Hidayatullah.com https://www.hidayatullah.com Berita Dunia Islam, Mengabarkan Kebenaran Tue, 02 Jun 2020 02:34:45 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.4.1 61797197 Menengok Dapur Rasulullah ﷺ https://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2020/06/02/185364/menengok-dapur-rasulullah-saw.html Tue, 02 Jun 2020 02:31:43 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185364 "Aku teringat kondisi Rasulullah ﷺ saat meninggal dunia. Demi  Allah, beliau tidak pernah kenyang karena makan roti dan daging sebanyak dua kali dalam sehari"]]>

Hidayatullah.com | “TIDAKLAH aku kenyang karena makanan melainkan aku ingin menangis,” kata Aisyah.

Masruq bertanya, “Mengapa begitu?”

“Aku teringat kondisi Rasulullah  saat meninggal dunia. Demi  Allah, beliau tidak pernah kenyang karena makan roti dan daging sebanyak dua kali dalam sehari”

Masya Allah. Rasulullah  adalah junjungan kita semua. Tapi perutnya tak pernah merasakan kenyang. Bukan Karena “perut kadut”: berapapun makanan yang masuk tak merasa kenyang. Melainkan benar benar tidak ada yang dimakan.

Cerita di atas ada di dalam kitab Syarah Syamail karya Syaikh Abdurazak bin Abdul Muchsin Al-Badrun Badr. Menurut Syaikh ini cerita itu dhaif. Namun bahwa Rasulullah sering kelaparan dikuatkan perawi yang lain.

Imam Bukhari misalnya meriwayatkan, “Keluarga Muhammad tidak pernah merasakan kenyang dua hari berturut turut karena makan roti gandum. Hingga beliau wafat.”

Imam Tirmidzi juga menceritakan, “Rasulullah dan keluarganya seringkali bermalam tanpa tersedia makanan malam (di rumah mereka). Sedang kebanyàkan roti yang mereka miliki hanyalah roti gandum.”

Roti itupun dari gandum yang kasar. “Beliau tak pernah makan roti dari gandum yang ditumbuk sampai halus hingga beliau wafat,” kata Imam Bukhari. Roti yang baik tentu berasal dari tepung yang halus.

Bukan tak mampu beli gandum yang bagus. Melainkan beliau selalu mendahulukan kepentingan umatnya. Bila beliau memiliki sesuatu langsung dibagikan kepada orang lain.

Anas bin Malik, pembantu Rasulullah ini bercerita,  “Suatu ketika  Rasulullah dihadiahi kurma. Kemudian beliau membagikannya dengan satu keranjang (kepada orang yang membutuhkan). Setelah semua kurma terbagi, beliau makan dengan duduk yang tampak lemas. Aku mengetahui saat itu, beliau benar benar lapar.” HR. Ahmad.

Nah, bagaimana dengan kita?*

]]>
185364
JK: Kapasitas Masjid 40 Persen saat Pemberlakuan Normal Baru https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2020/06/02/185362/jk-kapasitas-masjid-40-persen-saat-pemberlakuan-normal-baru.html Tue, 02 Jun 2020 00:56:05 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185362 'Pelaksanaan shalat Jumat juga dapat dilaksanakan di samping masjid, mushalla, dan tempat umum']]>

Hidayatullah.com- Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla mengatakan, selama pelaksanaan kebijakan normal baru (new normal), kapasitas masjid 40 persen dari daya tampung jamaah biasanya.

“Karena ketentuan jaga jarak minimal satu meter maka daya tampung masjid hanya 40 persen,” ujar JK dalam keterangan tertulis di Jakarta dikutip dari Antara (01/06/2020).

Dalam rangka memenuhi kebutuhan jamaah dan mempedomani tujuan syari’at (maqashidus-syari’ah) pelaksanaan shalat Jumat juga dapat dilaksanakan di samping masjid, mushalla, dan tempat umum.

DMI pun meminta agar menyiagakan masjid sebagai pos reaksi cepat kalau ada jamaah yang tertular Covid-19 dengan memperkuat moto DMI “Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”.

Bagi jamaah yang sedang sakit, batuk, demam, sesak napas, dan mengalami gejala flu agar menunaikan ibadah di rumah masing-masing sampai dinyatakan sembuh.

Adapun bagi daerah yang padat penduduk, ibadah shalat Jumat dilakukan dua gelombang.

Selain membuka masjid untuk ibadah shalat lima waktu dan shalat Jumat, DMI menyerukan agar menjaga keselamatan jamaah dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian mengenakan masker dari rumah, membawa sajadah atau sapu tangan sendiri dan keperluan lainnya.

DMI meminta pengurus masjid agar disiplin untuk membersihkan lantai rumah ibadah dengan karbol dan disinfektan serta menyiapkan cairan pembersih tangan.

Diimbau memanfaatkan pengeras suara rumah ibadah sebagai media yang efektif untuk informasi penting dan bersifat darurat terkait Covid-19.

Pihak masjid diimbau menampung zakat dan infak dari masyarakat baik uang “lump sum” atau pun sembako serta mendayagunakan semaksimal mungkin untuk peningkatan imunitas kesehatan para jamaah.*

]]>
185362
RUU HIP Ditolak Keras karena Tak Masukkan TAP MPRS Larangan Komunisme https://www.hidayatullah.com/berita/berita-dari-anda/read/2020/06/01/185359/ruu-hip-ditolak-keras-karena-tak-masukkan-tap-mprs-larangan-komunisme.html Mon, 01 Jun 2020 15:10:23 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185359 Tap MPRS XXV/1966 sebagai upaya menjaga kemurnian Pancasila dari pengaruh ideologi sosialis-komunis dan kapitalis-liberalis]]>

Hidayatullah.com- Ramainya pembahasan RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) yang diusulkan oleh DPR-RI menuai protes keras dari beberapa elemen masyarakat.

Pasalnya, TAP MPRS XXV/1966 tidak dimasukkan dalam RUU ini sebagai landasan hukum sehingga masyarakat khawatir akan munculnya kembali ideologi komunis di negeri ini.

Sejarah kelam ideologi Komunis di Indonesia yang berujung pada upaya G30S/PKI adalah sejarah yang tidak akan pernah bisa dihapus sampai kapanpun oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Prof. Suteki, pakar hukum dan filsafat Pancasila mengatakan, “Secara kasat mata, dapat kita simak bahwa RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila) tidak menjadikan Ketetapan MPRS No. XXV/MPRS/1966 dalam konsideran. Kemudian Pancasila diperas jadi Trisila, bahkan Ekasila. Secara hakikat, ini akan mengantar pada lonceng kematian ideologi Pancasila. Juga adanya kekhawatiran kalangan yang menduga bahwa anggota DPR hendak menghidupkan kembali komunisme di NKRI.”

Kekhawatiran beliau sangat beralasan, menurutnya, di dalam draft RUU HIP Pasal 3 ayat 1 disana disebutkan lima prinsip dasar: ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/demokrasi dan keadilan sosial.”

Kelima prinsip ini bisa saja mendistorsi sila-sila yang ada di Pancasila. Kemudian pasal yang paling penting adalah pasal 7 ayat 2 dan ayat 3 RUU HIP. Ayat 2 menyebutkan bahwa ciri pokok Pancasila berupa Trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.

Adapun ayat 3 menyebutkan, Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat 2 terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong. Gotong royong model apa? model komunis, liberalis, atau Pancasila yang seperti apa? Yang mendekati komunis atau sekuler? Atau akan dihidupkan kembali Pancasila dengan rasa NASAKOM (Nasionalisme Agama dan Komunisme)?,” ungkap guru besar uniol 4.0 Diponorogo ini ketika memberikan kuliah, Senin (01/06/2020) melalui aplikasi Zoom.

Masih menurut Prof. Suteki, kelima prinsip dasar tersebut jika diperas akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda karena tidak ada kejelasan dalam prinsip tersebut.

Misalnya masalah kemanusiaan. Ini kemanusiaan menurut siapa? Kemanusiaan menurut umat beragama atau komunisme? Karena ada kemanusiaan menurut komunisme dan liberalisme.

Senada, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menolak keras adanya RUU HIP ini jika landasan TAP MPRS XXV/1966 tidak tercantum di dalamnya.

Bukhori Yusuf, Anggota Badan Legislatif PKS, mengingatkan bahwa TAP MPRS XXV/1966 belum dicabut sampai sekarang. Artinya, keberlakuan TAP MPR XXV/1966 masih diakui.

Kenapa TAP MPRS XXV/1966 harus tercantum dalam RUU HIP? Alasannya, Tap MPRS XXV/1966 sebagai upaya menjaga kemurnian Pancasila dari pengaruh ideologi sosialis-komunis dan kapitalis-liberalis.

Maka, selayaknya pemerintah mengkaji ulang adanya RUU HIP ini sehingga tidak menjadi polemik di masyarakat yang saat ini menjalani masa-masa sulit saat pandemi.

Selanjutnya, RUU HIP ini masih belum jelas dalam merumuskan larangan dan sanksi pidana di dalamnya sehingga menjadi mandul dalam masalah hukum. Jangan sampai Pancasila diseret kesana kemari demi kepentingan kelompok. Katanya Pancasila sudah final, kok masih diperdebatkan? * (Kiriman Mas Dwi)

]]>
185359
Satgas Waspada Investasi Rehabilitasi Nama Koperasi Pemuda Hidayatullah dan 34 Lainnya https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2020/06/01/185357/satgas-waspada-investasi-rehabilitasi-nama-koperasi-pemuda-hidayatullah-dan-34-lainnya.html Mon, 01 Jun 2020 14:52:46 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185357 35 dari 50 koperasi dipulihkan namanya karena mereka anggap tidak menjalankan bisnis ilegal tersebut]]>

Hidayatullah.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hal ini Satgas Waspada Investasi (SWI) bersama Kementerian Koperasi dan UKM meralat daftar koperasi yang sebelumnya mereka tuding melakukan pinjaman online (pinjol) secara ilegal.

Dalam daftar itu, 35 dari 50 koperasi dipulihkan namanya karena mereka anggap tidak menjalankan bisnis ilegal tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Ketua SWI Togam Tobing dalam siaran pers, pada Jumat (29/05/2020) lalu.

Sebelumnya, Togam mengeluarkan siaran pers berisi daftar 50 pinjaman online berkedok koperasi.

Togam mengungkapkan, pihaknya dan Kementerian Koperasi dan UMKM akan melakukan review secara menyeluruh terhadap 50 koperasi itu dan akan mengambil tindakan terhadap koperasi yang terbukti melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Memberikan pembinaan terhadap koperasi yang masih melakukan kegiatan yang belum sesuai dengan jati diri dan prinsip koperasi,” ujarnya.

Baca: Satgas Investasi Wajib Gesit dan Waspada, Tapi Dinilai Keliru Lakukan Tindakan 50 Aplikasi Online

Bagi yang tidak terbukti menjalankan praktik pinjol ilegal, pihaknya bersama Kementerian Koperasi dan UKM akan melakukan rehabilitasi nama. Berikut koperasi yang direhabilitasi namanya (termasuk yang dikelola oleh Pemuda Hidayatullah Jawa Timur, red):

1. Koperasi Syariah 212;

2. Koperasi Syabab Hidayatullah Mandiri;

3. Koperasi Mitra Indonesia;

4. USPPS Koperasi Nurul Iman Madani;

5. Koperasi Syariah Nasuha;

6. KSP Nusantara;

7. Koperasi Wwadharma;

8. Koperasi Simpan Pinjam Sumber Murni;

9. KSP Bintang Balirejo Indonesia;

10. Koperasi FKSS;

Baca juga: Koperasi Pemuda Hidayatullah Jatim Bukan Fintech Pinjaman Online Ilegal

11. KSPPS Nuri Jatim;

12. BMT NU Kalitidu;

13. BMT Salman Alfarisi;

14. KSP Ar-Rohmah;

15. BMT Sakinah Sejahtera;

16. BMR Kulni;

17. Koperasi Mitra Tani Mandiri;

18. KSU Bumi Artho Mulyo;

19. BMT Barokatul Ummah;

20. Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT Al Falah Mandiri;

21. Koperasi Serba Usaha Tani Nusantara;

22. KSPPS BMT Roudlotul Jannah;

23. Koppontren Al Fatah;

24. Koperasi Pondok Pesantren Al Badriyah;

25. Koperasi Karyawan Insan Barokah;

26. BTM Sang Surya;

27. BTM Surya Madinah;

28. BMT Baitul Mashurin;

29. KSU AManah Sejahtera Mambaul Ulum;

30. Koperasi Mitra Berkah Usaha;

31. BMT Permata Indonesia;

32. Koperasi Pondok Pesantren Sunan Drajat;

33. Koperasi Jasa Keuangan Syariah SIT Ukhuwah;

34. Koperasi Jasa Keuangan Syariah Shakira Artha Mulia; dan

35. BMT Smart.*

]]>
185357
Dinilai Hina Prof Din, Pemuda Muhammadiyah Somasi Ade Armando https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2020/06/01/185352/dinilai-hina-prof-din-pemuda-muhammadiyah-somasi-ade-armando.html Mon, 01 Jun 2020 11:26:07 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185352 "Bahwa postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik yang sangat menyakitkan bagi warga Muhammadiyah"]]>

Hidayatullah.com- Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah mensomasi pegiat media sosial Ade Armando pemilik akun Facebook (FB) Ade Armando atas dugaan penghinaan yang dilakukan Ade terhadap tokoh Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin.

Ade dalam akun FB-nya menyebut Din Syamsuddin sebagai “si dungu”.

“Bahwa postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik
yang sangat menyakitkan bagi warga Muhammadiyah. Pertama, fitnah tuduhan Muhammadiyah telah menggulirkan isu pemakzulan Presiden.

Kedua, penghinaan dan pencemaran nama baik kepada Bapak Prof. Dr. K.H. Din Syamsudin, M.A. dengan menyebutkan “si dungu” kepada tokoh nasional yang merupakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2010 dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat tahun 2015-2020,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah (Jateng), Andika Budi Riswanto, dalam surat somasinya di Semarang, Jateng, Senin (01/06/2020) diterima hidayatullah.com.

Somasi tersebut dilakukan juga untuk dan atas nama KOKAM PWPM Jawa Tengah.

“Dengan ini memberikan somasi kepada Pemilik dan Admin akun media sosial FACEBOOK Ade Armando, yang pada pokoknya sebagai berikut, bahwa pada tanggal 1 Juni 2020 akun media sosial FACEBOOK Ade Armando memposting secara umum status yang berbunyi:
”Isu pemakzulan Presiden digulirkan Muhammadiyah. Keynote Speakernya Din Syamsudin, si dungu yang bilang konser virtual corona menunjukkan pemerintah
bergembira di atas penderitaan rakyat”
dengan melampirkan flyer foto Bapak Din Syamsudin dibawahnya,” jelas Andika.

Pemuda Muhammadiyah menilai unggahan Ade tersebut dilakukan dengan sengaja untuk menyerang kehormatan dan nama baik Persyarikatan Muhammadiyah dan pribadi Prof Din Syamsuddin.

“Oleh karenanya telah masuk dalam unsur pidana melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE yang berbunyi : “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016, yakni: “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”,” jelasnya.

KOKAM PWPM Jawa Tengah mengutuk keras tindakan tersebut dan menuntut kepada pemilik dan admin akun FB Ade Armando untuk mencabut postingannya di media sosial FB pada tanggal 1 Juni 2020
tersebut.

“Serta (menuntut Ade Armando) menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Persyarikatan Muhammadiyah dan kepada Bapak Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A., terkait postingannya tersebut melalui 5 (lima) media massa televisi nasional, 5 (lima) media massa cetak nasional, 5 (lima) media massa berbasis jaringan internet nasional, dan di halaman media-media social Ade Armando,” ujarnya.

Andika mengatakan,  dalam tempo paling lama 7 (tujuh) hari setelah somasi ini diterbitkan, tidak ada itikad baik dari pemilik dan admin akun FB Ade Armando untuk melaksanakan isi somasi ini, maka pihaknya akan melakukan upaya-upaya hukum, pelaporan tindak pidana dan melakukan tindakan hukum lain yang dianggap perlu.*

]]>
185352
Mahasiswi Diperkosa dan Dibunuh di Gereja, Warga Nigeria Menuntut Keadilan https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2020/06/01/185347/mahasiswi-diperkosa-dan-dibunuh-di-gereja-warga-nigeria-menuntut-keadilan.html Mon, 01 Jun 2020 07:38:31 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185347 Hidayatullah.com—Tagar #JusticeForUwa trending di Nigeria menyusul kematian gadis berusia 22 tahun, Uwavera Omozuwa, di sebuah gereja.  Keluarga gadis cantik itu […]]]>

Hidayatullah.com—Tagar #JusticeForUwa trending di Nigeria menyusul kematian gadis berusia 22 tahun, Uwavera Omozuwa, di sebuah gereja. 

Keluarga gadis cantik itu meminta bantuan warga untuk melacak para pembunuh putrinya.

Saudara perempuan korban, Judith, kepada BBC Pidgin mengatakan bahwa Uwavera sedang belajar di sebuah gereja “sepi” dekat rumahnya di Benin City ketika malapetaka itu terjadi.

Uwavera, yang ingin menjadi seorang perawat, meninggal dunia pada hari Sabtu (30/5/2020) di rumah sakit, tiga hari setelah serangan terjadi.

Judith Omozuwa mengatakan saudara perempuannya itu juga diperkosa.

Keluarganya mengatakan bahwa mereka menerima telepon dari seorang wanita di Redeemed Christian Church of God hari Rabu malam (27/5/2020).

Uwavera dibawa ke rumah sakit setelah petugas menemukannya dalam keadaan roknya sobek dan blusnya bersimbah darah, kata Judith.

Akan tetapi, seorang jubir kepolisian wilayah negara bagian Edo yang beribu kota Benin City, mengatakan kepada BBC Pidgin bahwa pihaknya memperlakukan kejadian itu sebagai kasus pembunuhan, bukan pemerkosaan.

Mahasiswi itu tewas setelah terlibat perkelahian, imbuh jubir kepolisian itu, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Uwavera baru saja diterima di Universitas Benin jurusan mikrobiologi ketika hidupnya berakhir tragis.

Gadis itu sering duduk dan membaca di sebuah gereja yang terletak tidak jauh dari rumahnya karena tempat itu hening, kata saudara perempuannya.

Sejumlah laporan di media setempat yang belum terkonfirmasi menyebutkan sejumlah laki-laki datang memasuki gereja itu, memperkosa Uwavera dan memukul gadis itu dengan tabung pemadam api.

Sebelum peristiwa itu, pada hari Selasa banyak warga Nigeria marah setelah seorang polisi diduga menembak mati gadis berusia 16 tahun bernama Tina Ezekwe di Lagos, kota pusat bisnis di Nigeria.

Lewat Twitter warganet mengutarakan kemarahan mereka terhadap kegagalan pemerintah Nigeria dalam mengatasi kekerasan gender di negara itu dan mempertanyakan para orangtua apakah mereka sudah mendidik anak-anak lelaki dengan baik.*

 

]]>
185347
Kasus Covid-19 Klaster Gereja di Korsel Meningkat https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2020/06/01/185345/kasus-covid-19-klaster-gereja-di-korsel-meningkat.html Mon, 01 Jun 2020 07:32:04 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185345 Hidayatullah.com—Korea Selatan hari Ahad (31/5/2020) melaporkan 30 infeksi coronavirus lokal baru, yang 24 di antaranya dilacak berkaitan dengan gereja-gereja di […]]]>

Hidayatullah.com—Korea Selatan hari Ahad (31/5/2020) melaporkan 30 infeksi coronavirus lokal baru, yang 24 di antaranya dilacak berkaitan dengan gereja-gereja di Provinsi Gyeonggi di luar ibu kota Seoul, lapor kantor berita Yonhap seperti dilansir BBC.

Negara itu masih berjibaku mengatasi infeksi yang berkaitan dengan sebuah pusat logistik di Bucheon, kota dekat Seoul. Pihak berwenang mengatakan ada 112 infeksi yang berkaitan dengan fasilitas logistik itu.

Sekarang Korea Selatan khawatir keramaian publik yang berkaitan dengan aktivitas di gereja-gereja akan menciptakan klaster baru.

Gereja Shincheonji pada bulan Februari lalu sempat membuat Korea Selatan sibuk luar biasa karena penularan Covid-19 banyak terjadi di kalangan jemaat gereja dan orang yang kontak dengan jemaat gereja yang dicap “sesat” itu. Ribuan kasus kemudian ditemukan berkaitan dengan cabang gereja itu di Daegu.

Korea Selatan lantas mengambil keputusan untuk menutup gereja. Namun, gereja kembali dibuka awal bulan lalu, ketika pemerintah menilai angka penularan coronavirus sudah dapat diredam.*

]]>
185345
Brazil Menjadi Negara Kedua Terbanyak Kasus Infeksi Covid-19 https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2020/06/01/185343/brazil-menjadi-negara-kedua-terbanyak-kasus-infeksi-covid-19.html Mon, 01 Jun 2020 06:56:58 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185343 Hidayatullah.com—Brazil hari Ahad (31/5/2020) melaporkan 16.409 kasus baru infeksi coronavirus sehingga angka penularan di negara itu total menjadi 514.849 atau […]]]>

Hidayatullah.com—Brazil hari Ahad (31/5/2020) melaporkan 16.409 kasus baru infeksi coronavirus sehingga angka penularan di negara itu total menjadi 514.849 atau tertinggi kedua di dunia.

Selain peningkatan kasus infeksi, Brazil kemarin juga melaporkan 480 kematian baru sehingga total menjadi 29.314 atau yang keempat tertinggi di dunia. Hanya Amerika Serikat, Inggris dan Italia yang membukukan jumlah kematian Covid-19 lebih banyak dibanding Brazil, lansir BBC. 

Meskipun angka tersebut mencemaskan bagi kebanyakan negara, Presiden Jair Bolsonaro dari awal hingga saat ini konsisten tidak menganggap wabah coronavirus di negaranya sebagai momok yang sangat menakutkan. Dia bersikukuh apabila karantina wilayah atau lockdown diberlakukan maka negaranya akan mengalami kerugian sangat besar dalam bidang ekonomi dan pengangguran merajalela, dua hal yang lebih mengerikan dibanding penyakit seperti coronavirus.

Banyak pakar meyakini wilayah Amerika Tengah dan Selatan sekarang menjadi titik panas penularan coronavirus.*

]]>
185343
Sultan Selangor: Masjid Belum Boleh Dipakai Shalat Jamaah 5 Waktu dan Jumat https://www.hidayatullah.com/berita/internasional/read/2020/06/01/185341/sultan-selangor-masjid-belum-boleh-dipakai-shalat-jamaah-5-waktu-dan-jumat.html Mon, 01 Jun 2020 06:50:06 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185341 Hidayatullah.com—Raja Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah mengeluarkan keputusan bahwa shalat jamaah lima waktu dan shalat Jumat di masjid-masjid di wilayah […]]]>

Hidayatullah.com—Raja Selangor Sultan Sharafuddin Idris Shah mengeluarkan keputusan bahwa shalat jamaah lima waktu dan shalat Jumat di masjid-masjid di wilayah negara bagian yang menjadi kekuasaannya itu masih dihentikan sementera.

“Dengan berat hati Yang Mulia memutuskan bahwa periode pembatasan untuk shalat Jumat dan harian di masjid dan surau diperpanjang sampai 30 Juni,” kata sekretaris pribadi Raja Selangor itu, Datuk Mohamad Munir Bani dalam sebuah pernyataan hari Senin (1/6/2020) seperti diikutip The Star.

Namun demikian, sebanyak 39 masjid terpilih yang sejak pertengahan Mei diperbolehkan untuk menggelar shalat jamaah maksimal 12 orang diperbolehkan untuk tetap melanjutkan ketentuan tersebut.

Sultan Sharafuddin memberikan izin aktivitas terbatas bagi ke-39 itu setelah tampak kurva penurunan infeksi di negara bagian Selangor, salah satu wilayah yang paling makmur di Malaysia.

Menurut Munir, keputusan Sultan itu didasarkan pada pandangan dari Mufti Selangor dan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS).

Dia menambahkan bahwa pembatasan itu akan dikaji ulang setelah pekan pertama bulan Juni. Apabila angka infeksi tampak konsisten menurun, maka ada kemungkinan jumlah orang yang diperbolehkan shalat berjamaah di masjid akan ditambah, dan di area yang terkategori zona hijau pembukaan masjid akan terus dilakukan secara bertahap.

“Yang Mulia juga mendorong rakyat agar tetap menjaga jarak sosial, mengenakan masker, serta mematuhi setiap instruksi dan arahan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan dan JAIS,” imbuh Munir.*

]]>
185341
Merefleksikan Kembali Sila Pertama Pancasila di Masa Pandemi Covid-19 https://www.hidayatullah.com/artikel/opini/read/2020/06/01/185339/merefleksikan-kembali-sila-pertama-pancasila-di-masa-pandemi-covid-19.html Mon, 01 Jun 2020 05:57:42 +0000 https://www.hidayatullah.com/?p=185339 Nilai religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan yang terkandung dalam pancasila perlu ditumbuhkan pada diri setiap warga.]]>

Oleh: Muhammad Irfanudin Kurniawan, M. Ag

 

Hidayatullah.com | PANCASILA sebagai suatu dasar, falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonsia dalam bernegara sudah barangtentu bukanlah dasar, falsafah dan pandangan hidup dalam beragama. Sebab pancasila bukanlah agama dan agama bukanlah pancasila. Umat Islam tidak perlu sangsi dan ragu – ragu terhadap Pancasila, sebagai mana dikatakan oleh Alamsyah Ratu perwiranegara – bahwa Pancasila merupakan hadiah dan pengorbanan terbesar umat Islam Indonesia untuk persatuan dan kemerdekaan bukan sekedar slogan kosong, melainkan benar-benar ucapan yang berbobot, sesuai dengan fakta dan realita dengan latar belakang historis yang nyata.

Dalam sebuat memoar, KH. Badri Masduqi mengingatkan kita semua bahwa isi pancasila apabila diteliti secara seksama, satu demi satu, maka nyata bahwa ia bukanlah refleksi ajaran agama lain tetapi ajaran Islam itu sendiri. Namun dalam beberapa peristiwa, terutama menjelang pemilihan umum, baik tingkat nasional ataupun daerah, umat Islam sering dihadapakan dengan hadiah yang diberikannya, yaitu Pancasila.

Bagi beberapa akademisi, pancasila merupakan ideologi terbuka yang bisa dievaluasi sesuai dengan perkembangan dan tantangan yang ada, tapi ini perlu dipahami bukan sebagai upaya untuk merubah, namun bagaimana menyesuikan pancasila dengan realita yang ada. Dalam prakata buku ‘Bangkitlah Pancasila’ seorang pakar pancasila Sholih Mu’adi mengatakan pancasila hari ini hanya dijadikan simbol kenegaraan saja, tapi tidak dimaknai dalam kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia. Sebagai contoh di tingkat elit korupsi meraja lela, di tingkat masyarakat sipil konsumerisme terhadap produk luar, baik barang dan jasa terus meningkat.

Oleh sebab itu, pada masa pandemi covid 19 yang sudah berlangsung hampir 3 bulan lebih ini perlu kiranya kita merefleksi kembali nilai-nilai pancasila, supaya penyebaran virus ini bisa segera dicegah dan masyarakat Indonesia bisa hidup normal kembali. Salah satu definisi umum tentang pandemi adalah penyebaran penyakit dari orang ke orang dengan cepat. Ada juga yang menyebutkannya sebagai epidemi atau penyakit menular yang terjadi di semua daerah di dunia, ataupun di tempat yang amat luas yang melintasi batasan internasional.

Sebagaimana telah disinggung di awal bahwa pancasila merupakan dasar negara Indonesia, oleh sebab itu seluruh warga Indonesia harus menjadikannya sebagai panduan dalam kehidupan bernegara. Sebagai sebuah refleksi, akan sedikit kami urai, sila pertama pancasila ketuhanan yang maha esa dan singgungannya dalam penyebaran virus corona pada saat ini.

Ketuhanan yang maha esa, inti dari sila pertama ini adalah keimanan yang dalam Islam merupakan pondasi dari seluruh amal dan perbuatannya. Kita mengimani enam hal dalam kehidupan beragam yaitu iman kepada Allah, kepada Malaikat, Kitab, Rasul, Kiamat dan Takdir. Keimanan tidak bisa hanya disebut kepercayaan. Karenan banyak dalam kehidupan saat ini seseorang mempercayaain sesuatu yang tidak berdasar. Dalam Islam keimanan atau kepecayaan harus berlandaskan ilmu, fa’lam annahu laa ilaha illallah, ketahuilah sesungguhnya tiada tuhan selain Allah.

Dalam keimanan dikenal sebuah istilah sam’yaat atau pendengaran yaitu bukti atau dalil tentang hal yang harus kita imani yang berdasar dari apa yang kita dengan dari Rasul dan kitab suci. Keimanan juga sangat erat hubungan dengan ghaibiyat atau keghaiban, seuatu yang tidak nampak, kasat mata, tidak bisa diindra dengan indra biasa. Tidak mudah menanamkan ketuhanan, keimanan pada saat ini. Namun dengan menyebarnya virus corona yang banyak melumpukan kota dan negara, seperti Italia, Inggris, Prancis, Filipina, India bahkan Amerika yang selami ini mengaku sebagai negara super power dan menjadi polisi dunia harus melakukan lockedown dan social atau fisical distancing, yang berdampak pada aktivitas work from home (WFH) yaitu kerja dari rumah. Lockdown artinya mengurung diri, bisa dalam konteks rumah, kota bahkan negara.

Betapa lemah manusia ini, dengan segala teknologi dan kebudayaannya ternyat Laa haula wala quwata illabilah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali melainkan kehendak Allah. Kalau Allah menginginkan sesuatu terjadi, maka terjadilah. Mungkin kita juga harus ingat dengan kisah Namrud, raja jalim yang membakar nabi Ibrahim hidup-hidup, raja sombong yang mengaku tuhan yang patungnya tersebar diseluruh negeri, ternyata dia dihentikan oleh lalat yang diutus Allah. Mahluk kecil yang kebanyakan orang tidak menghiraukannya.

Sekarang kesombongan Namrud yang mungkin diwariskan kepada umat manusia, diperingatkan Allah dengan sesuatu yang lebih kecil dari lalat, yaitu virus. Sebagai warga Indonesia dengan salah satu falsafah kenergaraannya ketuhanan yang maha esa. Harus kita sadari bersama bahwa ini kerupakan kehendak dan kekuasaan Allah. Tapi kesadaran ini bukan dalam bentuk berserah pasrah, dengan mengatakannya sebagai takdir, namun kesadaran untuk bangkit dan mencari takdir yang lain.

Dalam sejarah Islam, wabah juga pernah melanda pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Dalam sirah dijalaskan bagaimana Umar merdiskusi dengan para sahabat dalam menghadapi wabah ini. Setelah diskusi yang cukup panjang Umar metuskan untuk melakukan lockdown, mengetahui hal itu ada beberapa sahabat yang mengatkaan ‘apakah anda akan lari dari takdir Allah’. Umarpun menjawab, ya kami lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain. Umar memberikan analogi dengan tempat menggembala yang subur dan kering, apabila engkau seorang pengembala kemanakah engkau akan membawa untamu.

Pada hari kebangkitan pancasila ini, hubungan vertikal kita dengan Allah yang maha esa dan hubungan hotizontal kita dengan alam semesta. Nilai religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan yang terkandung dalam pancasila perlu ditumbuhkan pada diri setiap warga. Pertumbuhan nilai-nilai ini dapat menjadikan pertahanan diri untuk menghadapi krisi akibat virus corona ini, salah satunya dengan mengoptimalkan waktu lockdown kita dengan memperbanyak ibadah dan memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri atau orang lain.

Merefleksikan kembali nilai-nilai filosofi ibadah dengan melakukan introspeksi diri sebagai mahluk yang tidak memiliki kekuasaan untuk mengubah apapun tanpa kekuatan yang diberikan oleh Allah. Dengan rajin beribadah sudah bisa dipastikan bahwa dia akan lebih perduli dengan lingkungannya, serta berpikir positif dan tenang dalam menghadapi masalah, karena yakin setiap masalah pasti ada jalan keluaranya.

Kegiatan ibadah akan berefek kepada peningkatan keimanan yang mejadi dasar kebaikan. Hal ini sangat dibuthkan untuk menghadapi pandemi saat ini, karena yang kita hadapi bukan sesuatu yang kasat mata. Tampa ketuhanan, keimanan maka hari-hari kita akan dipenuhuni kecurigaan dan kecemasan, sehingga hidup tidak tenang dan akhirnya tidak bisa menjadi warga negara yang baik. Iman menjadi dasar dalam menumbuhkan jiwa yang beridiologi pancasila. Iman menjadi penggerak keperdulian. Iman meberikan kekutan untuk bertahan terhadap cobaan. Dengan menguatkan iman minimal kita telah memberikan sumbangan kepada orang lain berupa do’a. mendoakan diri dan keluarga serta bangsa Indonesia dan dunia agar terhidar dari virus corona.*

 

Penulis adalah Dosen Stai Darunnajah Jakarta dan Bogor, Mahasiswa program doktor di University Saint Islam Malaysia (USIM)

]]>
185339