Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Teh Hijau Dapat Cegah Kanker Pankreas

Bagikan:

SECANGKIR teh hijau memiliki banyak komponen biologis menguntungkan yang dapat menghalau datangnya kanker tertentu. Salah satunya kanker pankreas.

Penelitian terbaru dari Los Angeles Biomedical Research Institute (LA BioMed) mengklaim dapat menjelaskan  hal tersebut.

Kanker pankreas dapat menjadi kanker kedua paling mematikan dalam beberapa dekade mendatang , setelah kanker paru-paru.

Tidak seperti bentuk kanker lainnya, seperti kanker kulit dan kanker payudara yang dapat dideteksi dan diobati, kanker pankreas jauh lebih sulit. Hal ini karena letaknya jauh di dalam tubuh sehingga mempersulit pengobatan.

Para ahli kesehatan menganjurkan agar kita secara rutin melakukan pencegahan terjadinya kanker ini. Misalnya dengan mengubah gaya hidup dan diet.

Dalam hal ini, konsumsi teh hijau dapat membantu sebagai penghalau.

“Dengan menjelaskan bagaimana komponen aktif teh hijau bisa mencegah kanker, studi ini akan membuka peluang penelitian baru soal kanker dan membantu kita memahami bagaimana makanan lain dapat mencegah kanker atau memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker,” ujar peneliti utama LA BioMed, Dr Wai-Nang Lee, seperti dilansir Medical Daily dan Antara, Sabtu (31/5/2014).

Dr. Lee dan timnya menemukan, EGCG , antioksidan utama dalam teh hijau dapat mengubah metabolisme sel-sel kanker pankreas dengan menekan enzim LDHA, yang berhubungan dengan kanker.

LDHA merupakan enzim yang mengubah piruvat menjadi laktat.

Enzim itu melepas hidrogen dan tersebar luas  pada jaringan, terutama ginjal, hati, dan otot jantung.

Mereka juga menemukan inhibitor enzim, yang dikenal sebagai oxamate dan dapat mengurangi LDHA dengan cara yang sama.

Kedua komponen ini mengganggu keseimbangan aliran sel-sel kanker pada seluruh jaringan metabolisme.

Hal ini menunjukkan EGCG dan oxamate memainkan peran ganda dalam menekan metabolisme sel kanker.

Kanker pankreas adalah salah satu kanker paling mematikan di dunia. Para dokter sementara ini baru dapat melakukan pemeriksaan darah dan biopsi untuk mendeteksinya. Sekalipun demikian, pencegahan atas penyakit ini masih merupakan pilihan paling aman dan sehat.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Hati-hati Dengan Pelatihan Aktivasi Otak Tengah

Hati-hati Dengan Pelatihan Aktivasi Otak Tengah

60 Persen Masyarakat Beralih ke Pengobatan Herbal

60 Persen Masyarakat Beralih ke Pengobatan Herbal

Akibat Rokok, Jumlah Kematian Diproyeksi Meningkat Jadi 8 Jutaan Orang per Tahun

Akibat Rokok, Jumlah Kematian Diproyeksi Meningkat Jadi 8 Jutaan Orang per Tahun

Sudah 91 Korban Tewas, Amerika “Diseranng” Meningitis

Sudah 91 Korban Tewas, Amerika “Diseranng” Meningitis

Akibat Rokok, Pengeluaran Negara Lebih Besar dari Cukainya

Akibat Rokok, Pengeluaran Negara Lebih Besar dari Cukainya

Baca Juga

Berita Lainnya