Rabu, 20 Januari 2021 / 6 Jumadil Akhir 1442 H

Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah

Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah Dari Teror Media Sampai Teror Sarinah

Hidayatullah.com– Tahun 2016 diawali dengan sejumlah kejadian teror. Di antaranya “teror” dari media yang menimpa ormas Wahdah Islamiyah (WI).

Pada 3 Januari, Metro TV menyebut WI sebagai jaringan teroris di Indonesia dalam program acara NSI (News Story Insight).

Penyebutan “teror media” tersebut dilontarkan oleh  Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 1 Rabiuts Tsani 1437 H (11/01/2016).

“Kita menolak segala bentuk terorisme, termasuk teror dari media sekalipun,” ujar HNW dalam jumpa pers yang dihadiri 30-an tokoh nasional dan ormas Islam.

Sebelum acara itu, digelar shalat berjamaah dan makan bareng para tokoh tersebut. Jumpa pers ini juga diliput oleh sejumlah wartawan Metro TV yang sempat disoroti oleh para hadirin saat itu.

Bak teror bom, pemberitaan dari Metro TV berdampak luas isunya di tengah masyarakat. Bahkan sebagian jamaah WI dilaporkan sempat mencibir dan mengkhawatirkan ormas Islam ini. [Baca: Anggota DPD RI: Menuduh Ormas Islam Teroris adalah Kejahiliahan]

Hingga kemudian pada Selasa (19/01/2016) pagi, Metro TV menyampaikan permohonan maafnya lewat siaran langsung. WI pun menilai kasus ini selesai.

Pertengahan bulan ini, teror lain terjadi. Sejumlah ledakan menghancurkan pos polisi dan Starbucks Coffee di kawasan Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/01/2016) siang.

Ledakan itu diiringi serangan bersenjata api oleh pelaku teror. Peristiwa ini menelan korban tewas 7 orang, 5 di antaranya pelaku.

Di media sosial, mencuat hastag berkaitan kejadian yang cukup menghebohkan dunia ini. Semoga segala bentuk teror itu tak lagi terulang. [Jangan ketinggalan: Kecam Teror Sarinah, DPP Hidayatullah: Berpegang Teguhlah pada Islam]*

Foto dan teks: Muh. Abdus Syakur /Hidayatullah.com

Rep: Muhammad Abdus Syakur
Editor: Muh. Abdus Syakur

Berita Terkait

Satgas Investasi Wajib Gesit dan Waspada, Tapi Dinilai Keliru Lakukan Tindakan 50 Aplikasi Online

Satgas Investasi Wajib Gesit dan Waspada, Tapi Dinilai Keliru Lakukan Tindakan 50 Aplikasi Online

Ramadhan, Lebih Afdhal Mendekati Kitabullah

Ramadhan, Lebih Afdhal Mendekati Kitabullah

Dubes Rwanda Puji Al-Sisi ‘Cahaya Afrika’

Dubes Rwanda Puji Al-Sisi ‘Cahaya Afrika’

Dar Al Ifta: Jangan Terang-Terangan ‘Mamin’ di Siang Ramadhan

Dar Al Ifta: Jangan Terang-Terangan ‘Mamin’ di Siang Ramadhan

PPP Bahas Masalah Nasionalisme dan Keislaman

PPP Bahas Masalah Nasionalisme dan Keislaman

Baca Juga

Berita Lainnya