Selasa, 23 Maret 2021 / 10 Sya'ban 1442 H

Feature

Kapten Afwan Pilot Sriwijaya Dikenal Aktivis Masjid dan Donatur Pesantren, Jaga Pandangan dari Non-Mahram

istimewa/kolase hidayatullah.com
Kapten Afwan, pilot pesawat Sriwijaya Air yang hilang kontak diperkirakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (09/01/2021).
Bagikan:

Hidayatullah.com | KAPTEN Afwan menjadi salah satu nama yang viral setelah kejadian pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang hilang kontak dan diduga jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Viralnya nama Afwan karena sosok tersebut dikenal sebagai seorang pria Muslim yang shaleh. Keshalehan Kapten Afwan ramai diungkap ke publik.

Suami dari Pipit Rahmawati itu misalnya dikenal sebagai aktivis masjid, rajin beribadah termasuk shalat berjamaah di masjid, dan gemar bersedekah.

“Jika saya main ketemu istrinya, pada saat jam shalat (Kapten Afwan) tidak lepas dari masjid, beliau yang selalu shalat 5 waktu di masjid,” ujar Eka Setianingsih, salah seorang sahabat dari Pipit Rahmawati yang juga kenal baik dengan Kapten Afwan, dalam kesaksiannya kepada hidayatullah.com, Ahad (10/01/2021).

Sabtu kemarin, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (09/01/2021) siang dalam penerbangan dari Jakarta menuju Pontianak. Pesawat dengan nomor register PK-CLC SJ 182 diperkirakan jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Eka, sahabat Pipit, juga bersedih yang sangat mendalam. Dalam suasana kesedihan, Eka menuturkan kesaksiannya mengenai sosok Kapten Afwan.

Kapten Afwan dikenalnya selalu menjaga pandangan terhadap wanita yang bukan mahramnya. “Kalau sama istrinya saya sering berfoto tapi kalau sama Kapten Afwan belum pernah. (Jangankan berfoto bareng, red), kalau ketemu aja beliau menjaga pandangannya,” ujar Eka.

Sikap tersebut juga diakui oleh warganet yang mengungkapkannya di media sosial. Salah seorang pramugari maskapai itu diceritakan memberikan kesaksian serupa yang dituturkan Eka, bahwa Kapten Afwan menjaga pandangannya terhadap wanita selain mahramnya termasuk pramugari.

“Haji Afwan dikenalnya, Kapten yang membawa Sriwijaya Air. Ini salah satu cerita tentang Kapten Afwan dari salah seorang pramugari Sriwijaya Air: ‘Kaptennya adalah orang yang sangat shaleh, gemar sedekah, ke cleaner pesawat suka dakwah, rajin ibadah, Subhanallah. Kalau lihat pramugari suka nunduk, gak bisa lama-lama. Orang shaleh, Subhanallah’,” tutur seorang aktivis media sosial yang dikenal dengan “Ustadz Syam” dalam video yang beredar.

Baca: Mulyadi Tamsir Eks Ketum PB HMI dan Istri Termasuk Penumpang Sriwijaya Air yang Hilang Kontak

Donatur Pesantren

Selain itu, Kapten Afwan juga dikenal sebagai salah seorang donatur sebuah pesantren di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal ini diakui oleh ustadz Munawir, Pendiri Pondok Pesantren Al-Kautsar, kepada hidayatullah.com, Ahad (10/01/2021).

“Beliau (Kapten Afwan) tinggal di perumahan BCE Cibinong. (Beliau) donatur Al-Kautsar. Sudah lama jadi donatur,” ujar sang ustadz.

Eka juga mengakui hal itu. “Kami ibu-ibu sering menggalang dana untuk Al-Kautsar dan istrinya sering menitipkan rezekinya untuk penggalangan ke Al-Kautsar, bahkan memohon untuk tidak disebutkan namanya,” tuturnya. Dalam daftar donatur yang dikirimkan Eka kepada media ini, terdapat nama “Afwan rz Bin zamzami amin”, nama panjang dari Kapten Afwan.

“(Beliau) dermawan, ramah, rendah hati, santun. Kepada keluarganya punya didikan disiplin tentang ibadah,” tutur Eka. “Semua yang mengenalnya baik dekat atau sepintas akan mengatakan sama,” tambahnya.

Kapten Afwan dan keluarga tinggal di sebuah rumah di Bumi Cibinong Endah (BCE), Jl Prayoga Blok A3 No 10, Cibinong, Bogor. Tetangga Pipit, tutur Eka, pun mengakui bahwa Kapten Afwan adalah sosok yang aktif berkegiatan di masjid.

Ditanya usia pasangan suami istri itu, sepengetahuan Eka, Pipit kelahiran tahun 1984. “Kapten Afwan dengan istri selisih 15 tahun, (kelahiran) sekitar 1968 kalau gak salah. Saya hanya tahu kelahiran istrinya dan istrinya bilang selisih 15 tahun,” ujar Eka.

Informasi dihimpun hidayatullah.com, Kapten Afwan sudah 10 tahun bekerja di maskapai Sriwijaya Air, sebelumnya juga pernah bekerja di maskapai Lion Air dan maskapai Garuda. Penelusuran media ini di akun media sosial Pipit, tampak sejumlah foto Kapten Afwan mengenakan seragam pilot dan berpose di depan pesawat Lion Air, dalam gambar diunggah pada pertengahan 2013 dan awal 2014.

Saat dikonfirmasi, Eka membenarkan jika itu foto-foto Kapten Afwan dan keluarganya. “Sekarang istrinya sudah bercadar,” ujar Eka meminta agar wajah Pipit tidak ditampilkan sepenuhnya di media massa.

Kabar duka pesawat Sriwijaya Air kemarin membuat Pipit syok. Pipit bahkan dikabarkan menolak telepon dari maskapai Sriwijaya Air. Eka pun mengaku belum bisa memberikan kontak sahabatnya itu kepada wartawan. “Karena beliau belum siap terima telepon,” ujarnya menjelaskan.

Baca: Pesawat Sriwijaya Air diduga Jatuh dan Meledak di Laut Sekitar Kepulauan Seribu

Eks Penerbang TNI AU

Kapten Afwan dan Pipit dikaruniai 3 orang anak perempuan semua. Yang sulung masih di jenjang SMP. Yang bungsu masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). “Kapten Afwan saya juga kenal karena kami sering ketemu jika janjian sama istrinya,” tutur Eka.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan termasuk Basarnas masih melakukan upaya pencarian dan penyelamatan para penumpang pesawat nahas tersebut, termasuk Kapten Afwan. Diketahui, pesawat itu total membawa 12 kru dan 50 penumpang, 7 di antaranya anak-anak dan 3 lainnya bayi.

Kapten Afwan tercatat pernah menjadi penerbang TNI Angkatan Udara. Alumnus Ikatan Dinas Pendek (IDP) IV Tahun 1987 hingga 1998 itu pernah bertugas di Skadron Udara 4 dan Akadron Udara 31.

Memang belum ada kabar kepastian mengenai kondisi Kapten Afwan –termasuk para kru dan penumpang pesawat lainnya itu. Namun, harapan untuk keselamatan mereka tetap membuncah.

“Istri Kapten Afwan adalah sahabat saya. Titip doanya untuk keluarga beliau. Semalam istri dan anak-anaknya masih berharap ayahnya kembali ke rumah, atau keajaiban datang. Kesaksian saya kiranya bisa menjadi bahagian dari kebaikan-kebaikan beliau dan keluarganya,” ungkap Eka berharap seraya menitip pesan kepada hidayatullah.com.

Dalam sebuah tangkapan layar yang diterima hidayatullah.com dari Eka, tampak gambar profil sebuah akun WhatsApp bernama “Afwan RC 4 Herky Hlm”. Profil itu bergambar sesosok tokoh kartun “superhero” pria berkaos dan bersarung yang sedang shalat dalam posisi tahiyat. Apakah itu akun WA milik Kapten Afwan? “Setahu saya iya,” jawab Eka.

Di gambar profil WA diyakini milik Kapten Afwan itu, terdapat tulisan: “Setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai SURGA bila tidak SHALAT lima waktu.”

Segenap kalangan masyarakat se-Indonesia dan dunia berbelasungkawa serta mendoakan yang terbaik untuk sang pilot dan para kru serta seluruh penumpang dalam pesawat Boeing tersebut. “Semoga selamat dunia-akhirat” doa yang banyak disampaikan warganet.

“Capt. Afwan salah satu capt. terbaik yg pernah saya kenal. Tidak pernah rewel walaupun pesawat ada rusak dia bilang ke teknik dgn baik dan sabar, dermawan bgt lagi orangnya dan selalu identik dengan kopyah putihnya. Safeflight to jannah captWajah #SJ182,” tulis Eattillbadegg @rizkianoob di Twitter. Aamiin!*

Rep: SKR
Editor: Muhammad Abdus Syakur

Bagikan:

Berita Terkait

Kisah Perjuangan Pasutri Hindari Operasi Caesar

Kisah Perjuangan Pasutri Hindari Operasi Caesar

Dari Tikungan Kiri dan “Gagalnya” Misionaris di Papua

Dari Tikungan Kiri dan “Gagalnya” Misionaris di Papua

Muslim Azerbaijan: Mayoritas tapi Lupa Shalat [3]

Muslim Azerbaijan: Mayoritas tapi Lupa Shalat [3]

Di Kota Cengkeh, Ada Abu Bakar Tak Akui Sahabat Abu Bakar

Di Kota Cengkeh, Ada Abu Bakar Tak Akui Sahabat Abu Bakar

Dari Pentas Hiburan menuju Pentas Dakwah

Dari Pentas Hiburan menuju Pentas Dakwah

Baca Juga

Berita Lainnya