Selasa, 7 Desember 2021 / 2 Jumadil Awwal 1443 H

Feature

“Gerobak Biru” untuk Pelaku UMKM Surabaya

Umkm surabaya
Bagikan:

Hidayatullah.com-Gerobak bercorak biru dominan itu teronggok di teras sebuah rumah di daerah Medokan Semampir, Surabaya. Di dalamnya tidak tampak sama sekali barang dagangan yang sehari-hari biasa dijajakan si empunya, Siti Romlah.

“Hari ini libur (jualan), Mas. Kemarin dapat pesanan 200 bungkus nasi bakar. Jadi mbak kecapekan. Sekarang lagi istirahat,” kata Siptonu, adik kandung Siti Romlah, saat ditemui hidayatullah.com di kediamannya pada Jum’at (27/8/2021) sore.

Rombong aluminium yang sisi depannya terdapat tulisan “Partai Demokrat Bina UMKM” itu, pemberian dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC PD) Kota Surabaya.

DPC Partai Demokrat yang dinahkodai Lucy Kurniasari ini, pada 2 Oktober 2020 lalu memang telah meluncurkan program Bina Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), sebagaimana amanah yang tertuang dalam Instruksi Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono; Nomor 5/Instruksi/DPP-PD/IX/2020.

Sebagai wujud pelaksanaan dari amanah instruksi tersebut, DPC PD Kota Surabaya membagikan beberapa “gerobak biru” pada para pelaku UMKM di Kota Pahlawan. Siti Romlah sendiri termasuk salah satu penerima manfaat dari rangkaian program bakti masyarakat dalam rangka menyambut Dua Dekade Partai Demokrat ini.

Selain itu, juga diselenggarakan beberapa rangkaian kegiatan seperti cooking class (pelatihan membuat ayam crispy) Chicken Blue, penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) UMKM Binaan DPC PD Surabaya serta gelar UMKM Sobo Ndolly Putat Jaya.

“Peserta pelatihan untuk mendapatkan ilmu masak (ayam crispy) yang jitu banyak dan rombongannya terbatas. Program UMKM kami sudah lama lewat sejak waktu awal pandemi Covid,” terang Muhammad Safwan, Direktur Eksekutif DPC PD Kota Surabaya kepada hidayatullah.com via whatsapp, pada Kamis (26/8/2021) malam.

Pembinaan Berkelanjutan

Gerakan Nasional Bina UMKM ini tujuannya adalah membantu pemerintah dalam menumbuhkan serta membangkitkan perekonomian masyarakat dan mengurangi pengangguran akibat dari dampak pandemi Covid-19, yang hingga kini masih juga belum berakhir.

“Untuk bina UMKM, DPC PD Kota Surabaya melakukan pembinaan berkelanjutan. Salah satunya pelatihan membuat Chicken Blue, yaitu ayam kekinian seperti fried chicken,” kata Indra Wahyudi, Ketua Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPC PD Kota Surabaya, kepada hidayatullah.com, Jum’at (27/8/2021) siang.

Target dari pembinaan ini tidak hanya UMKM, tetapi juga masyarakat terdampak Covid-19 yang mengalami kesulitan ekonomi serta belum memiliki keahlian dalam mengelola bisnis. DPC PD Kota Surabaya pun menyatakan siap mengajari, melatih, dan mendampingi hingga mereka mampu berwirausaha secara mandiri.

“Bagi yang sudah punya kemampuan, kita bantu rombong beserta perlengkapan,” lanjut Indra, sapaan akrabnya.

Pria yang hobi melakukan uji coba memasak ini menuturkan, pelatihannya sangat mudah, bisa dilakukan oleh siapapun, serta hasilnya memiliki nilai jual yang tinggi. Mutunya pun tak kalah jauh dengan produk ayam kekinian yang sedang booming.

“Waktu itu, kita juga berikan bahan. Jadi, peserta tinggal membuat dan menjual,” kata Indra yang menjadi trainer dalam pelatihan membuat Chicken Blue tersebut.

Pesertanya, lebih diutamakan dari kader yang tidak mampu secara ekonomi serta menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Jumlah peserta pelatihan ketika launching cukup banyak. “Satu sesi saja ada 15 orang,” ujarnya.

Kini sudah ada 8 sampai 10 kelompok UMKM Surabaya yang mengikuti pelatihan membuat ayam ‘Chicken Blue’. Satu kelompoknya terdiri dari 10 hingga 15 orang.

Indra mengatakan, DPC PD Kota Surabaya memiliki kebijakan tidak memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada masyarakat yang membutuhkan, karena hal itu menurutnya tidak bisa menyelesaikan masalah dan bersifat konsumtif.

“Tapi yang kita lakukan adalah pendampingan terutama UMKM rumahan. Misal bagi yang belum punya PIRT, maka, kita akan bantu untuk mengurusnya. Untuk masyarakat yang ingin dilatih, maka dengan senang hati kami akan datang. Dan itu gratis, bahkan kita damping sampai berhasil hingga bisa mandiri,” paparnya.

Rumah Percontohan

Indra pun bersyukur sekali, karena animo masyarakat Surabaya terhadap program pelatihan dan pendampingan Bina UMKM ini cukup tinggi, terutama dari kalangan anak-anak muda.

“Justru mereka yang masih eksis sampai kini. Bahkan saat pelatihan mereka sudah memiliki imajinasi, kedepan ingin dikembangkan seperti apa. Artinya mereka lebih improvisasi. Saya melihat animo yang luar biasa. Termasuk nama Chicken Blue, itu munculnya dari mereka,” jelasnya bangga.

Kedepannya, Indra berharap, pihaknya dapat membentuk varian usaha yang tak hanya berupa ayam crispy, namun juga produk makanan lainnya, serta kerajinan tangan. “Ini yang sedang kita godok bersama teman-teman di DPC,” tegasnya.

Selain itu, DPC PD Kota Surabaya juga berencana ingin mendirikan rumah untuk kegiatan percontohan UMKM atau rumah untuk membantu UMKM Binaan agar bisa lebih maju dan berkembang lagi. Indra yakin impian itu bisa terwujud, sebab pihaknya memiliki banyak jaringan yang dapat diajak bekerjasama.

Dia memberikan contoh, jika ada UMKM binaan yang kesulitan dalam pemasaran, maka akan dibantu untuk memasarkan melalui divisi-divisi di Partai Demokrat yang tersebar di penjuru Nusantara.

“Jadi, kita punya suatu wadah untuk komunikasi dengan teman-teman daerah di seluruh Indonesia. Bisa jadi, nanti produk dari Surabaya bisa dibeli teman-teman di Papua. Atau bisa juga sebaliknya,” jelasnya.

Indra melanjutkan, pihaknya juga membuka peluang kepada pemerintah untuk berkolaborasi dalam Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli dan Berbagi yang telah dilaksanakan sejak awal pandemi Covid-19. Nah, apakah Anda juga tertarik untuk bersinergi?*Achmad Fazeri

Rep: Ibnu Sumari
Editor: Muhammad

Bagikan:

Berita Terkait

Menunggu Para Bujangan “Berebut” Panggilan Dakwah

Menunggu Para Bujangan “Berebut” Panggilan Dakwah

Ilustrasi Mabuk

Kisah Mantan Pemabuk: Ya Allah, Masih Adakah Ampunan Bagiku?

Menikmati Keindahan Selat Bosphorus dan Kota Tua Sultan Ahmet

Menikmati Keindahan Selat Bosphorus dan Kota Tua Sultan Ahmet

Setengah Abad Mencari Halal, Meski Hidup Miskin

Setengah Abad Mencari Halal, Meski Hidup Miskin

Warga Hindu Memprotes Guru Muslim yang Mengenakan Abaya

Warga Hindu Memprotes Guru Muslim yang Mengenakan Abaya

Baca Juga

Berita Lainnya