Senin, 25 Oktober 2021 / 19 Rabiul Awwal 1443 H

Kesehatan

Perusahaan Kanada Jual Udara Segar dalam Botol di China

Getty Image/AFP
Polusi udara di China
Bagikan:

Hidayatullah.com–Dua sahabat mencoba bercanda di situs dagang elektronik e-Bay. Moses Lam dan Troy Paquette memasukkan udara dalam sebuah paket dan menjualnya pada harga beberapa sen.

Setahun kemudian, Lam dan Paquette melalui perusahaan mereka Vitalitas Air sedang gigih memenuhi permintaan rakyat China yang membeli produk mereka: udara segar dari Pegunungan Rocky kemasan.

Udara segar dijual

Udara segar dalam kemasan botol

Botol udara berkapasitas 7.7 liter misalnya dijual pada harga 100 yuan (RM67). Harga ini 50 kali lebih mahal dibandingkan sebotol air mineral di China.

“Pengiriman 500 botol pertama kami habis terjual dalam waktu empat hari,” ujar Lam dalam wawancara telepon dikutip The Telegraph.

Kebanyakan pelanggan perusahaan yang berbasis di Edmonton itu datang dari timur laut dan selatan China, yang sudah biasa menerima peringatan polusi.

China kini berhadapan dengan polusi udara yang kritis. Selasa lalu, kantor berita Xinhua memperbarui akun Twitter dengan menampilkan gambar kota Shanghai yang hampir lenyap ditelan kabut.

Menurut Harrison, Wakil Vitalitas Air di China, kebanyakan pembeli adalah golongan wanita berpenghasilan tinggi yang membeli pasokan udara segar kepada keluarga atau menjadikannya sebagai hadiah.

“Di China, udara segar merupakan satu kemewahan,” ujar Wang.*

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Asap Rokok di Dalam Rumah Memberi Polusi Lebih Berat

Asap Rokok di Dalam Rumah Memberi Polusi Lebih Berat

Riset Terbaru: Ternyata Rokok Mengandung Darah Babi

Riset Terbaru: Ternyata Rokok Mengandung Darah Babi

Statins Obat Penurun Kolesterol Berbahaya

Statins Obat Penurun Kolesterol Berbahaya

Aborsi Sebabkan Gangguan Mental Wanita

Aborsi Sebabkan Gangguan Mental Wanita

Singapura: Bayi yang Dilahirkan Wanita Penderita Covid-19 Memiliki Antibodi Virus

Singapura: Bayi yang Dilahirkan Wanita Penderita Covid-19 Memiliki Antibodi Virus

Baca Juga

Berita Lainnya