Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Kekurangan Vitamin D Saat Anak-anak Beresiko Masalah Jantung Saat Dewasa

Bagikan:

ORANGTUA perlu memperhatikan asupan vitamin D pada anak-anaknya. Satu studi yang dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan, kekurangan vitamin D saat masa anak-anak dan remaja dapat meningkatkan risiko masalah jantung saat dewasa.

Dalam studi itu, para peneliti mengamati hubungan antara kekurangan vitamin D dan peningkatan ketebalan arteri, juga disebut peningkatan ketebalan karotid intima (IMT).

Mereka lalu menganalisa 2.148 orang partisipan dan mengukur tingkatan vitamin D mereka yang berusia tiga hingga 18 tahun. Menurut mereka, vitamin D optimalnya berada di angka 30 dan 50.

Para peneliti lalu memeriksa arteri para partisipan berusia 30 hingga 45 tahun. Penebalan arteri dipercaya merupakan faktor risiko berkembangnya penyakit jantung.

“Hasil studi kami memperlihatkan hubungan antara level vitamin D di bawah angka 25 di masa kanak-kanak dan meningkatnya risiko aterosklerosis subklinis,” kata penulis studi dari Universitas Turku di Finlandia, Markus Juonala.

“Hubungan ini tergantung faktor risiko kardiovaskular, termasuk tekanan darah, lipid cerium, merokok, diet, aktivitas fisik, obesitas dan status sosio-ekonomim,” tambah dia, seperti dilansir Fox News.

Para peneliti mencatat, temuan studi hanya menunjukkan hubungan antara kekurangan vitamin D dan ketebalan pembuluh arteri saat dewasa, bukan stroke dan risiko penyakit jantung.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Flu Babi Mewabah di Palestina 9 Meninggal Dunia

Flu Babi Mewabah di Palestina 9 Meninggal Dunia

Usia Bertambah, Tetap Lakukan Pola Hidup Sehat

Usia Bertambah, Tetap Lakukan Pola Hidup Sehat

Kemenkes Tegaskan, Semua RS Wajib Layani Pasien Gawat Darurat

Kemenkes Tegaskan, Semua RS Wajib Layani Pasien Gawat Darurat

Lalat Bisa Digunakan Bantu Temukan Obat Alzheimer

Lalat Bisa Digunakan Bantu Temukan Obat Alzheimer

Kemenkes: Susu Kental Manis Lebih Banyak Mengandung Gula dan Lemak daripada Protein

Kemenkes: Susu Kental Manis Lebih Banyak Mengandung Gula dan Lemak daripada Protein

Baca Juga

Berita Lainnya