Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Autis Tak Bisa Sembuh? Siapa Bilang!

skr/hidayatullah.com
[Ilustrasi] Anak autis.
Bagikan:

Hidayatullah.com– Dunia seperti runtuh. Begitulah perasaan kebanyakan orangtua begitu tahu anaknya menderita autis.

Penyakit ini memang aneh. Selain anak sulit berkomunikasi, penyakit ini membuat anak asyik dengan dunianya sendiri. Ia seperti tidak peduli dengan lingkungannya. Dan stigma yang muncul, penyakit ini tak bisa disembuhkan!

Padahal tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan. Khususnya autis, Rudy Sutadi sudah membuktikan.

Baca: Autis dapat Disembuhkan dengan Dua Cara Ini

Banyak anak asuhnya, yang semula autis akut, terbukti sembuh total. Bahkan bisa menembus beberapa perguruan tinggi ternama di negeri ini.

“Dengan metode yang tepat, dan memohon ridha Allah, insyaAllah autis bisa disembuhkan,” katanya dalam rilisnya diterima hidayatullah.com Jakarta, Jumat (03/11/2017).

Rudy mengingatkan, jika metodenya tidak tepat, anak bukannya sembuh, malah penyakit anak tambah parah.

Rudy adalah dokter spesialis anak yang menjadi rujukan utama terapi autis. Dia ahli dua metode utama terapi autis, yakni ABA (Applied Bahavior Analysis) dan BIT (Biomedical Intervention Therapy).

Baca: Faktor Genetik dan Lingkungan Sama Jadi Penyebab Autisme

Insyaallah, Sabtu (04/11/2017) besok Rudy akan hadir di Surabaya, Jawa Timur, memberi pelatihan terapi autis.

Bertempat di Pesantren Hidayatullah, Jalan Kejawan Putih Tambak, pelatihan diagendakan berlangsung mulai pagi hingga sore. Peserta berlaku untuk umum. Yang berminat bisa menghubungi 0818 522 569 (WA).*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Rajin Bekerja Mengurangi Resiko Alzheimer

Rajin Bekerja Mengurangi Resiko Alzheimer

Yakin, Minuman Manis Sebabkan Obesitas

Yakin, Minuman Manis Sebabkan Obesitas

Teh Hijau Bantu Pangkas Kolesterol

Teh Hijau Bantu Pangkas Kolesterol

Anak Pengidap Kegemukan Meningkat

Anak Pengidap Kegemukan Meningkat

Perempuan Lebih Sering Terkena Serangan Jantung daripada Laki-laki

Perempuan Lebih Sering Terkena Serangan Jantung daripada Laki-laki

Baca Juga

Berita Lainnya