Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Memaafkan Orang Lain Menyehatkan Mental

Bagikan:

SEKALIPUN terkadang tak mudah, namun membiarkan diri Anda memaafkan kesalahan orang lain bisa melindungi diri dari depresi, menurut studi dari Universitas Missouri.

Dalam studi itu, para peneliti melibatkan sekitar 1000 orang dewasa berusia lebih dari 67 tahun, untuk memahami bagaimana memaafkan bisa berpengaruh pada kesehatan mental dan depresi.

Peneliti menemukan, khususnya perempuan yang memaafkan kesalahan orang lain, cenderung berkurang risikonya mengalami depresi, terlepas apakah mereka dimaafkan orang lain ataupun tidak.

Sementara itu, pada laki-laki, berbeda halnya. Laki-laki justru dilaporkan masih mengalami depresi tinggi jika merasa tak dimaafkan orang lain, sekalipun mereka telah memaafkan orang lain.

Studi sebelumnya memperlihatkan, laki-laki dan perempuan mengatasi depresi secara berbeda. Para perempuan relatif merasa lebih lega atau bahagia saat mereka telah memaafkan dan berempati pada orang lain. Sementara laki-laki tak demikian.

“Memang tak nyaman saat kita merasa orang lain belum memaafkan kita karena suatu kesalahan. Saat kami berpikir soal karakteristik orang-orang, nampaknya orang yang pemaaf menerima fakta kalau orang lain belum memaafkan mereka,” kata penulis studi, Christine Proulx dari Departemen Pembangunan Manusia dan Ilmu Keluarga, Universitas Missouri.

Menurut peneliti, semakin orang bertambah tua, mereka cenderung akan lebih memaafkan orang lain. Hal ini, khususnya bagi perempuan, bermanfaat bagi kesehatan mental mereka.

Studi sebelumnya telah menunjukkan, orang yang memaafkan orang lain lebih mungkin melupakan pengalaman-pengalaman negatif dan memberikan keleluasaan untuk fokus pada pengalaman positif.

Selain itu, memaafkan juga berdampak positif bagi kesehatan fisik seseorang. Menurut studi itu, menyimpan rasa dendam ternyata mampu mengganggu kebugaran. Demikian seperti dilansir Medical Daily dan Antara.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

23 Tahun Ganti Kelamin, Ingin Jadi Pria Lagi Setelah Usianya Uzur

23 Tahun Ganti Kelamin, Ingin Jadi Pria Lagi Setelah Usianya Uzur

Perokok Sulit Tidur

Perokok Sulit Tidur

Penanganan Stunting, Menko PMK Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Penanganan Stunting, Menko PMK Ajak Semua Pihak Gotong Royong

Awas! Hot Dog Sebabkan Kanker

Awas! Hot Dog Sebabkan Kanker

Hutan Ziika

Hutan Ziika

Baca Juga

Berita Lainnya