Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Teh Hijau Bantu Tingkatkan Kemampuan Kognitif  pada Penderita Down Sindrom

Bagikan:

BAHAN kimia dalam teh hijau terbukti meningkatkan kemampuan kognitif pada pengidap down sindrom, demikian menurut para ilmuwan dan dokter pada Selasa (7/6/2016).

Pemberian teh hijau yang mengandung bahan epigallocatechin gallate, menyebabkan peningkatan skor dalam tes memori dan perilaku, kata mereka dalam penelitian yang dipublikasikan di The Lancet Neurology, seperti dikutip dari AFP dan Antara.

Hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa bahan tersebut mampu mengubah cara saraf saling terhubung.

Sebanyak 84 orang dewasa dilibatkan dalam percobaan klinis selama setahun. Mereka dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok diberikan suplemen teh hijau tanpa kafein yang mengandung 45 persen epigallocatechin gallate, begitu juga dengan pelatihan kognitif secara online setiap minggu.

Kelompok kedua mendapatkan pelatihan serupa tapi menelan plasebo, bukan suplemen itu.

Subjek kemudian melakukan tes kognitif setelah tiga, enam dan 12 bulan.

Ada sedikit perubahan, bahkan hampir tidak ada pada sebagian besar kategori. Tetapi untuk kategori kemampuan mengingat pola, daya ingat verbal, dan perilaku adapatif dari kelompok “teh hijau” mencetak nilai jauh lebih baik. Nilai tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu.

Hasil positif itu terus berlanjut hingga enam bulan setelah percobaan berakhir.

“Ini pertama kalinya satu pengobatan menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan kognitif pada mereka yang mengidap sindrom ini,” kata Mara Dierssen, penulis senior dalam penelitian itu sekaligus seorang peneliti di Centre for Genomic Regulation di Barcelona.

Meskipun cukup signifikan, katanya dalam sebuah pernyataan, hasil itu tidak boleh ditafsirkan sebagai “sembuh”.

“Namun, itu bisa menjadi alat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.”

Para ahli yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut menyebut hasil itu menggembirakan dan “hasil karya yang penting.”

Pada saat bersamaan, mereka memperingatkan bahwa temuan itu harus divalidasi dalam uji coba tambahan.

Down sindrom adalah kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental yang disebabkan kelainan genetik dan dialami sekitar satu dari 1.000 orang, menurut WHO.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Pemerintah Akan Kirim SMS ke Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19

Pemerintah Akan Kirim SMS ke Masyarakat Penerima Vaksin Covid-19

Industri Porno AS Terhenti Setelah Diguncang Sifilis

Industri Porno AS Terhenti Setelah Diguncang Sifilis

Volume Otak akan Menyusut Jika Kurang Vitamin B12

Volume Otak akan Menyusut Jika Kurang Vitamin B12

Polusi Udara Jalan Raya Pengaruhi Janin Ibu Hamil

Polusi Udara Jalan Raya Pengaruhi Janin Ibu Hamil

Anak Gendut Rawan Problem Sosial

Anak Gendut Rawan Problem Sosial

Baca Juga

Berita Lainnya