Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Studi: Daya Ingat Penderita Obesitas Lebih Lemah

Kebiasaan nyamil saat menonton televisi dapat menimbulkan obesitas. Kondisi ini menjadikan ia lupa terhadap apa yang baru dimakannya dan semakin menumbuhkan keinginan untuk nyamil.
Bagikan:

ORANG yang kelebihan berat badan memiliki ingatan lebih lemah dibandingkan teman-teman mereka yang lebih kurus, ungkap satu studi.

Tes yang dilakukan terhadap 50 orang menunjukkan bahwa kelebihan berat badan terkait dengan buruknya “memori episodik” atau kemampuan untuk mengingat pengalaman masa lalu.

Studi yang dimuat Quarterly Journal of Experimental Psychology itu menyebutkan, ingatan yang samar tentang makan yang terakhir disantap, bisa membuat orang makan berlebihan.

Akan tetapi, aspek lain dari memori –seperti pengetahuan umum– tidak terpengaruh.

Percobaan terbaru menilik memori episodik –ibarat pita video dalam pikiran kita– yang mengingat bau secangkir kopi atau perasaan dalam memegang tangan seseorang.

Lima puluh orang dengan Indeks Masa Tubuh (Body Mass Index BMI) mulai dari 18 (sehat) ke 51 (sangat gemuk) mengambil bagian dalam tes memori.

Mereka harus “menyembunyikan” benda di waktu yang berbeda-beda dan pada adegan berbeda yang ditampilkan di layar komputer.

Mereka kemudian harus mengatakan apa yang telah mereka sembunyikan, kapan dan di mana.

Hasil tes menunjukkan, orang gemuk mencatat angka 15% lebih rendah dibanding orang kurus.

Dr Lucy Cheke, dari University of Cambridge, mengatakan kepada BBC News, yang disiarkan Sabtu (27/2/2016): “Kesimpulan kami adalah, makin tingginya BMI terkait dengan mengurangnya ketajaman ingatan, tapi ini tak mengarah pada ingatan kosong atau amnesia.

“Namun jika ingatan orang tak begitu tajam tentang apa yang disantap terakhir, bisa mengakibatkan berkurangnya kemampuan untuk mengatur berapa banyak yang akan dimakan nantinya.”

Hormon yang mengatur rasa lapar memainkan peran penting dalam apa yang kita makan, namun diakui bahwa pikiran kita pun memainkan peran kunci pula.

Orang yang menonton televisi sambil makan, cenderung makan lebih banyak, dan lapar lebih cepat nantinya.

Dr Cheke menyimpulkan: “terlalu awal untuk merumuskan lebih pasti, namun jelaslah kita mulai mendapat gambaran tentang suatu mekanisme obesitas.”*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Penting, Memperkenalkan Pengetahuan Gizi kepada Anak Sejak Dini

Penting, Memperkenalkan Pengetahuan Gizi kepada Anak Sejak Dini

Perokok Pengidap Kanker Prostat Meregang Nyawa

Perokok Pengidap Kanker Prostat Meregang Nyawa

Bekerja 8 Jam di Depan Komputer Bisa Sebabkan Mata Kering

Bekerja 8 Jam di Depan Komputer Bisa Sebabkan Mata Kering

Krim Tabir Surya Tidak Sepenuhnya Cegah Kanker Kulit

Krim Tabir Surya Tidak Sepenuhnya Cegah Kanker Kulit

Adegan Film Picu Remaja Jadi Perokok

Adegan Film Picu Remaja Jadi Perokok

Baca Juga

Berita Lainnya