Kamis, 20 Januari 2022 / 16 Jumadil Akhir 1443 H

Kesehatan

Berbagi Tempat Tidur Bisa Membahayakan Bayi

Ilustrasi.
Bagikan:

BERBAGI tempat tidur merupakan salah satu faktor terbesar penyebab kematian mendadak bayi, terutama bayi yang baru lahir, kata peneliti Amerika Serikat.

Enam puluh sembilan persen bayi yang meninggal secara mendadak ternyata berbagi tidur dengan orang lain saat kejadian, seperti diberitakan The Journal Pediatrics.

Penemuan tersebut berdasarkan data pemerintah perihal 8.207 penyebab kematian bayi dari 24 negara bagian AS mulai tahun 2004 – 2012.

Peneliti menemukan risiko tersebut berbeda bagi bayi berusia tiga bulan dan dengan bayi berusia empat hingga 12 bulan.

Risiko bayi berusia usia tiga bulan yang meninggal akibat tidur bersama orang sebanyak 73.8 persen, sedangkan bayi empat hingga 12 bulan  58.9 persen.

Tidur bersama didefinisikan sebagai tidur di tempat tidur orang dewasa, baik berdekatan ataupun berdampingan.

Bayi  yang meninggal ketika tidur sebagian besar ditemukan dalam keadaan perutnya tertutup selimut atau binatang berbobot di sekitar mereka.

The American Academy of Pediatrics menganjurkan bayi tidur pada permukaan yang keras, seperti di boks bayi berdekatan dengan orang tuanya. Tetapi tidak berada di tempat tidur yang sama dengan mereka yang lebih dewasa.

Hal ini untuk menghindari bahaya bayi tidak mendapatkan oksigen.

Tempat tidur bayi juga seharusnya dirapikan sebelum bayi tidur. Bantal, selimut dan mainan sebaiknya dijauhkan dari tempat tidur bayi, kata AAP, seperti dikutip Antara.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

WHO: Flu Burung H7N9 Lebih Berbahaya Dibanding H5N1

WHO: Flu Burung H7N9 Lebih Berbahaya Dibanding H5N1

Penelitian di China: Royal Jelly Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Penelitian di China: Royal Jelly Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Banyak Duduk Memperpendek Usia

Banyak Duduk Memperpendek Usia

Ide Legalisasi Ganja Mendapat Banyak Perlawanan

Ide Legalisasi Ganja Mendapat Banyak Perlawanan

Kata Ahli, Rokok Lenyap di 2050

Kata Ahli, Rokok Lenyap di 2050

Baca Juga

Berita Lainnya