Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2]

Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2] Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [2]

Hidayatullah.com– Berikut figur-figur pilihan yang telah dimuat majalah dakwah bulanan Suara Hidayatullah sepanjang tahun 2014. Hidayatullah.com memuat ulang sekilas potret mereka dalam dua artikel, disusun berdasarkan urut-urutan bulan terbitnya (dari kiri ke kanan). Sambungan dari artikel sebelumnya, Tokoh-tokoh ‘Figur Muslim 2014’ [1].

Foto 1-2 (Juli). Abdullah Sholeh Ali Hadrami. Seorang dai di Malang, Jawa Timur. Sering menyuarakan kepedulian Palestina dan Suriah dalam setiap dakwahnya di berbagai masjid dan majelis taklim, juga lewat teknologi. Pengasuh Radio Dakwah Islam Islamiyyah Masjid An-Nur Jagalan 100,5 FM Malang ini juga aktif berdakwah di media sosial (facebook, twitter, website, what’sApp). Dikenal sebagai dai Salafi, pria keturunan Yaman kelahiran 14 Januari 1972 ini berbaur dengan semua kalangan. Ia turut mendorong persatuan umat Islam. Gambar diambil di Do’an Restaurant khas Yaman dan di saat sang ustadz mengisi ceramah di Lapas Lowokwaroe Malang (05/06/2014).

Foto 3-4 (Agustus). KH Aceng Zakaria. Penulis Kitab Nahwu Al-Muyassar fi ’Ilm an-Nahwi terkenal ini merupakan Pimpinan Umum Pesantren Persatuan Islam (Persis) 99 Rancabango, Garut, Jawa Barat. Lahir di Wanaraja, 11 Oktober 1048. Penulis buku fikih Al-Hidayah ini bukan ulama yang lulusan perguruan tinggi. Riwayat pendidikannya hanya sampai tingkat mu’alimin tanpa melewati tsanawiyah. Buku karangannya pun menjadi fenomenal, terkenal sampai Mesir. Gambar Ketua STAI Persis ini diambil di ruang kerja dirumahnya dan di kebun belakang pesantrennya (28/06/2014).

Foto 5-6 (September). Nurrochim. Pendiri Sekolah Masjid Terminal (Master) Indonesia atau SMI. Sekolah yang dibawahi Yayasan Bina Insan Mandiri ini berlokasi seluas 6.000 meter tepat di samping Terminal Depok, Margonda, Jawa Barat. Dengan SMI (berdiri tahun 2000), Nurrochim berhasil mengubah wajah sangar terminal, setelah harus menghadapi para preman dan mafia narkoba. SMI menampung dan mendidik sekitar 2000 anak-anak jalanan, seperti pengamen, pemulung, dan pengasong. Pria kelahiran Tegal, 3 Juli 1971 itu pernah mendapat penghargaan bidang pendidikan dari Walikota Depok dan Gubernur Jawa Barat. Gambar diambil di kompleks SMI (26/02/2014).

Foto 7-8 (Oktober). Abu Fatiah Al-Adnani, nama aslinya Abdul Kholiq. Ia penulis setidaknya 30 buku bertemakan akhir zaman. Di antara buku karangan pengajar di Pondok Pesantren Darusy Syahadah, Simo Boyolali, Jawa Tengah ini berjudul Misteri Negeri-negeri Akhir Zaman. Pria kelahiran Jakarta, 18 Agustus 1975 ini juga pebisnis sukses. CV Arafah Group miliknya cukup terkenal di kota Solo bahkan Jawa Tengah. Walau omzetnya per bulan lebih dari Rp 1 miliar, hidupnya tetap sederhana. Gambar diambil di kompleks Darusy Syahadah (02/09/2014).

Foto 9-10 (November). Felix Yanwar Siauw. Kiprah dakwah dai dan aktivis Syabab HTI ini sudah sangat terkenal. Ia ustadz muda yang sering tampil di televisi. Karya bukunya banyak bermunculan, di antaranya Udah Putusin Aja!, Valentine, Yuk Berhijab!, Khilafah, Muhammad Al-Fatih 1453, dan lain-lain. Ia keturunan China, lahir di Palembang, 31 Januari 1984. Ia juga aktif berdakwah lewat twitter. Mantan penganut atheis ini bersyahadat 12 tahun lalu melalui proses debat selama 9 jam. Gambar diambil di markas dakwahnya, Al-Fatih 1453 Islamic Center, bilangan Daan Mogot, Jakarta Barat (03/10/2014).

Foto 11-12 (Desember). Steven Indra Wibowo, ialah Ketua Mualaf Center Indonesia (MCI). Lembaga ini tempat berkumpul dan membina para mualaf. Pria kelahiran tahun 1981 itu sejak kecil dididik dalam lingkungan Katolik, ia telah menyandang posisi Frather (setingkat Pastur) sebuah paroki di Jakarta Utara. Pria keturunan Tionghoa ini memeluk Islam pada tahun 2000, lalu mendirikan MCI pada 2003. Ia pernah beberapa kali menolong mayat-mayat mualaf yang hampir dibakar keluarga mereka. Gambar diambil di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, usai kru MCI melakukan kegiatan bersih-bersih arena Car Free Day (16/11/2014).*

Teks dan foto: Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Muh. Abdus Syakur

Berita Terkait

Agenda Olahraga di Asia Kacau karena Wabah Coronavirus

Agenda Olahraga di Asia Kacau karena Wabah Coronavirus

Al Ilmu wa Al Amal, Calon Partai “Salafiyah Jihadiyah”

Al Ilmu wa Al Amal, Calon Partai “Salafiyah Jihadiyah”

Laporan Komisi HAM Sebut 80% Muslim Australia Pernah Alami Diskriminasi

Laporan Komisi HAM Sebut 80% Muslim Australia Pernah Alami Diskriminasi

Presiden Filipina Ancam Berlakukan Darurat Militer Jika Kehakiman Menghambat Perang Lawan Narkoba

Presiden Filipina Ancam Berlakukan Darurat Militer Jika Kehakiman Menghambat Perang Lawan Narkoba

Aliansi Pengusaha Nasional: Infrastruktur Era Jokowi Beban Ekonomi

Aliansi Pengusaha Nasional: Infrastruktur Era Jokowi Beban Ekonomi

Baca Juga

Berita Lainnya