Rabu, 1 Desember 2021 / 25 Rabiul Akhir 1443 H

Sepakbola ala Santri

Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri Sepakbola ala Santri

Gutem Cup di Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan ini syarat dengan aturan yang unik dan islami.

 

Hidayatullah.com– Kehidupan di pesantren tak melulu belajar dan beribadah. Sesekali perlu relaksasi untuk me-refresh badan dan pikiran. Dengan alasan ini, Dewan Kesejahteraan Masjid ar-Riyadh Pesantren Hidayatullah menggelar turnamen sepakbola Gutem Cup di Gunung Tembak (Gutem), Balikpapan, Kalimantan Timur (11/3–2/4/2014).

Turnamen perdana yang diikuti 16 tim halaqah santri dan ustadz ini juga bertujuan untuk memperkuat ikatan jamaah halaqah masjid. Pun sebagai sarana para jamaah untuk menjaga kesehatan dan kebersamaan.

Gutem Cup syarat dengan aturan unik dan islami yang diterapkan oleh panitia. Misalnya, setiap tim diperkuat 12 pemain di dalam lapangan. Ada pula aturan, bagi pemain yang diganjar kartu kuning, wajib membayar denda Rp 5 ribu atau membersihkan toilet Masjid ar-Riyadh. Sedang yang diganjar kartu merah wajib membayar Rp 10 ribu atau membersihkan Masjid ar-Riyadh. Setiap pemain pun diwajibkan memakai seragam yang menutup aurat, seperti celana di bawah lutut.

Berikut keterangan gambar-gambar (dari kiri ke kanan) yang diambil pada 23, 24, 26 Maret dan 2 April 2014 lalu:

  1. Seorang penonton melindungi anaknya dari ancaman bola,
  2. Ketatnya pertandingan,
  3. Fair play,
  4. Komentator sarungan,
  5. Suporter khusus penyemarak permainan,
  6. Sesuai aturannya, Arqam, gelandang serang Halaqah 8 ini mengenakan sepatu tanpa gerigi,
  7. Laga final antara Halaqah XIV (merah) versus Halaqah XIII,
  8. Hasil akhir 1-0 mengantarkan Halaqah XIV tampil sebagai juara Gutem Cup,
  9. Usai menerima hadiah dan piala, para pemain dan penonton ramai-ramai membersihkan sampah di arena Lapangan Besar pesantren.*

Umat Islam dianjurkan menjaga kesehatan dan kekuatan fisik serta ruhaninya. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Orang Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang Mukmin yang lemah, namun pada masing-masing (dari keduanya) ada kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang berguna bagimu….” (HR Muslim).

Artikel selengkapnya tentang berita ini silahkan baca Dapat Kartu Kuning Bersihkan Toilet, Kartu merah Bersihkan Masjid.

Foto dan teks: Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Muh. Abdus Syakur

Berita Terkait

Menag Minta NU Tidak “Genit”

Menag Minta NU Tidak “Genit”

Sebut Palestina Bangsa Buatan, Gingrich Dikecam

Sebut Palestina Bangsa Buatan, Gingrich Dikecam

Untuk Apa Diciptakan Lalat? Inilah Jawaban Imam As Syafi’i

Untuk Apa Diciptakan Lalat? Inilah Jawaban Imam As Syafi’i

jokowi lantik dewas bpjs

Rupiah Rp 15.000/Dolar, Rizal Minta Waspada, Kata Luhut Tak Perlu Risau

ICW KPK

ICW: Berantas Korupsi Harus Berjamaah

Baca Juga

Berita Lainnya