Tanah Amblas di Sukabumi, Ini Penjelasan Badan Geologi

"Masyarakat tetap waspada terhadap amblasan tanah, namun tetap tidak panik maupun terlalu dekat dengan dinding amblasan."

Tanah Amblas di Sukabumi, Ini Penjelasan Badan Geologi
Warga melihat tanah amblas di lahan persawahan Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (07/09/2018). Di bawah lokasi tanah amblas itu terdapat lintasan aliran air selokan bawah tanah.

Terkait

Hidayatullah.com– Tanah amblas terjadi di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Amblasan tanah tersebut berbentuk oval dengan panjang 6,5 meter, lebar empat meter dengan kedalaman enam meter.

Sementara ukuran terowongan tanah yang menyebabkan tanah amblas panjangnya sekitar 50 meter dengan tinggi mulut terowongan 3,2 meter dan lebar 2,5 meter. Terowongan itu memanjang dari arah barat laut menuju tenggara ke Sungai Cigalunggung.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkapkan, lubang berbentuk oval terbentuk karena amblasnya tanah tersebut akibat terowongan tanah yang tergerus oleh aliran air.

“Adanya saluran air di bawah tanah bisa memicu erosi dan menyebabkan tanah amblas. Lokasi terjadi pada lahan sawah, terletak di atas terowongan tanah dan dialiri air dibawahnya,” kata Kepala Tim Peninjauan Badan Geologi, Rustam, Senin (10/09/2018) lansir Antara.

Ia menjelaskan, menurut informasi warga terowongan itu sengaja dibuat untuk mengalirkan air dari Sungai Cigalunggung, namun hasil penyelidikan sementara Badan Geologi menunjukkan terowongan tersebut terbentuk secara alami, bukan buatan manusia.

Di peta geologi regional, lokasi amblasan berada pada formasi batuan gunung api Gede yang pada umumnya bersifat mudah lapuk.

“Saya cenderung ini proses geologi karena ada vulkanik muda, batu yang mudah larut. Tapi karena deras air ini sudah lama puluhan tahun, maka muncul seperti ini (terowongan). Saya cenderung ini alami proses geologi,” katanya.

Dari hasil peninjauan, terowongan tanah tersebut tidak memiliki konstruksi penguat pada dinding dan atapnya, hingga membuat sedikit demi sedikit tergerus oleh aliran air hingga akhirnya amblas.

“Karena terus tergerus menyebabkan adanya rongga bawah tanah yang semakin membesar dan tidak kuat menahan beban tanah di atasnya,” ujar Rustam.

Guna menghindari adanya amblasan lain, menurut Rustam, dinding dan atap sepanjang terowongan tanah tersebut perlu diperkuat agar tanah di atasnya tetap stabil.

“Langkah awalnya perlu dilakukan pembersihan sumbatan tanah amblasan pada terowongan agar aliran air tetap terjaga dan tidak terjadi akumulasi dan luapan air,” katanya.

Ia juga mengimbau warga tidak berada terlalu dekat dengan lokasi amblasan guna menghindari terjadinya perluasan amblasan akibat pelapukan.

“Masyarakat tetap waspada terhadap amblasan tanah, namun tetap tidak panik maupun terlalu dekat dengan dinding amblasan,” ujar Rustam.*

Rep: Admin Hidcom

Editor: Muhammad Abdus Syakur

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , , , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !