovie.com. Perilaku non-ilmiah dan non-intelektual ini adalah bukti teori evolusi tidak lagi mampu mempertahankan keabsahannya secara intelektual dan ilmiah.

Teori evolusi memang sudah terbukti tidak ilmiah, alias kebohongan, di hadapan temuan ilmiah modern di berbagai bidang ilmu pengetahuan yang justru malah menguatkan fakta penciptaan. Evolusi adalah teori yang didukung karena alasan ideologi ateisme dan materialisme. Wajar jika kini evolusi banyak ditinggalkan orang, sebagaimana temuan prof. Reiss.

Ideologi ateis

Perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini hanya memperkuat kenyataan bahwa teori evolusi adalah ateisme berkedok ilmu pengetahuan. Royal Society is considering casting out God (Royal Society mempertimbangkan membuang Tuhan), ulas Zoë Corbyn di The Times Higher Education, 25 September 2008.

Menurut laporan itu, menyusul kasusnya prof. Reiss, sejumlah pelaku kunci dalam lembaga the Royal Society menginginkan adanya perubahan anggaran dasar pendirian organisasi itu. Perubahan yang dimaksud adalah membuang segala rujukan kata “Tuhan”.

Sebelumnya, dalam sebuah konggres kaum ateis di Northern Virginia, AS, hadir para tokoh evolusionis terkemuka seperti Richard Dawkins, Eugenie Scott, dan keturunan Charles Darwin, Matthew Chapman. Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Atheist Alliance International (Aliansi Ateis Internasional), AS.

Sebagaimana dilaporkan CNSNews tahun lalu dengan tajuk Religion Must Be Destroyed, Atheist Alliance Declares (Agama Wajib Dihanjurkan, Kata Aliansi Ateis), mereka bertekad menghancurkan agama. Dan teori evolusi adalah salah satu propaganda ampuh mereka dalam mencapai tujuan itu, meski sudah terbukti sebagai penipuan yang sama sekali tidak ilmiah. [ah/ guardian/thetimes/www.hidayatullah.com

]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Dampak Negatif Facebook dan Twitter

Dampak Negatif Facebook dan Twitter

Ruang Hijau Bermanfaat bagi Kesehatan dan Mental

Ruang Hijau Bermanfaat bagi Kesehatan dan Mental

Menara Tertinggi Tokyo Sky Tree Resmi Dibuka

Menara Tertinggi Tokyo Sky Tree Resmi Dibuka

Evolusionis Inggris Ketakutan Teorinya Dikritisi

Evolusionis Inggris Ketakutan Teorinya Dikritisi

Sepertiga Orang AS Lebih Rindu Anjing dari Pasangannya

Sepertiga Orang AS Lebih Rindu Anjing dari Pasangannya

Baca Juga

Berita Lainnya