Senin, 27 September 2021 / 20 Safar 1443 H

Kesehatan

PPKM Darurat, Menkes Berlakukan Sertifikat Vaksinasi dan PCR untuk Penerbangan Pesawat

Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Kemenkes Tutup Data Pejabat Negara di Aplikasi "PeduliLindung"
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Bagikan:

Hidayatullah.com — Pemerintah secara resmi menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat di pulau Jawa-Bali pada 03-20 Juli 2021. Kebijakan ini diambil demi menekan laju penularan Covid-19 yang terus alami kenaikan.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pihaknya akan memberlakukan sertifikat vaksinasi dan hasil tes PCR digital sebagai syarat bepergian menggunakan pesawat. Hal ini diambil untuk membatasi mobilitas masyarakat selama masa PPKM Darurat.

Selain itu, untuk mencegah terjadinya pemalsuan sertifikat vaksinasi, Menkes hanya menerima hasil swab PCR/Antigen dari lab yang sudah terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan yang bisa dipakai sebagai syarat penerbangan. Saat ini sudah ada 742 Lab yang terafiliasi dengan Kemenkes.

Data hasil pemeriksaan PCR/antigen di 742 lab yang terafiliasi di bawah Kemenkes ini tersimpan di big data Kemenkes yang diberi nama New All Record atau NAR. Seluruh big data NAR ini terkoneksi dengan aplikasi Pedulilindungi.

Proses check-in dengan aplikasi Pedulilindungi ini akan diuji coba untuk penerbangan rute Jakarta-Bali dan Bali-Jakarta, mulai Senin, 05 Juli 2021 sampai 12 Juli 2021.

“Untuk lab-lab yang belum memasukkan data ke NAR, mulai hari Senin, 12 Juli 2021 hasil swab PCR/antigennya tidak berlaku untuk penerbangan,” demikian keterangan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip dari laman resmi Kemenkes, Senin, (05/07/2021).

Dengan sistem integrasi, Kemenkes akan membuka akses bagi operator transportasi udara untuk melakukan pengecekan kesehatan penumpang secara otomatis dengan menunjukkan QR code di aplikasi Pedulilindungi atau menunjukkan nomor NIK di counter check-in, sehingga penumpang tidak perlu lagi menunjukkan dokumen hardcopy.

Menkes Budi mengatakan dengan mekanisme di atas, maka bisa dipastikan bahwa hanya penumpang yang sehat yang bisa masuk ke pesawat.

“Dengan mekanisme baru ini, maka pengecekan kesehatan penumpang dilakukan saat keberangkatan dan bukan saat kedatangan sehingga bisa membuat para penumpang merasa lebih aman dan nyaman,” tutur Budi.

Mekanisme pengecekan dengan big data NAR ini nantinya akan dilakukan juga pada saat pemesanan tiket di penerbangan maupun secara online, dan akan diperluas ke moda transportasi darat dan laut dalam waktu dekat.

Pada 01 Juli, juga sudah dilaunching pilot project menggunakan QR Code Aplikasi Pedulilindungi di Bali di tempat-tempat publik, terutama hotel dan restoran. Penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat menguatkan mekanisme tracking dan testing yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dan wisatawan dari risiko penularan Covid-19.

Direktur Operasi Angkasa Pura Airports, Wendo Asrul Rose menilai integrasi data kesehatan penumpang dengan aplikasi Pedulilindungi ini merupakan antisipasi dari peningkatan trafik penumpang pesawat udara agar meminimalisasi penularan Covid-19.

Sebagai langkah awal, penumpang pesawat udara sebelum melakukan perjalanan udara adalah wajib menginstall aplikasi Pedulilindungi. Selanjutnya penumpang melakukan proses registrasi dan penumpang mendapatkan user account.

Pada saat melakukan proses testing ke tempat pelayanan kesehatan, ataupun klinik, ataupun rumah sakit, wajib terafiliasi dengan sistem.

“Jadi nanti semua hasilnya akan diupload dimasukkan ke New All Record yang datanya dikelola oleh Kemenkes,” kata Wendo.*

Rep: Azim Arrasyid
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Angka Aborsi Selektif Meningkat di Inggris

Angka Aborsi Selektif Meningkat di Inggris

Menyusui Mendekatkan Hubungan Ibu dan Bayi

Menyusui Mendekatkan Hubungan Ibu dan Bayi

Riset: Gaya Hidup Sehat Makin Perpanjang Umur

Riset: Gaya Hidup Sehat Makin Perpanjang Umur

38 Persen Orang Eropa Terkena Gangguan Otak

38 Persen Orang Eropa Terkena Gangguan Otak

Waspada! Junk Food Bisa Turunkan IQ Anak

Waspada! Junk Food Bisa Turunkan IQ Anak

Baca Juga

Berita Lainnya