Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Krim Tabir Surya Tidak Sepenuhnya Cegah Kanker Kulit

Kerusakan kulit yang disebabkan paparan sinar matahari.
Bagikan:

HATI-hati bagi orang yang banyak terkena paparan sinar matahari. Para ilmuwan telah menemukan kesimpulan, krim tabir surya (sunscreen) tidak dapat sepenuhnya melindungi dari kanker kulit paling mematikan.

Walaupun disebutkan ada tabir surya yang dapat memberi perlindungan tinggi yang dapat membantu mencegah kerusakan (kulit), tetapi radiasi yang cukup bisa melewati, kemudian memacu melanoma (semacam tumor di kulit) ganas, kata satu studi yang dirilis Rabu (11/6/2014) dalam jurnal Nature untuk menentukan mekanisme molekuler dari melanoma ganas, penyakit yang membunuh hampir 10.000 orang Amerika setahun, sebagaimana data Skin Cancer Foundation.

Sampai saat ini, bagaimana sinar ultraviolet merusak DNA dalam sel-sel kulit belum jelas. Para peneliti menemukan, radiasi merugikan gen penting, yang disebut TP53, yang biasanya membantu menyembuhkan DNA yang rusak guna mencegah perkembangan tumor.

Saat pengujian pada tikus dengan diberikan tabir penahan maksimal atas sinar matahari pada tikus, memang bisa meminimalkan gangguan kulit, tetapi tidak menghilangkan sama sekali, kata Richard Marais, penulis studi, dilaporkan Malay Mail Online, Kamis (12/6/2014).

“Ini merupakan bukti eksperimental pertama bahwa tabir surya sebenarnya melindungi dari melanoma, tetapi juga menunjukkan tidak menawarkan perlindungan sempurna,” kata Marais, Direktur Cancer Research UK Manchester Institute. “Anda harus menggunakan strategi lain juga.”

Gen TP53, yang tidak dianggap penting dalam menghambat melanoma sebelumnya, berkoordinasi dengan DNA lain yang bermutasi, yang diperkirakan menyebabkan hampir setengah dari insiden mematikan dari kanker kulit, kata para peneliti.

Pada tikus yang dilindungi dengan krim SPF-50 masih bisa memunculkan tumor, juga memunculkan penyakit lain, menurut penelitian ini.

Banyak Kesalahpahaman

Ada beberapa kesalahpahaman tentang penggunaan tabir surya, kata Jonathan Silverberg, ahli dermatologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, ketika dihubungi lewat telepon.

Pengguna mengira, mereka hanya perlu menerapkan tabir surya sekali sehari, ketika berada dalam paparan sinar matahari. Mestinya mereka perlu menggunakan kembali setiap dua sampai tiga jam. Jika mereka berkeringat deras atau berenang, perlu menggunakan sekali setiap jam sampai dua jam, katanya.

“Kanker kulit adalah kanker yang paling umum di Amerika Serikat. Melanoma adalah kanker yang paling cepat berkembang, juga di banyak kasus di seluruh dunia,” kata Silverberg.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Anak Korban Perceraian, Bisa Alami Sulit Belajar

Anak Korban Perceraian, Bisa Alami Sulit Belajar

Autis dapat Disembuhkan dengan Dua Cara Ini

Autis dapat Disembuhkan dengan Dua Cara Ini

Obesitas dan Kelebihan Lemak Tubuh Penyebab Banyak Kematian di Inggris

Obesitas dan Kelebihan Lemak Tubuh Penyebab Banyak Kematian di Inggris

Merokok Bisa Picu Kebotakan

Merokok Bisa Picu Kebotakan

Perempuan Hamil Terpapar Pestisida Beresiko Lahirkan Bayi Autisme?

Perempuan Hamil Terpapar Pestisida Beresiko Lahirkan Bayi Autisme?

Baca Juga

Berita Lainnya