Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Kesehatan

Termasuk Invermectin, Berikut Obat Covid-19 yang diizinkan BPOM

ivermectin Covid 19
ivermectin Covid 19
Bagikan:

Hidayatullah.com — Invermectin sebagai obat terapi Covid-19 akhirnya mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain Invermenctin, ada juga sejumlah obat lain untuk terapi Covid-19.

Dalam keterangannya, Rabu (14/07/2021), BPOM merincikan obat Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azithromycin dan Dexametason (tunggal) sebagai obat terapi Covid-19.

Ketetapan itu berdasarkan Keputusan Kepala BPOM Nomor HK.02.02.1.2.07.21.281 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor HK.02.02.1.2.11.20.1126 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Persetujuan Penggunaan Darurat sebagai acuan bagi pelaku usaha dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengelola Obat yang diberikan EUA yang mengatur keharusan adanya kontrak antara pemilik EUA dengan apotek dan kewajiban pelaporan bagi fasilitas distribusi dan fasilitas pelayanan kesehatan.

BPOM menyadari, saat ini terdapat kelangkaan obat pendukung penanganan terapi Covid-19 di peredaran. Sehingga diperlukan mekanisme monitor ketersediaan obat pendukung penanganan terapi Covid-19 di peredaran.

Untuk distribusi dilakukan dengan mengunggah data pemasukan dan penyaluran setiap akhir hari kegiatan penyaluran. Lalu mengirimkannya setelah jatuh tempo waktu pengirimannya. Untuk obat kategori keras, setiap tiga bulan. Sedangkan untuk obat yang mengantongi izin penggunaan darurat, setiap dua minggu.

Bagi Puskesmas, Klinik, Rumah sakit, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau Apotek yang ingin memesan obat harus melalui email laporeuasaryan@gmail.com. Format sebagaimana dapat diunduh di https://bit.ly/pelaporanEUASaryan.

Bersama ini diberitahukan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pendistribusian Obat yang diberikan EUA kepada Apotek didasarkan kontrak antara pemilik EUA dengan Apotek.

2. Kontrak antara pemilik EUA dengan Apotek dalam bentuk surat pernyataan sekurangkurangnya memuat:

a. Apotek bersedia mendukung pelaksanaan kualifikasi pelanggan oleh pihak
distributor yang ditunjuk oleh pemilik EUA.

b. Apotek bersedia melakukan pelayanan kefarmasian sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

c. Apotek bersedia melakukan pengelolaan obat yang baik sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

d. Apotek dalam menyerahkan Obat diberikan EUA harus berdasarkan resep dokter.

e. Apotek bersedia mendukung pemantauan pelaksanaan farmakofivigilans yang
dilaksanakan pemilik EUA.

f. Pemilik EUA harus memonitor pelaksanaan butir a sampai dengan butir e di atas.

3. Pendistribusian Obat yang diberikan EUA kepada Apotek dalam jumlah terbatas untuk menghindari penumpukan persediaan di Apotek.

4. Fasilitas distribusi yang mendistribusikan obat yang diberikan EUA wajib melaporkan pemasukan dan penyaluran obat tersebut kepada Badan POM setiap 2 (dua) minggu sekali melalui aplikasi e-was.pom.go.id.

5. Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan/atau Apotek yang menggunakan obat yang diberikan EUA wajib melaporkan pemasukan dan penggunaan obat tersebut kepada Badan POM setiap 2 (dua) minggu sekali melalui email laporeuasaryan@gmail.com dengan perihal “Pelaporan Obat EUA” dan dengan format sebagaimana dapat diunduh di https://bit.ly/pelaporanEUASaryan.

6. Sehubungan dengan terjadinya kelangkaan obat mendukung penanganan terapi Covid-19, termasuk obat yang diberikan EUA dalam di peredaran, maka pelaporan sebagaimana dimaksud angka 4 dan angka 5 di atas untuk periode Juli – September 2021 dilakukan setiap akhir hari kegiatan distribusi atau pelayanan kefarmasian.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Penelitian: Sedih Berlebihan Berisiko Tinggi pada Kematian

Penelitian: Sedih Berlebihan Berisiko Tinggi pada Kematian

polyherbal ekstrak ikan gabus

Polyherbal Ekstrak Ikan Gabus, Daun Kelor dan Temu Lawak bisa Menambah Albumin

Hubungan Tak Sehat Tingkatkan Risiko Kematian

Hubungan Tak Sehat Tingkatkan Risiko Kematian

Bayi Tak Sebaiknya Diberi Susu Sapi

Bayi Tak Sebaiknya Diberi Susu Sapi

Yuk Tersenyum…

Yuk Tersenyum…

Baca Juga

Berita Lainnya