Keajaiban Tulang Ekor “The Primary Organizer”

Satu-satunya tulang yang tidak akan dimakan tanah ketika unsur yang lain hancur dan menyatu dengan tanah adalah tulang ekor

Keajaiban Tulang Ekor “The Primary Organizer”

Terkait

Hidayatullah.com–Tulang ekor (‘Ajb Dzamb)  atau dalam bahasa ilmiahnya vetebrae cocigeus menjadi menarik itu dikaji baik dari sisi sains, maupun dari sisi kehancuran alam semesta (kiamat). Hal ini dikarenakan karena tulang ekor memiliki dua dimensi yaitu dimensi awal penciptaan dan dimensi awal dibangkitkan setelah mati.

Sebagaimana diketahui, rangka manusia terdiri dari susunan berbagai jenis tulang yang terhubung oleh sendi dan digerakan oleh otot. Rangka terdiri dari 3 bagian; rangka tengkorak, rangka badan dan rangka alat gerak. Bagian-bagian rangka tersebut saling berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk tubuh. Rangka tubuh mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kelangsungan dan kesempurnaan hidup manusia.

Yang menarik jauh hari Rasulullah pernah bersabda dalam haditsnya:

.” كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ

“Seluruh bagian tubuh anak Adam akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan darinyalah ia dibangkitkan kembali” (HR Muslim. No 2955)

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بَيْنَ النَّفْخَتَيْنِ أَرْبَعُونَ قَالُوا يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَرْبَعُونَ يَوْمًا قَالَ أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ شَهْرًا قَالَ أَبَيْتُ قَالُوا أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَبَيْتُ ثُمَّ يُنْزِلُ اللَّهُ مِنْ السَّمَاءِ مَاءً فَيَنْبُتُونَ كَمَا يَنْبُتُ الْبَقْلُ قَالَ وَلَيْسَ مِنْ الْإِنْسَانِ شَيْءٌ إِلَّا يَبْلَى إِلَّا عَظْمًا وَاحِدًا وَهُوَ عَجْبُ الذَّنَبِ وَمِنْهُ يُرَكَّبُ الْخَلْقُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Diantara dua tiupan adalah empat puluh. “ia berkata, “empat puluh hari? “Aku enggan.” Ia berkata , “empat puluh bulan?” Beliau berkata “Aku enggan.” Lalau beliau berkata, kemudian air turun dari langit, maka mereka tumbuh seperti tumbuhnya tunas.” Beliau berkata, “tidak ada sesuatu yang tersisa kecuali menjadi usang kecuali tulang ekor. Darinyalah makhluk disusun kembali pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Penjelasan tentang dua tiupan adalah empat puluh, bisa empat puluh hari, bulan dan bisa juga empat puluh tahun, maksud dari empat puluh jarak dua tiupan ini adalah Allah yang lebih mengetahui.

Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitabnya yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia Malapetaka akhir zaman, di halaman 370, bahwa maksud dari dua tiupan adalah bisa jadi tiupan kejutan dan tiuoan kematian, atau bisa juga bermakna tiupan kematian dan kebangkitan berdasarkan hadits diatas.

Satu lagi dari hadits Nabi yang terbukti kebenarannya secara ilmiah, adalah tulang ekor. Satu-satunya tulang yang tidak akan dimakan tanah ketika unsur yang lain hancur dan menyatu dengan tanah. Hal ini telah disampaikan Nabi dalam sabdanya 14 abad yang silam. Beliau juga mengatakan bahwa darinyalah dimulai penciptaan dan darinya juga akan dimulai dihidupkan kembali setelah mati, Subhanallah. Padahal saat itu belum ada teknologi dan peralatan canggih yang dapat dipakai untuk meneliti, bahkan para sahabatpun yang mengetahui hadits ini tidak tertarik untuk meneliti ilmu. Karena mereka sangat meyakini bahwa apa yang keluar dari Lisan Rasul adalah wahyu. Ini membuktikan bahwa Rasulullah adalah utusan Allah yang membawa berita benar dari Allah Subhanallah wa Ta’ala.

Adalah Hans Spemann ilmuwan dari Jerman yang meneliti perkembangan sel telur pada hewan. Mereka menemukan bahwa sel sperma yang tekah bercampur dengan sel telur terbagi-bagi hingga beberapa kali sehingga menjadi sebentuk piringan  yang terdiri atas dua lapis sel, selyang pertama berada di atas (epiplast) dan lapisan kedua berada di bawah (Hypoplast). Kedua piringan ini tidak menunjukkan perbedaan sama sekali sehingga akhirnya muncul benang halus pada lapisan yang paling atas yang disebut “benang pertama” atau “benang permulaan (the primary streak atau the primitive streak). Pada ujung benang inti ini terdapat simpul pengikat yang disebut “simpul pertama” (the primary node).

Para peneliti juga menemukan bahwa setelah penciptaan seluruh sistem tubuh janin, pita pertama ini tertarik untuk kemudian tersimpan di ujung tulang punggung tulang belakang. Mereka tercengang ketika menemukan proses penciptaan seluruh sistem tubuh janin yang dilakukan oleh sel-sel pertamadi sepanjang benang pertama dan simpul-simpuilnya. Karena itulah merenya menyebutnya Pengatur Pertama (The Primary Organizer). Dari penelitian yang dilakukan membawa mereka pada kesimpulam bahwa tulang ekor merupakan unsur yang pertama dan penting dalam proses penciptaan manusia.

Hans Spemann pada tahun 1931 dan 1932 terus mencoba melakukan riset, diantaranya ada dua yang terkenal.

Pertama, Hans Spemann dan dan beberapa asistennya mencoba untuk untuk mengisolasi pita pertama (tulang ekor) tersebut dan kemudian menanamkannya pada salah satu gen hewan amfibi. Ternyata sel itu tumbuh pada poros lain di luar poros janin indung yang ditanaminya. Riset ini membuktikan bahwa tulang ekor tidak terpengaruh apa pun meskipun diisolasi dan dipisahkan dari sel indungnya.

Kedua, Hans Spemann dan kawan-kawannya mencoba memindahkan pita pengatur (tulang ekor) direbus sampai mendidih beberapa saat lalu tulang ekor tersebut ditanam pada janin lain. Ternyata, ia tetap menumbuhkan sel-selnya secara mandiri, tidak terpengaruh oleh proses pendidihan itu sama sekali.

Dengan riset-riset yang dilakukan oleh Hans Spemann dan kawan-kawannya, akhirnya pada tahun 1923 dia menperoleh anugerah Nobel dalam bidang biologi sebagai penghargaan atas penemuan pengatur utama (The First Organizer) dan perannya dalam penciptaan seluruh struktur jaringan, organ, dan sistem janin. Ia juga menemukan bahwa organ tubuh ini tidak akan musnah untuk selama-lamanya.

Dengan adanya penemuan atau pembuktian ini menjadi isyarat kuat bahwa apa yang disampaikan oleh Nabi adalah kebenaran yang semuanya bersumber dari Allah. Karena itu ilmu pengetahuan di dunia ini harus dikembalikan kepada Allah sang maha pencipta.

Hal yang menarik untuk diambil hikmahnya adalah setelah ditemukannya oleh Hans Spemann pengatur pertama (The First Organizer) kita jangan sampai lupa bahwa pengatur dari pengatur pertama tersebut adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang maha berkehendak atas segala sesuatu.

.” كُلُّ ابْنِ آدَمَ يَأْكُلُهُ التُّرَابُ إِلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ مِنْهُ خُلِقَ وَفِيهِ يُرَكَّبُ

“Seluruh bagian tubuh anak Adam akan musnah dimakan bumi kecuali tulang ekor. Darinyalah ia diciptakan dan darinyalah ia dibangkitkan kembali” (HR Muslim. No 2955)

Pada Ramadhan tahun 1423 H bertepatan dengan tahun 2003, DR. Utsman Gailan, melakukan penelitian dengan membakar dua rangkaian tulang ekor terakhir dari lima tulang belakang kambing dengan gas selama sepuluh menit hingga benar-benar hitam seperti arang. Seteah itu, disaksikan oleh para guru besar ilmu jaringan di Universitas Shanaa, Mesir. Ia memeriksa tulang belakang yang dibakar itu. Ternyata, MasyaAllah, didapatkan hasil bahwa sel tulang belakang itu sama sekali tidak terpengaruh.

Karenya sains dalam Islam tidak bisa dipisahkan, pendidikan harus kita bangun diatas landasan tauhid bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini dan segala ragam ilmunya adalah bersumber dari Allah. Semoga salah satu keajaiban penciptaan tulang ekor semakin menambah keimanan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Allahu A’lam.*/Mohammad Ramli

Rep: Admin Hidcom

Editor: Cholis Akbar

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.hidayatullah.com dan Segera Update aplikasi hidcom untuk Android . Install/Update Aplikasi Hidcom Android Anda Sekarang !

Topik: , , , , ,

Sebarkan tautan berikut :

Baca Juga Berita Menarik Lainnya !