Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

“Ketindihan” Saat Tidur terkait Gangguan Kesehatan

Ilustrasi: orang tidur
Bagikan:

Hidayatullah.com–Di Indonesia, ada yang menyebut fenomena ini ‘rep-repan’ atau ‘ketindihan’. Gejalanya: Saat tidur, anda merasa dalam bahaya tetapi tidak bisa bangun, bersuara atau bergerak. Di dunia medis, kejadian ini dinamakan ‘Sleep Paralysis’.

Sleep Paralysis

Tak hanya di Indonesia, di tempat-tempat lain di dunia pun ada yang menganggap bahwa gejala ini karena ada makhluk halus yang menindih anda.

Meskipun di dunia medis pendapat ini tentu tak diakui, namun ‘sleep paralysis’ tetap dianggap mengkhawatirkan karena mungkin bisa mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup.

“Saat saya tidur, saya tiba-tiba bisa membuka mata, melihat sekeliling, dan menyaksikan apa yang terjadi di kamar tidur saya,” cerita Kristy, salah seorang yang pernah mengalami sleep paralysis dikuti laman Radio Australia.

“Rasanya ada seseorang yang menekan saya. Ada sesuatu yang berat di atas dada saya. Dan saya bisa dengar ada suara langkah kaki yang menakutkan, ada suara keras.”

Kemudian, Kristy berusaha memberitahu pasangannya, yang tidur di sebelahnya. “Saya tak bisa berteriak, tak bisa bicara, tak bisa bergerak, tak bisa apa-apa. Benar-benar lumpuh,” tuturnya.

Setelah beberapa tahun mengalami ini, Ia kini tahu cara menanganinya.

“Saya langsung menenangkan diri, karena saya sadar bahwa ini hanyalah serangan [sleep paralysis] dan semua akan baik-baik saja, kemudian saya tidur lagi,” ucap Kristy.

Ia sudah meneliti tentang sleep paralysis di internet, dan akan meminta bantuan dokter untuk mengatasinya.

Luke Thomson, seorang ilmuwan yang meneliti soal tidur, menyatakan bahwa sejak dulu sleep paralysis dikaitkan dengan makhluk-makhluk halus di malam hari.

Thomson menjabat ketua ilmuwan lembaga SNORE Australia, yang memiliki sejumlah pusat pelayanan gangguan tidur di Australia.

Menurutnya, sleep paralysis terjadi saat tubuh kita bolak-balik antara satu tahap dalam proses tidur ke tahap lainnya.

“Saat tidur, kita mengalami tidur non-REM berbeda, yang sifatnya pasif, dan tidur REM, yaitu saat kita bermimpi secara aktif,” ucap Thomson.

REM adalah singkatan dari rapid eye movement, atau gerakan mata cepat.

Sleep paralysis terjadi saat ‘tombol’ yang mengatur gerakan tubuh kita mengalami gangguan.

“Saat ‘tombol’ itu rusak, dan itu tidak melumpuhkan anda, maka anda bisa berlaku seperti yang terjadi dalam mimpi anda,” ucap Thomson,

“Tapi, di sisi lain, anda bisa bisa juga berpindah dari tahap tidur REM namun tidak bergerak. Anda tidak bangun, tapi juga tidak sedang mengalami tahap tidur REM.”

Menurut Thomson, sleep paralysis sering terjadi di dini hari dan biasanya ada hubungannya dengan gangguan lain yang disebut narcolepsy, yaitu selalu merasa lelah.*

Rep: Anton R
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

Konsumsi Buah Kurangi Risiko Penyakit Kardiovaskuler

Konsumsi Buah Kurangi Risiko Penyakit Kardiovaskuler

Konsumsi Ikan Lahirkan Anak Cerdas dan Pandai Bergaul

Konsumsi Ikan Lahirkan Anak Cerdas dan Pandai Bergaul

Autis dapat Disembuhkan dengan Dua Cara Ini

Autis dapat Disembuhkan dengan Dua Cara Ini

Rokok Membunuh 37,6 Persen Pria Turki

Rokok Membunuh 37,6 Persen Pria Turki

Manfaat Puasa Senin Kamis Bagi Kesehatan yang Harus Diketahui

Manfaat Puasa Senin Kamis Bagi Kesehatan yang Harus Diketahui

Baca Juga

Berita Lainnya