Jum'at, 2 April 2021 / 19 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Menggelontor Racun dari dalam Tubuh

Fukuhara, Inc./CORBIS
[Ilustrasi] Makanan penuh serat.
Bagikan:

Oleh dr Sri Septriyani

Racun yang terlalu banyak di dalam tubuh bisa menyebabkan penyakit

Hidayatullah.com–Bagaimana kondisi badan kita saat bangun pada pagi hari, merasa segar dan sehat hingga siap beraktivitas sepanjang hari? Atau merasa amat sangat letih seperti mengangkat beban yang sangat berat? Jika jawabannya ya, bisa jadi tubuh kita saat ini mengandung banyak toksin.

Toksin atau racun  masuk ke dalam tubuh bisa dari mana saja. Zat asing yang bisa menjadi bagian dari sel dan jaringan tubuh ini perlu dikeluarkan karena dapat menyebabkan penyakit. Toksin bisa berasal dari dalam yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan. Bisa juga dari luar yang berasal dari lingkungan, udara, air, atau makanan.

Dari sebuah studi yang dilakukan oleh Mount Sinai school of Medicine terhadap sembilan orang sukarelawan  yang diperiksa urin dan darahnya, ditemukan 167 zat kimia berbeda dengan rata-rata setiap orang mengandung 91 jenis toksin yang berasal dari industri. Di mana toksin yang ditemukan dapat menyebabkan kanker, berbahaya untuk otak dan cacat bawaan.

Menurut Mark Hyman, M.D, seorang pakar gizi, “Ketika tubuh kita penuh racun, setiap sistem di dalam tubuh akan terpengaruh. Dari kepala hingga kaki, keracunan akan membuat kita sakit.”

Allah SWT telah memberikan kemampuan pada tubuh untuk melakukan pembersihan terhadap benda asing, baik kuman maupun racun yang masuk ke dalam tubuh melalui sistem imun yang diberikan. Dan sel-sel tubuh diberi kemampuan untuk memperbaharui diri sendiri ketika rusak. Hanya ketika racun yang masuk sudah terlalu banyak, tubuh tidak mampu lagi untuk mengatasinya. Maka cara yang bisa digunakan adalah dengan melakukan detoksifikasi.

Detoksifikasi adalah suatu proses di mana racun berbahaya dibuang dari tubuh atau dinetralisir. Awalnya, proses ini biasa dilakukan bagi yang mengalami kecanduan obat atau alkohol. Tetapi seiring dengan waktu, melihat kondisi lingkungan saat ini, pola makan dan gaya hidup yang berbeda dengan berpuluh tahun yang lalu, polusi asap di mana-mana, membuat detoksifikasi menjadi suatu keharusan jika kita ingin tetap sehat.

Bagaimana kita tahu bahwa tubuh penuh racun dan perlu dibersihkan? Lihatlah sinyal atau gejala yang diberikan tubuh. Di antaranya; konstipasi /sembelit, sakit kepala yang terus menerus, nyeri otot, kelelahan kronis, alergi, berat badan yang tidak mau turun, dan jerawat atau eksem

Pada pemeriksaan iris mata akan terlihat lingkaran hitam di bagian terluar iris dan garisan-garisan di iris seperti jari-jari roda yang menunjukkan bahwa tubuh mengalami keracunan. Ketika tubuh sudah memberikan sinyal, itu berarti kita harus melakukan detoksifikasi.

Tubuh dapat melakukan pembersihan dirinya melalui organ-organ yang telah diciptakan Allah untuk manusia. Organ yang sering terlibat dalam proses detoksifikasi adalah paru-paru, ginjal, kulit, hati dan usus. Tubuh akan menghilangkan toksin baik secara langsung menetralkannya atau dengan membuangnya melalui urin atau feses dan sebagian kecil melalui paru-paru dan kulit. Selama toksin yang masuk tidak terlalu tinggi, proses detoksifikasi tubuh berjalan dengan baik.

Organ penting yang menjadi target dalam proses pembersihan racun yang efektif adalah hati dan usus.

  1. Hati merupakan organ kompleks yang memiliki peranan penting dalam sebagian besar proses metabolik terutama detoksifikasi. Hati terus menerus dibombardir oleh zat toksik yang dihasilkan secara internal atau eksternal, baik  dari makanan, air minum, udara, serta komponen berbagai herbisida dan pestisida.
  2. Usus termasuk organ yang perlu dibersihkan. Proses pencernaan makanan dimulai dari mulut dan berakhir di usus besar. Saat kita makan, kelenjar yang ada di mulut, lambung, dan empedu akan mengeluarkan enzim untuk membantu kerja sistem pencernaan dalam mengolah makanan. Kerja enzim akan sangat terbantu jika makanan yang masih berada dalam mulut dikunyah sebanyak 33 kali atau lebih. Pada orang yang sehat, dengan kolon yang bersih dan sehat, pembuangan sisa makanan akan berlangsung 2 kali dalam sehari.

Ada berbagai program detoksifikasi yang sering dilakukan. Beberapa ada yang mengkhususkan pada organ seperti hati, ginjal, paru-paru, usus, atau menggabungkan beberapa metode dalam programnya. Program pembersihan ini dapat dilakukan selama seminggu atau secara rutin dalam program harian. Program yang bisa dilakukan :

  1. Sauna. Cara ini untuk membuang racun melalui kulit. Lakukan selama 10 – 15 menit. Di berbagai daerah di Indonesia dikenal berbagai cara sauna untuk mengeluarkan keringat. Selain air, mereka menambahkan berbagai rempah dan herba untuk menambah efek terapi. Hanya, sauna tidak diperbolehkan bagi wanita hamil dan mereka yang mempunyai gangguan pernapasan berat. Setelah melakukan sauna, dianjurkan untuk minum air putih yang banyak.
  2. Puasa. Merupakan program detoksifikasi tertua yang pernah dilakukan manusia. Hippocrates, bapak kedokteran modern, merekomendasikan puasa untuk meningkatkan kesehatan. Bagi kaum Muslimin puasa bukanlah hal yang asing, selain bertujuan ibadah juga bermanfaat untuk kesehatan.

 

  1. Pembersihan usus. Cara terbaik untuk melakukan detoksifikasi usus adalah dengan makan makanan yang mengandung serat tinggi baik sayur atau buah, diutamakan yang mentah dan organik. Dengan makanan cukup serat, pengeluaran sisa makanan akan lancar hingga tidak ada yang bertumpuk di dalam usus dan menyebabkan keracunan. Anjuran lain dari para ahli agar mengkonsumsi buah dan sayur berwarna sebanyak lima porsi atau lebih sebagai bagian dari pola hidup sehat. Hal ini karena di tiap warna dari sayur dan buah terdapat kandungan senyawa fitokimia yang  dapat melindungi kita dari berbagai penyakit dan penuaan dini.

 

Ada berbagai cara melakukan detoksifikasi melalui usus:

  1. Colon cleansingdikombinasi dengan food combining.

2.  Menurut Dr. Mehmet Oz, cara yang dilakukan adalah selama 3 hari. Pagi hari minum teh hijau dengan madu              dan air lemon, sarapan pagi hanya dengan jus buah, diselingi dengan minum probiotik, makan siang dengan              jus sayuran diselingi dengan suplemen omega 3, makan malam dengan jus buah.

3. Hijamah atau Bekam. Menurut Ibnul Qoyyim Al Jauziyyah, hijamah adalah proses pengeluaran darah dari                     permukaan kulit. Bekam merupakan salah satu terapi detoksifikasi karena dengan mengeluarkan darah yang               ada di bawah kulit berarti racun yang terkumpul di bagian kulit akan ikut keluar bersama darah.

Selanjutnya, selama menjalani proses ini dianjurkan untuk minum air putih 8-10 gelas perhari, olah raga teratur, dan konsumsi makanan kaya serat.

Mahabenar Allah yang berfirman: “…Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (Al-A’raf [7]:31) Di lain ayat, Allah SWT juga menganjurkan kita untuk konsumsi makanan yang halal. Ini isyarat bahwa kita harus memilih makanan yang halal dan baik. Makan pun tidak boleh berlebih-lebihan untuk menghindari dari berbagai penyakit, sebab sebagian besar penyakit berasal dari perut.*

*Pengajar Thibun Nabawi

Rep: Bambang S
Editor: Bambang S

Bagikan:

Berita Terkait

Krim Tabir Surya Sebabkan Endometriosis

Krim Tabir Surya Sebabkan Endometriosis

Berjalan 6000 Langkah Setiap Hari Kurangi Risiko Osteoarthritis Lutut

Berjalan 6000 Langkah Setiap Hari Kurangi Risiko Osteoarthritis Lutut

Anak Rewel Makan Dimungkinkan Alami Depresi

Anak Rewel Makan Dimungkinkan Alami Depresi

Tiga Orang Lagi Meninggal Terkena MERS

Tiga Orang Lagi Meninggal Terkena MERS

Ayam Prancis Jadi Petugas Kebersihan

Ayam Prancis Jadi Petugas Kebersihan

Baca Juga

Berita Lainnya