Kamis, 2 Desember 2021 / 26 Rabiul Akhir 1443 H

Dari Cape Town hingga London membela Gaza

Dari Cape Town hingga London membela Gaza Dari Cape Town hingga London membela Gaza Dari Cape Town hingga London membela Gaza Dari Cape Town hingga London membela Gaza Dari Cape Town hingga London membela Gaza Dari Cape Town hingga London membela Gaza Dari Cape Town hingga London membela Gaza

PASCA serangan penjajah Israel atas Gaza yang menelan korban hampir 2000 orang syahid (insyaAllah) dan  hampir mencapai 10 ribu warga terluka rupanya melahirkan efek simpati dunia yang luar biasa pada rakyat Palestina dan gerakan boiko terhadap produk dukungan Israel.

Bahkan gerakan global “Boycott, Divestment and Sanctions” atau boikot, divestasi dan sanksi terhadap Israel yang kemudian disingkat BDS nampaknya makin mendunia.

The Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) terhadap rezim Israel dimulai pada Juli 2005 yang didukung lebih dari 170 organisasi Palestina.  Tahun 2007, Komite Nasional Palestina BDS didirikan untuk mengkoordinasikan gerakan global yang terus meningkat ini.

Gerakan yang lahir guna mengakhiri apartheid di Afrika Selatan makin berkembang sangat cepat. Aksi BDS makin menemukan momentumnya tatkala serangan penjajah Israel atas Gaza bulan Juli 2014 lebih dari sebulan lamanya.

Situs pembela Palestina, popularresistance.org mengungkapkan, aksi BDS dan protes di seluruh dunia ini setidaknya akan membuat Israel terisolasi dan menjadikannya sebagai ‘bangsa sampah’ dunia.

“Tindakan Israel akan membuatnya lebih terisolasi dan semakin menjadikannya sebagai bangsa “sampah masyarakat”. Efek dari pembantaian Israel ini akan terasa untuk waktu yang sangat lama. Akan ada lagi protes-protes yang lebih banyak menentang Israel yang sedang direncanakan dan juga ada gerakan Boycott, Divestment and Sanctions / boikot, divestasi dan sanksi terhadap Israel juga yang semakin meningkat,” ujarnya.

Israel mungkin berhasil membantai orang-orang di Gaza, tetapi mereka tidak menyadari sedang dalam proses menghancurkan diri mereka sendiri dan merusak ajaran Yudaisme. Sebab, di seluruh dunia, dari Cape Town, Malaysia, Prancis, Yaman, Berlin, Los Angeles,  hingga London, orang-orang telah turun ke jalan-jalan membela Gaza.*

 

Rep: Panji Islam
Editor: Cholis Akbar

Berita Terkait

Kongres Ekonomi Umat, MUI Ingin Atasi Ketimpangan

Kongres Ekonomi Umat, MUI Ingin Atasi Ketimpangan

Sudan Lepas Kepala Biro Al Jazeera TV

Sudan Lepas Kepala Biro Al Jazeera TV

Dipo Laporkan Media Group ke Dewan Pers

Dipo Laporkan Media Group ke Dewan Pers

Ratusan Orang Keracunan, Kedai KFC di Mongolia Ditutup Sementara

Ratusan Orang Keracunan, Kedai KFC di Mongolia Ditutup Sementara

Nasib Bahasa Indonesia (1)

Nasib Bahasa Indonesia (1)

Baca Juga

Berita Lainnya