Kamis, 25 Maret 2021 / 11 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Gaya Hidup ‘Bermalasan’ Bisa Sebabkan Gangguan Tulang Belakang

Bagikan:

GAYA hidup ‘bermalas-malasan’, kurang berolahraga, dan tidak tegap ketika mengemudi, menjadi penyebab utama orang menderita gangguan tulang belakang, kata para ahli bedah.

Banyak orang muda saat ini menderita gangguan bantalan (discs) tulang belakang, yang menekan urat saraf, sehingga menyebabkan banyak kasus nyeri punggung, leher, kaki, dan nyeri bahu,  kata Dr Abdul Karim Msaddi, Kepala Departemen Bedah Saraf dan Tulang Belakang di Rumah Sakit Syaraf  Tulang Belakang di Dubai, kepada Gulf News, Senin (21/4/2014), di sela-sela Kongres Ahli Tulang Belakang Negara-negara Arab di Emirates Towers.

“Ini bukan penyakit yang terkait dengan usia lagi,” katanya. Kurangnya latihan untuk memperkuat otot-otot perut, punggung, dan otot-otot leher, merupakan penyebab paling banyak gangguan tulang belakang.

Dokter bedah mengatakan, duduk dan berdiri dalam waktu yang lama di tempat kerja dan obesitas, membuat berat badan menumpu secara tidak merata pada tulang belakang.

“Ini harga yang kita bayar untuk gaya hidup kita,” katanya. “Peningkatan aktivitas fisik tidak menunda penuaan, namun melindungi sistem Anda.”

Dr Msaddi memperingatkan, wanita usia muda yang sudah terkena osteoporosis (penyakit tulang yang membuat tulang lemah dan rentan mudah pecah) disebabkan kurangnya cukup paparan matahari.

“Kekurangan vitamin D (yang tubuh menyerap dari sinar matahari ) mempengaruhi orang-orang muda, bahkan laki-laki, ” katanya.

Dia merekomendasikan agar orang-orang terpapar sinar matahari pagi guna menyerap vitamin D, serta sebaliknya menghindari terkena sinar ultraviolet saat tengah hari.

Dokter bedah mengatakan, cedera dalam olahraga dan aktivitas jet ski air bisa menimbulkan cedera tulang belakang akibat gelombang ombak besar.

“Pengemudi truk besar dan pekerja konstruksi adalah kategori lain dari orang-orang bisa menderita cedera tulang belakang,” katanya. Hal ini terkait dari getaran yang kuat dari mesin truk berat yang mempengaruhi tulang belakang. Sedang pada pekerja konstruksi terkait pada kegiatan menarik dan mendorong secara terus-menerus yang memberikan tekanan pada tulang belakang.

Dr Walid Othman, konsultan ahli bedah ortopedi tulang belakang, mengatakan, tidak bersandar ketika mengemudi akan meningkatkan jumlah pasien muda dengan trauma tulang belakang.

“Jika Anda tidak mengenakan sabuk pengaman, kecelakaan akan membuat tiga kali lebih banyak kerusakan pada tulang belakang, dibandingkan dengan mereka yang memakai ikat pinggang,” katanya.

“Tidak ada kesempatan tulang belakang seseorang dapat diselamatkan dalam kecelakaan kecepatan tinggi jika dia tidak mengenakan sabuk pengaman,” katanya.

Dokter bedah mengatakan, setelah tulang belakang mengalami gangguan buruk, orang akan kehilangan rasa pada lengan dan kaki. Buang air besar juga tidak dapat dikontrol.

Dia menyarankan semua orang untuk mengeratkan sabuk pengaman ketika mengemudi, bahkan untuk perjalanan singkat ke masjid atau ke toko terdekat. “Kecelakaan mungkin terjadi sekali, tetapi akan berpengaruh untuk seluruh hidup Anda,” katanya memperingatkan.*

Rep: Insan Kamil
Editor: Syaiful Irwan

Bagikan:

Berita Terkait

Minyak Zaitun Manjur Atasi Resiko Stroke

Minyak Zaitun Manjur Atasi Resiko Stroke

IDI & NTB Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Rokok

IDI & NTB Kampanyekan Hidup Sehat Tanpa Rokok

Tingkatkan Imunitas, Ustadz Fadlan Perkenalkan Terapi Woukouf Khas Papua, Layani Muslim dan Non-muslim

Tingkatkan Imunitas, Ustadz Fadlan Perkenalkan Terapi Woukouf Khas Papua, Layani Muslim dan Non-muslim

Biaya Rawat Penyakit terkait Perokok Capai Rp 39,5 Triliun

Biaya Rawat Penyakit terkait Perokok Capai Rp 39,5 Triliun

Pemberian ASI Eksklusif Mendukung Imunitas Bayi, Bermanfaat juga Bagi Ibu

Pemberian ASI Eksklusif Mendukung Imunitas Bayi, Bermanfaat juga Bagi Ibu

Baca Juga

Berita Lainnya