Jum'at, 26 Maret 2021 / 12 Sya'ban 1442 H

Kesehatan

Radiasi Ponsel Tingkatkan Aktivitas Otak

Bagikan:

Hidayatullah.com–Apakah anda termasuk yang sering menggunakan handhphone dalam waktu relatif lama? Berhati hatilah. Sebuah studi terbaru, yang meneliti hubungan antara radiasi ponsel dengan otak, menemukan bahwa intensitas menelpon dapat mempengaruhi aktivitas sel otak.

Terutama jika sampai menghabiskan hingga 50 menit tanpa henti dengan posisi ponsel menempel terus di kuping. Para peneliti dari National Institutes of Health (NIH) menemukan bahwa area otak yang paling terpengaruh adalah pada bagian yang paling dekat dengan antena ponsel.

Namun seperti dilansir Reuters (22/2), para peneliti yang mengungkap temuan mereka Selasa kemarin ini belum bisa memastikan apakah gejala tersebut dapat berbahaya dan berdampak pada perkembangan kanker di otak.

Tim periset mempelajari 47 orang yang sehat antara bulan Januari dan Desember 2009, memantau aktivitas sel otak mereka dengan teknik gambar canggih disebut Positron Emission Tomography (PET). Pemindaian otak menunjukkan kepada tim periset secara persis bagaimana neuron menggunakan atau memetabolisme glukosa atau gula untuk menghasilkan energi.

Selagi otak mereka dipindai, para relawan dalam studi itu menaruh ponsel di telinga kanan dan kiri mereka. Salah satu ponselnya diaktifkan tetapi suaranya dimatikan selama hampir satu jam, sementara ponsel yang lainnya dimatikan.

Dalam tahap kedua eksperimen, gambar PET otak para peserta studi diperoleh ketika mereka telah mematikan ponsel yang ditempatkan dekat kedua telinga mereka.

Studi ini menemukan bahwa metabolisme glukosa, sebuah penanda aktivitas sel otak, tujuh persen lebih tinggi di bagian otak yang terdekat dengan antena ponsel.

Dr Nora Volkow, direktur Institut Nasional Amerika bagi Penyalahgunaan Obat dan ketua studi tersebut mengatakan peningkatan metabolisme glukosa sesuai dengan gelombang elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel yang diaktifkan.

“Yang diriset dalam studi ini adalah perlunya mempelajari ada tidaknya konsekuensi jangka panjang akibat pemaparan ‘radiasi elektromagnetik’ berulang-kali selama bertahun-tahun,” ujar Volkow.

Volkow mengemukakan bahwa para dokter kini menggunakan terapi electroconvulsive atau kejut listrik, dan stimulasi magnetik transkranial, yang juga menciptakan medan elektromagnetik, untuk mengobati orang yang depresi yang tidak bisa sembuh dengan obat dan psikoterapi.

Volkow mengatakan kedua terapi menghasilkan medan elektromagnetik yang kekuatannya berlipat lipat dibanding dengan yang dihasilkan ponsel. “Maksud saya, saya akan sangat kaget dan saya tidak akan khawatir bahwa terpapar ponsel selama 50 menit bisa mencelakakan seseorang,” kata Volkow.

Studi terbaru tentang dampak biologis penggunaan ponsel ini dimuat dalam Journal of the American Medical Association.

Sejak dikenalkan secara luas pada 1980 an, penggunaan ponsel memang terus meningkat dramatis. Tercatat sekitar 5 milyar telpon genggam kini digunakan di seluruh dunia.*

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar

Bagikan:

Berita Terkait

60 Persen Masyarakat Beralih ke Pengobatan Herbal

60 Persen Masyarakat Beralih ke Pengobatan Herbal

Mengapa Laki-laki Pelit Keluarkan Air Mata?

Mengapa Laki-laki Pelit Keluarkan Air Mata?

Jadi Asesoris Fesyen, Rokok Membunuh Wanita

Jadi Asesoris Fesyen, Rokok Membunuh Wanita

Bayi Mati, Mead Johnson Bantah Susunya Berbakteri

Bayi Mati, Mead Johnson Bantah Susunya Berbakteri

Penurunan Berat Badan Penderita Diabetes Dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Penurunan Berat Badan Penderita Diabetes Dapat Kurangi Risiko Alzheimer

Baca Juga

Berita Lainnya