Rabu, 24 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Diet Kaya Likopen Kurangi Risiko Kanker Ginjal

Bagikan:

STUDI baru menunjukkan, perempuan yang mengonsumsi buah tomat lebih banyak, atau buah-buahan dan sayuran yang mengandung likopen, memiliki risiko lebih rendah terkena kanker ginjal.

Likopen adalah antioksidan yang memberikan warna merah pada tomat, semangka, dan pepaya. Beberapa penelitian menunjukkan, zat ini dapat mengurangi risiko beberapa kanker, termasuk paru-paru dan kanker perut.

Dalam studi terbaru yang dilansir LiveScience, para peneliti mengamati hampir 92 ribu orang perempuan pascamenopause, lalu mengikuti mereka dari pertengahan 1990-an hingga 2013.

Semua perempuan ini peserta Women Health Initiative, sebuah studi nasional jangka panjang yang dirancang untuk membantu para peneliti lebih memahami penyebab penyakit yang dialami perempuan pada usia menengah dan tua.

Para peneliti lalu mencatat jumlah mikronutrien, termasuk likopen dalam diet para partisipan ini, setelah meminta mereka mengisi kuesioner. Para peneliti juga mengumpulkan data tentang penggunaan suplemen para partisipan.

Selama masa penelitian, sekitar 383 orang perempuan didiagnosis menderita kanker ginjal. Para peneliti lalu melihat hubungan antara kanker ginjal dan sejumlah vitamin dan nutrisi lainnya dalam makanan, termasuk likopen, vitamin C, vitamin E, dan beberapa karoten.

Hasil penelitian menunjukkan, hanya likopen yang dapat dikaitkan dengan risiko kanker ginjal yang lebih rendah. Perempuan yang mengkonsumsi jumlah likopen tertinggi memiliki risiko 45 persen lebih rendah menderita kanker ginjal dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi dengan jumlah terendah.

Dr. Won Jin Ho, ahli kesehatan dari Case Western Reserve University di Ohio mengatakan, jumlah likopen dalam diet perempuan yang mengonsumsi pada tingkat tertinggi sama dengan konsumsi empat tomat setiap hari.

Menurut ia, asupan likopen tidak hanya berasal dari tomat, tetapi juga dari saus tomat dan buah-buahan lain yang mengandung likopen.

Kanker ginjal seringkali tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Kanker ini pun sering didiagnosa secara tak sengaja selama pemeriksaan medis.

Pada stadium lanjut, tanda-tanda kanker ini di antaranya adalah munculnya darah dalam urin, nyeri punggung, dan perasaan kesehatan yang buruk. Tetapi gejala-gejala ini juga bisa menjadi tanda-tanda masalah kesehatan lainnya, seperti infeksi.

Beberapa studi menunjukkan, proses yang dikenal sebagai stres oksidatif mungkin memainkan peran penting dalam perkembangan kanker ginjal.

Para peneliti mengatakan, diet kaya mikronutrien berpotensi dapat mempengaruhi risiko kanker ini, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui dengan pasti.

Hasil penelitian ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society for Clinical Oncology di Chicago awal Juni ini, yang kemudian dilansir Antara, Minggu (8/6/2014).*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Akademisi Bali: Obat Herbal Mampu Melawan Virus Corona

Akademisi Bali: Obat Herbal Mampu Melawan Virus Corona

Media Arab Peringatkan Bahaya Produk Merk “Blue Bell”

Media Arab Peringatkan Bahaya Produk Merk “Blue Bell”

Makan Makanan Rumah Lebih Sehat dan Panjang Umur

Makan Makanan Rumah Lebih Sehat dan Panjang Umur

Penghapusan Biaya Melahirkan di Kenya

Penghapusan Biaya Melahirkan di Kenya

Benarkah Makanan Pedas Sebabkan Maag?

Benarkah Makanan Pedas Sebabkan Maag?

Baca Juga

Berita Lainnya