Sabtu, 27 November 2021 / 22 Rabiul Akhir 1443 H

Oleh-oleh Haji 1436 H

Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H Oleh-oleh Haji 1436 H

Hidayatullah.com– Rangkaian ibadah Haji tahun ini dimulai pada hari Selasa (22/09/2015) bertepatan dengan tanggal 8 Dzulhijjah 1436, atau yang akrab disebut Hari Tarwiyah. Pada hari itu, jamaah haji yang mengambil Tamattu kembali mengenakan pakaian Ihram dengan niat berhaji, sementara yang haji Ifrad dan Qiran tetap pada Ihramnya.

Pada hari Tarwiyah, jamaah haji disunnahkan untuk Mabit di Mina, melaksanakan shalat Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya dan Subuh 9 Dzulhijjah. Semuanya dilakukan pada waktunya, tanpa Jamak, tapi meng-Qashar shalat 4 rakaat menjadi 2 rakaat.

Di hari ke-9 Dzulhijjah (23/09/2015), Kafilah Haji bergerak menuju padang Arafah yang berjarak sekitar 9,7 Km dari Mina. Kegiatan di sana adalah Wuquf atau berdiam diri sampai terbenam matahari.

Menjelang Dhuhur, jamaah mendengarkan khutbah Arafah, lalu menjamak shalat Dhuhur dan Asar masing-masing 2 rakaat dengan satu adzan dan dua iqomah. Khutbah Arafah tahun ini disampaikan oleh Mufti Arab Saudi Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh di masjid Namirah.

Setelah menjamak shalat, jamaah haji mengisi waktunya dengan berdoa sampai matahari terbenam. Wuquf di Arafah adalah inti Ibadah Haji, kaum Muslimin se-dunia menyambutnya dengan puasa sunnah Arafah.

Setelah matahari terbenam, seluruh jamaah Haji bergerak menuju Muzdalifah, sebuah daerah antara Arafah dan Mina. Pantauan hidayatullah.com, jumlah jamaah yang berjalan kaki lebih banyak dari pada yang ikut kendaraan, jarak dari Arafah ke Muzdalifah sekitar 6 Km.

Kegiatan jamaah haji di sini adalah Jamak Qashar shalat Maghrib dan Isya, lalu Mabit dan shalat Subuh. Bagi orang lanjut usia atau sakit dan orang yang menemani mereka boleh meninggalkan Muzdalifah menuju Mina setelah lewat tengah malam. Setelah shalat subuh 10 Dzulhijjah, jamaah haji mengambil 7 butir kerikil untuk melempar jumroh Aqobah di Mina.

Di hari ke-10 Dzulhijjah (24/9/2015), Kafilah Haji bergerak kembali ke Mina untuk melontar Jumroh Aqobah, setelah itu jamaah mencukur habis rambutnya atau memendekkannya. Berakhirlah masa ihram saat itu.

Kemudian jamaah haji bergerak menuju Makkah untuk Thawaf Ifadhah dan Sa’i, sebagian jamaah juga mengakhirkan Thawaf Ifadhah di hari-hari Tasyriq. Pada tanggal 10 Dzulhijjah juga jamaah haji Tamattu dan Qiran menyembelih Hadyu mereka, kaum Muslimin se-dunia menyambutnya dengan shalat Hari Raya Idul Adha.

Setelah itu tibalah hari-hari Tasyriq tanggal 11,12, 13 Dzulhijjah. Pada hari-hari tersebut Kafilah Haji melontar tiga Jamarat: Jumroh Shugro, Wustho dan Aqobah setelah masuknya waktu Shalat Dhuhur.

Di hari Tasyriq, jamaah haji boleh memilih untuk mabit selama 3 malam atau 2 malam saja. Kemudian kembali ke Makkah untuk Thawaf Wada, sesaat menjelang jamaah meninggalkan kota suci Makkah al-Mukarramah menuju daerah masing-masing.* Muhammad Dinul Haq (MDH), koresponden hidayatullah.com di Tanah Suci

 

Keterangan gambar dari kiri ke kanan:

Foto 1: Lokasi jatuhnya crane pembangunan Masjidil Haram tampak dari dalam. Thawaf tetap berjalan sebagaimana biasa; (MDH)

Foto 2: Rombongan jamaah Haji asal Korea Selatan akan melaksanakan Umrah Tamattu; (MDH)

Foto 3: Saat umrah saja, sekeliling Ka’bah disesaki jamaah; (Zulfahmi)

Foto 4-6: Jamaah haji bergerak meninggalkan Mina menuju Padang Arafah, 9,7 km dari Mina; (MDH)

Foto 7 dan 8: Kekhusyu’an jamaah haji saat berdoa di hari Arafah; (Zulfahmi)

Foto 9: Shalat jamak taqdim dan qosr karena pentingnya doa hari Arafah; (Imam Muhammad)

Foto 10: Haji backpacker; (Lukmanul Hakim)

Foto 11: Meninggalkan Arafah menuju Muzdalifah; (Lukmanul Hakim)

Foto 12: Suasana Mabit di Muzdalifah. (MDH)

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Muh. Abdus Syakur

Berita Terkait

3000 Tahanan Palestina Lakukan Mogok Makan

3000 Tahanan Palestina Lakukan Mogok Makan

MUI Kritik Tiga Sinetron yang Menodai Ramadhan

MUI Kritik Tiga Sinetron yang Menodai Ramadhan

Bekerjalah dan Cari Kebahagiaan Sejati

Bekerjalah dan Cari Kebahagiaan Sejati

Erdogan Tetapkan Militer di Bawah Menteri Dalam Negeri, Akademi Militer Ditutup

Erdogan Tetapkan Militer di Bawah Menteri Dalam Negeri, Akademi Militer Ditutup

6 Masjid Menakjubkan di Rusia

6 Masjid Menakjubkan di Rusia

Baca Juga

Berita Lainnya