Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Penelitian: Senyawa Racun Lebah Madu Mampu Hancurkan 100 Persen Sel Kanker Payudara

Bagikan:

Hidayatullah.com– Sebuah senyawa kuat yang diekstrak dari racun lebah madu dapat dengan cepat menghancurkan 100 persen sel kanker payudara yang agresif dengan kerusakan minimum pada sel normal. Penelitian terbaru ini tim peneliti Australia.

Dikutip laman Xinhua, kepala penelitian Dr. Ciara Duffy dari Harry Perkins Institute of Medical Research dan The University of Western Australia, mengatakan bahwa senyawa bernama melittin itu belum pernah diuji secara ekstensif perihal sifat antikankernya pada berbagai subtipe kanker payudara, termasuk kanker payudara triple negatif yang agresif.

“Belum pernah ada yang membandingkan efek racun lebah madu atau melittin di semua ragam subtipe kanker payudara dan sel normal,” ujar Duffy. “Kami menemukan bahwa baik racun lebah madu maupun melittin secara signifikan, selektif, dan cepat dapat mengurangi viabilitas kanker payudara triple negatif dan sel kanker payudara yang kelebihan (protein) HER2,” tambahnya.

Selain mampu membunuh sel kanker payudara dengan cepat, melittin juga menunjukkan efek luar biasa lainnya dalam menghentikan penyebaran kanker. Selain menghentikan penyebaran kanker, melittin meningkatkan efektivitas obat kemoterapi yang selama ini telah ada terhadap kanker.

“Kami mengamati bagaimana racun lebah madu dan melittin memengaruhi jalur pensinyalan kanker, pesan kimiawi yang fundamental bagi pertumbuhan dan reproduksi sel kanker, dan kami menemukan bahwa jalur pensinyalan ini dengan sangat cepat kemudian tertutup,” ujarnya. “Kami menemukan bahwa melittin dapat digunakan dengan molekul kecil atau kemoterapi, seperti (obat) doksetaksel, untuk mengobati jenis kanker payudara yang sangat agresif. Kombinasi antara melittin dan doksetaksel sangat efisien dalam mengurangi pertumbuhan tumor pada tikus.”

Selanjutnya, para peneliti tersebut akan menilai metode yang optimal untuk pemberian melittin, serta tingkat toksisitas dan toleransi dosis maksimum dalam uji klinis. *

Rep: Insan Kamil
Editor: Insan Kamil

Bagikan:

Berita Terkait

Jangan Andalkan Wikipedia untuk Mengetahui Kesehatan

Jangan Andalkan Wikipedia untuk Mengetahui Kesehatan

MasyaAllah, Umur Tiga Tahun Kecanduan Alkohol

MasyaAllah, Umur Tiga Tahun Kecanduan Alkohol

Rumah Sakit Tangguhkan Studi, karena Terlalu Banyak Donasi

Rumah Sakit Tangguhkan Studi, karena Terlalu Banyak Donasi

Awas! Ayah Perokok, Anak Berpotensi Kanker

Awas! Ayah Perokok, Anak Berpotensi Kanker

HIV-AIDS di Bali Ditularkan Lewat Tato

HIV-AIDS di Bali Ditularkan Lewat Tato

Baca Juga

Berita Lainnya